Hujan Lebat Disertai Angin di DIY: 4 Orang Terluka Akibat Atap Ambrol dan Belasan Pohon Tumbang

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 16 Februari 2026 | 22:08 WIB
Hujan Lebat Disertai Angin di DIY: 4 Orang Terluka Akibat Atap Ambrol dan Belasan Pohon Tumbang
Sejumlah pohon tumbang di Kabupaten Sleman, Senin (16/2/2026). (Dok: BPBD Sleman).
baca 10 detik
  • Hujan lebat dan angin kencang pada Senin (16/2/2026) menyebabkan atap asrama di Kota Yogyakarta ambruk, melukai empat orang ringan.
  • Kabupaten Sleman mengalami puluhan kerusakan akibat cuaca ekstrem, termasuk pohon tumbang dan tanah longsor di tujuh kapanewon.
  • BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem hujan sedang hingga lebat masih melanda DIY hingga 19 Februari 2026.

Suara.com - Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (16/2/2026) siang hingga sore hari. Empat orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa atap bangunan yang ambrol.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, menuturkan insiden atap roboh tersebut terjadi di Asrama IKPM Musi Banyuasin, Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

Ambrolnya atap bangunan milik Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar 5 meter tersebut mengakibatkan empat penghuni asrama mengalami luka-luka.

"4 orang luka ringan, saat ini sudah terkondisi," kata Nur saat dikonfirmasi, Senin (16/2/2026).

Mengingat kondisi bangunan yang cukup rawan dan cuaca yang belum kondusif, petugas segera melakukan evakuasi terhadap penghuni 10 kamar di asrama tersebut.

Setidaknya ada 16 jiwa yang dipindahkan ke asrama lain di Jalan Melati Wetan, Baciro, untuk sementara waktu.

"Ada 16 orang yang terdampak. Saat ini seluruh penghuni asrama sudah kami evakuasi menuju Asrama Randik Putri," ujarnya.

Sementara itu, wilayah Kabupaten Sleman juga melaporkan dampak yang tidak kalah parah. Tercatat puluhan titik kerusakan yang tersebar di tujuh kapanewon.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mencatat rentetan kejadian pohon tumbang, tanah longsor, hingga papan reklame yang ambrol akibat terjangan hujan disertai angin di sepanjang Jalan Kaliurang.

baca juga

Di Kapanewon Sleman, setidaknya terdapat empat titik lokasi pohon tumbang serta tanah longsor, termasuk pohon tumbang yang menimpa dapur dan ruang makan sebuah bangunan.

Kemudian di Kapanewon Depok dan Pakem masing-masing terdapat satu kejadian pohon tumbang yang menimpa jaringan internet dan telepon serta papan petunjuk arah yang terlepas. Di Kapanewon Gamping, terdapat talud rumah yang longsor.

Sementara itu, di Kapanewon Ngemplak terdapat tiga titik pohon tumbang. Di Kapanewon Ngaglik tercatat cukup banyak kejadian, yakni mencapai enam titik pohon tumbang serta reklame yang ambrol.

"Di Ngaglik, Jl. Kaliurang Km. 10,5, papan reklame ambrol," ucap Bambang.

Adapun kejadian terbanyak berada di Kapanewon Prambanan dengan tujuh titik, mulai dari pohon tumbang yang menimpa rumah hingga tanah longsor yang mengenai kandang hewan ternak dan rumah warga.

Sebagian besar titik tersebut telah ditangani oleh petugas gabungan bersama warga dan kini sudah terkondisi. Sementara sebagian lainnya masih dalam proses penanganan.

"Keterangan nihil korban jiwa," imbuhnya.

Potensi Cuaca Ekstrem Tiga Hari ke Depan
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah DIY pada periode 17 hingga 19 Februari 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono, mengungkapkan bahwa dalam tiga hari ke depan wilayah DIY masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Analisis dinamika atmosfer menunjukkan adanya pertemuan angin atau konvergensi yang memanjang di wilayah Pulau Jawa. Kondisi tersebut didukung oleh suhu muka laut yang hangat sehingga meningkatkan suplai uap air.

