Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Berbeda, Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Sikapi dengan Dewasa

Bangun Santoso

Selasa, 17 Februari 2026 | 14:45 WIB
Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Berbeda, Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Sikapi dengan Dewasa
Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah Cholil Nafis. [YouTube/PadasukaTV]
baca 10 detik
  • Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, memprediksi awal Ramadan 1447 H tahun 2026 berpotensi berbeda di Indonesia.
  • Perbedaan timbul karena beberapa kelompok menggunakan hisab global, sementara pemerintah merujuk kriteria MABIMS minimal 3 derajat.
  • Umat Muslim diimbau menyikapi perbedaan penetapan tanggal puasa tersebut dengan dewasa demi menjaga kondusivitas dan ukhuwah.

Suara.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, memberikan pernyataan terkait kemungkinan terjadinya perbedaan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah di Indonesia.

Berdasarkan analisis data astronomi dan metode yang digunakan oleh berbagai organisasi Islam, terdapat potensi bahwa umat Muslim di tanah air tidak akan memulai ibadah puasa Ramadan secara serentak pada tahun 2026 mendatang.

Ulama yang akrab disapa Kiai Cholil ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyikapi dinamika ini dengan sikap dewasa dan bijaksana.

Hal ini penting untuk menjaga kondusivitas di tengah masyarakat, mengingat penentuan awal bulan hijriah sering kali menjadi perhatian besar bagi publik di kota-kota besar maupun daerah.

"Hampir dipastikan berpotensi berbeda, mengawali Ramadan ini kita berbeda. Karena sudah ada yang sudah menetapkan awal Ramadan pada 18 Februari ini. Karena menggunakan hisab sekaligus kalender global," kata Kiai Cholil di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Pernyataan tersebut merujuk pada adanya kelompok atau organisasi yang telah menentukan tanggal 18 Februari 2026 sebagai 1 Ramadan 1447 H dengan menyandarkan pada perhitungan hisab hakiki wujudul hilal atau kalender Islam global.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama biasanya menggunakan metode yang berbeda dalam menetapkan awal bulan suci.

Sementara yang lainnya, menggunakan hisab sekaligus metode imkan rukyat yang kemungkinan bisa dilihat dari terbenamnya matahari.

"Nah, menurut imkan rukyat kemungkinan hilal bisa dilihat ini tak mungkin dapat diamati," sambungnya.

baca juga

Kiai Cholil menerangkan, kemungkinan posisi derajat hilal masih berada di bawah 3 derajat. Sementara ketentuan Mabims, yakni ulama-ulama yang tergabung dalam forum ulama Asia Tenggara yakni Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei Darusalam menyepakati bahwa hilal bisa dilihat kalau sudah berada di atas 3 derajat.

Kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) menjadi standar baru yang diterapkan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam kriteria ini, hilal dinyatakan memenuhi syarat terlihat (imkanur rukyat) jika mencapai ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Jika posisi hilal pada saat magrib masih di bawah standar tersebut, maka secara teknis hilal dianggap tidak mungkin terlihat, sehingga bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

"Jadi bisa dipastikan awal Ramadan kita ini akan berbeda. Ada yang tanggal 18 dan ada yang tanggal 19 Februari. Saya berharap semuanya memaklumi hal ini. Yang penting kita bisa menjalankannya dengan baik dan khusyuk," ujarnya.

Kiai Cholil menekankan umat agar jangan sampai ada gesekan yang dapat merusak ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Muslim).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Sidang Isbat 2026 Diumumkan Jam Berapa? Ini Jadwal Resmi dari Kemenag

Hasil Sidang Isbat 2026 Diumumkan Jam Berapa? Ini Jadwal Resmi dari Kemenag

Lifestyle | Selasa, 17 Februari 2026 | 14:28 WIB

Mustahil Terlihat Hari Ini, Rukyatul Hilal di Jogja Diubah Jadi Ajang Edukasi

Mustahil Terlihat Hari Ini, Rukyatul Hilal di Jogja Diubah Jadi Ajang Edukasi

News | Selasa, 17 Februari 2026 | 14:27 WIB

Kapan Salat Tarawih 2026? Ini 1 Ramadan Versi Muhammadiyah, NU, Pemerintah

Kapan Salat Tarawih 2026? Ini 1 Ramadan Versi Muhammadiyah, NU, Pemerintah

Lifestyle | Selasa, 17 Februari 2026 | 14:25 WIB

Niat Salat Tarawih: Sejarah, Keutamaan, dan Niat dalam Arab serta Latin

Niat Salat Tarawih: Sejarah, Keutamaan, dan Niat dalam Arab serta Latin

Lifestyle | Selasa, 17 Februari 2026 | 14:14 WIB

Tren Fesyen Ramadan 2026: Modest, Fungsional, dan Tetap Stylish dari Harian hingga Lebaran

Tren Fesyen Ramadan 2026: Modest, Fungsional, dan Tetap Stylish dari Harian hingga Lebaran

Lifestyle | Selasa, 17 Februari 2026 | 14:13 WIB

Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah Beserta Bacaan Surat Pendeknya

Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah Beserta Bacaan Surat Pendeknya

Lifestyle | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:35 WIB

Memaafkan Sebelum Berpuasa: Tradisi atau Kebutuhan?

Memaafkan Sebelum Berpuasa: Tradisi atau Kebutuhan?

Your Say | Selasa, 17 Februari 2026 | 14:15 WIB

Terkini

Indomobil Foton Boyong Mobil Listrik Jadi Bahan Praktik Mahasiswa Vokasi

Indomobil Foton Boyong Mobil Listrik Jadi Bahan Praktik Mahasiswa Vokasi

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak

Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:15 WIB

KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS

KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Pabrik Toyota Karawang Pilih Tetap Pertahankan Tenaga Manusia ketimbang Robot

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Siswi Berhijab Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Kepala Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

Kebutuhan Air Data Center Jatiluhur Dikritik di Tengah Ancaman El Nino: Apa Dampaknya Bagi Warga?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:07 WIB

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Praktis Lembapkan Kulit, Ini 5 Sunscreen Spray Ceramide untuk Skin Barrier

Praktis Lembapkan Kulit, Ini 5 Sunscreen Spray Ceramide untuk Skin Barrier

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Relevansi 'Lembaga Budi' Buya Hamka: Saat Kesopanan dan Etika Mulai Luntur di Media Sosial

Relevansi 'Lembaga Budi' Buya Hamka: Saat Kesopanan dan Etika Mulai Luntur di Media Sosial

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:57 WIB

×