Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

Bella

Rabu, 25 Maret 2026 | 22:13 WIB
Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45
Para pemudik memadati Stasiun Pasar Senen, Rabu (25/3/2026). [Suara.com/Dinda]
baca 10 detik
  • Syamsudin menempuh perjalanan darat 27 jam menggunakan travel saat mudik ke Gombong, lalu memilih kereta api lebih nyaman saat arus balik.
  • Syamsudin mendapatkan tiket kereta ekonomi mahal saat arus balik; ia puas karena kereta api menunjukkan ketepatan waktu.
  • Derris mengamankan tiket kereta Cikuray 45 hari sebelum berangkat, namun tetap mengalami kenaikan tarif transportasi daring menuju stasiun.

Suara.com - Hiruk-pikuk arus balik Lebaran menyisakan ragam cerita bagi para pemudik. Mulai dari perjuangan menembus kemacetan puluhan jam hingga strategi berburu tiket demi bisa kembali ke perantauan tepat waktu untuk bekerja.

Pengalaman kontras dirasakan oleh Syamsudin, pemudik asal Ciledug, Tangerang. Ia menceritakan betapa melelahkannya perjalanan darat saat berangkat mudik menuju Gombong, Jawa Tengah. Menggunakan jasa travel, Syamsudin harus menghabiskan waktu lebih dari satu hari di jalan.

"Suka-dukanya kemarin berangkatnya naik travel itu 27 jam. Berangkat jam 7 malam (dari Ciledug), sampai Gombong itu jam 23.30 besoknya. Berarti sehari semalam lewat, 27 jam lebih," ujar Syamsudin saat ditemui tim Suara.com di Stasiun Pasar Senen, Rabu (25/3/2026).

Belajar dari pengalaman tersebut, Syamsudin memilih menggunakan moda transportasi kereta api untuk perjalanan pulang. Meski harus merogoh kocek lebih dalam karena harga tiket yang sedang melambung dan sulit didapat, ia merasa jauh lebih nyaman.

"Kalau yang ini (kereta) ya lagi mahal, sudah tidak ada diskon. Kita belinya di HP, apa yang ada itu kita ambil, tidak bisa pakai kereta favorit. Kita harus standby di depan HP, jadi apa yang kita dapat, ya mau yang mahal memang begitu," tuturnya.

Meski membayar tiket ekonomi di kisaran Rp300 ribuan, Syamsudin mengaku puas karena ketepatan waktu kereta api Mataram yang ia tumpangi.

"Kalau kereta kan memang ada yang mengatur jadwal, paling telat 5 sampai 10 menit itu sudah wajar karena perjalanan padat. Yang penting sudah sampai," imbuhnya.

Pesan Tiket Pulang H-45

Berbeda dengan Syamsudin yang harus berburu tiket di menit-menit terakhir, Derris Nawati memiliki strategi lain. Pemudik yang hendak kembali ke Bandung setelah mudik ke Depok ini sudah mengamankan tiket sejak jauh hari.

"Dapat harga normal sih, soalnya ngambilnya 45 hari sebelum tanggal berangkat. Pakai kereta Cikuray," kata Derris.

baca juga

Meski berhasil mendapatkan tiket kereta dengan harga normal, Derris mengaku tetap terkena dampak kemacetan saat menuju stasiun maupun rumah. Biaya transportasi daring (ojek online) membengkak hingga dua kali lipat akibat kepadatan jalanan di wilayah penyangga Jakarta.

"Kalau ke Depok itu macet banget. Makanya naik Gojek, jadi tarifnya juga naik terus. Normalnya berapa, ini jadi dua kali lipat harga ongkosnya," keluhnya.

Kini, masa libur telah usai. Derris yang bekerja di sebuah pabrik garmen ini tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya karena harus kembali ke rutinitas pekerjaan.

"Sedihnya karena sudah mulai kerja lagi sih," pungkas Derris menutup percakapan.

Kisah Syamsudin dan Derris menjadi gambaran umum perjuangan kaum urban dalam menjalani tradisi mudik; antara rindu keluarga dan realitas kemacetan yang harus dihadapi setiap tahunnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen

Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:00 WIB

One Way Arus Balik Lebaran Jalur Pantura sampai Tanggal Berapa?

One Way Arus Balik Lebaran Jalur Pantura sampai Tanggal Berapa?

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:27 WIB

Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya

Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:20 WIB

Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen

Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:13 WIB

Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen

Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:08 WIB

Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres

Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:02 WIB

Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!

Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:21 WIB

Anggota Polresta Yogyakarta Meninggal Dunia saat Bertugas Lebaran, Diduga Akibat Kelelahan

Anggota Polresta Yogyakarta Meninggal Dunia saat Bertugas Lebaran, Diduga Akibat Kelelahan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:52 WIB

Targetkan 675 Ribu Pengunjung, Kawasan Malioboro Masih Dipadati Ribuan Wisatawan pada H+4 Lebaran

Targetkan 675 Ribu Pengunjung, Kawasan Malioboro Masih Dipadati Ribuan Wisatawan pada H+4 Lebaran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:46 WIB

Usai Libur Lebaran, Pemprov DKI Jakarta terapkan WFA

Usai Libur Lebaran, Pemprov DKI Jakarta terapkan WFA

Foto | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:05 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×