"Tiga hari ke depan masih potensi hujan lebat. Ini dua hari ini kita siaga cuaca dan hari ketiganya tetap waspada," kata Warjono.

Potensi cuaca ekstrem ini turut berdampak langsung pada kondisi wilayah pesisir selatan Yogyakarta. Warjono mengingatkan masyarakat yang berniat melakukan tradisi padusan di kawasan pantai agar meningkatkan kewaspadaan.

Meskipun gelombang laut saat ini berada pada kategori sedang, hujan lebat yang turun sewaktu-waktu dapat memengaruhi kenaikan arus dan tinggi gelombang secara mendadak.

"Pantai selatan juga setiap hari hujan dari pagi sampai sore ya ada potensi hujan dan perlu waspada juga karena ketika hujan lebat dan tiba-tiba bisa menyebabkan arus gelombang naik atau tinggi gelombang akan bertambah," ujarnya.

Foto: Atap asrama yang ambrol di Kota Yogyakarta, Senin (16/2/2026). (Dok: BPBD Kota Yogyakarta).

Foto: Sejumlah pohon tumbang di Kabupaten Sleman, Senin (16/2/2026). (Dok: BPBD Sleman).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandu Negeri Soroti Kesejahteraan Guru dari Rumah Masa Kecil Ki Hadjar Dewantara

Pandu Negeri Soroti Kesejahteraan Guru dari Rumah Masa Kecil Ki Hadjar Dewantara

News | Senin, 16 Februari 2026 | 19:29 WIB

BPBD DKI Jakarta Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Siaga 1620 Februari

BPBD DKI Jakarta Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Siaga 1620 Februari

News | Senin, 16 Februari 2026 | 19:13 WIB

Bintang Baru PSIM Jop van der Avert Akui Kaget dengan Cuaca Ekstrem Indonesia

Bintang Baru PSIM Jop van der Avert Akui Kaget dengan Cuaca Ekstrem Indonesia

Bola | Senin, 16 Februari 2026 | 17:37 WIB

Debut bersama PSIM, Jop van der Avert Nilai Liga Indonesia Sedang Berkembang

Debut bersama PSIM, Jop van der Avert Nilai Liga Indonesia Sedang Berkembang

Bola | Senin, 16 Februari 2026 | 17:37 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Ramadan, Warga DIY Diimbau Tidak Padusan di Pantai dan Sungai

Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Ramadan, Warga DIY Diimbau Tidak Padusan di Pantai dan Sungai

News | Senin, 16 Februari 2026 | 17:15 WIB

BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat untuk Wilayah Jakarta dan Bogor Hari Ini

BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat untuk Wilayah Jakarta dan Bogor Hari Ini

News | Senin, 16 Februari 2026 | 09:47 WIB

Detik-Detik Mengerikan! Tembok Pagar Raksasa Ambruk di SMPN 182 Kalibata, Kok Bisa?

Detik-Detik Mengerikan! Tembok Pagar Raksasa Ambruk di SMPN 182 Kalibata, Kok Bisa?

News | Senin, 16 Februari 2026 | 07:05 WIB

BMKG: Cuaca Hari Ini Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Hampir di Semua Daerah

BMKG: Cuaca Hari Ini Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Hampir di Semua Daerah

News | Senin, 16 Februari 2026 | 05:47 WIB

Bukan Sekadar Hujan Biasa! Ini Alasan Ilmiah BMKG Prediksi Curah Hujan Ekstrem Pekan Depan

Bukan Sekadar Hujan Biasa! Ini Alasan Ilmiah BMKG Prediksi Curah Hujan Ekstrem Pekan Depan

News | Minggu, 15 Februari 2026 | 18:33 WIB

BMKG Peringatan Dini! Hujan Ekstrem Mengancam Sejumlah Wilayah Indonesia Sepekan ke Depan

BMKG Peringatan Dini! Hujan Ekstrem Mengancam Sejumlah Wilayah Indonesia Sepekan ke Depan

News | Minggu, 15 Februari 2026 | 12:39 WIB

Terkini

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:42 WIB

×