Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!

Bella

Rabu, 25 Maret 2026 | 17:21 WIB
Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!
Pengurus Paguyuban Terminal Kalideres. [Suara.com/Dinda]
baca 10 detik
  • Pengelola Terminal Kalideres Jakarta Barat rugi miliaran rupiah akibat menjamurnya terminal bayangan saat arus balik Lebaran.
  • Terminal resmi mengalami penurunan signifikan penumpang sebab banyak bus memilih menaikkan penumpang di lokasi ilegal pinggir jalan.
  • Pengelola berharap Dinas Perhubungan menindak tegas keberadaan terminal bayangan dan titik kumpul tiket online ilegal.

Suara.com - Kondisi Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat, pada masa arus balik Lebaran tahun ini menyisakan pilu bagi para pengelola dan pedagang resmi. Meski arus balik terpantau mengalami lonjakan signifikan, keuntungan justru diduga “dirampok” oleh keberadaan terminal bayangan (TB) yang menjamur di pinggir jalan.

Komandan Koordinator Lapangan (Dankorlap) dari Paguyuban Terminal Kalideres (PTK), Feri Mulyadi, mengungkapkan bahwa saat ini terminal bus penumpang tipe A tersebut justru terlihat sepi dibandingkan dengan titik-titik jemput ilegal. Menurutnya, penurunan jumlah penumpang yang naik dari dalam terminal mencapai angka yang mengkhawatirkan.

"Kalau arus mudik itu terminalnya sepi, nggak ada orang. (Turun) 50 persen. Tapi banyak terminal yang naik di agen bayangan, semacam TB (terminal bayangan) tidak resmi," ujar Feri saat diwawancarai Suara.com di lokasi pada Rabu (25/3/2026).

Feri menyayangkan banyaknya bus yang lebih memilih menaikkan dan menurunkan penumpang di lokasi ilegal seperti Jembatan Gantung, Cengkareng, hingga Pesakih. Padahal, sebagai terminal tipe A, Terminal Kalideres telah menyediakan fasilitas lengkap dan jaminan keamanan bagi pemudik.

"Kita kan bayar resmi, bayar pajak, segala macam retribusi lengkap. Sedangkan TB itu nggak ada pembayaran. Kalau kita kan fasilitas lengkap, kalau penumpang ada apa-apa, kehujanan segala macam kan ada perlindungan. Kalau TB itu kan cuma pinggir jalan. Kalau hujan lari ke mana penumpangnya?" keluh Feri.

Ia bahkan membandingkan ketegasan pemerintah saat ini dengan masa kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Sudah ada langkah (melapor), tapi dari pihak Dinas Perhubungan belum ditanggapi. Kami ini sudah 5–6 tahun... cuma iya-iya doang tapi belum dikerjakan. Tapi kalau kembali zamannya Ahok dulu tahu kan? Zamannya Pak Ahok semua masuk terminal, tutup semua. Nah itu enak," tambahnya.

Kerugian Mencapai Miliaran Rupiah

Senada dengan Feri, Bendahara Umum PTK, Bapak Alfian Tamin atau yang akrab disapa Pak Cofy, menyebut kerugian yang dialami para pelaku usaha dan pengelola terminal akibat praktik ilegal ini tidak main-main.

"Waduh itu kalau dihitung-hitung bisa kena miliaran itu kerugian totalitas dalam ini. Iya benar. Penumpang-penumpang itu merosot jauh. Pada naiknya di luar semua," ungkap Alfian.

baca juga

Ia menekankan bahwa keberadaan terminal bayangan tidak hanya merugikan pengelola loket, tetapi juga mematikan ekonomi UMKM di dalam terminal. Jika bus masuk ke dalam terminal, pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi dipastikan akan meningkat, dan pedagang warung pun ikut kecipratan rezeki.

"Contoh bapak ini benar katanya seperti Ahok kemarin kan semua itu masuk, semuanya tidak boleh naik turun di luar. Harapan kami itu yang naik turun di luar itu ditindak tegas, bila perlu dikandangkan," tegasnya.

Masalah Baru: Tiket Online dan Titik Kumpul

Selain masalah terminal bayangan fisik, Alfian juga menyoroti sistem penjualan tiket online yang mulai tidak terkontrol. Alih-alih mempermudah, banyak penyedia layanan tiket online yang justru membuat titik kumpul sendiri di luar terminal resmi.

"Sekarang ini lebih bahaya lagi yang namanya online ini, titik kumpul dia sudah bukan terminal lagi. Sudah punya titik kumpul masing-masing. Nah semestinya dibawa ke sini, ke dalam terminal gitu lho. Ini titik kumpulnya sudah ngadain sendiri, dia kan tambah rugi kita," tutur Alfian.

Pihak pengelola Terminal Kalideres kini hanya bisa berharap Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta segera mengambil tindakan nyata untuk mengembalikan “marwah” terminal tipe A.

"Harapan kami sangat besar terhadap Dinas Perhubungan setempat, mohon ditindaklanjuti secepat mungkin biar kembali lagi marwahnya terminal tipe A ini. Jangan hanya sebatas retorika ataupun pencitraan, yang kami harapkan kenyataan," pungkas Alfian.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggota Polresta Yogyakarta Meninggal Dunia saat Bertugas Lebaran, Diduga Akibat Kelelahan

Anggota Polresta Yogyakarta Meninggal Dunia saat Bertugas Lebaran, Diduga Akibat Kelelahan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:52 WIB

Targetkan 675 Ribu Pengunjung, Kawasan Malioboro Masih Dipadati Ribuan Wisatawan pada H+4 Lebaran

Targetkan 675 Ribu Pengunjung, Kawasan Malioboro Masih Dipadati Ribuan Wisatawan pada H+4 Lebaran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:46 WIB

Usai Libur Lebaran, Pemprov DKI Jakarta terapkan WFA

Usai Libur Lebaran, Pemprov DKI Jakarta terapkan WFA

Foto | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:05 WIB

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Terminal Kalideres Dipantau Ketat Selama Arus Mudik Lebaran

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Terminal Kalideres Dipantau Ketat Selama Arus Mudik Lebaran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:19 WIB

Viral Seleb TikTok Mat Peci Kasih THR Bak Beri Makan Ayam, Sampai Habis Rp50 Juta

Viral Seleb TikTok Mat Peci Kasih THR Bak Beri Makan Ayam, Sampai Habis Rp50 Juta

Entertainment | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:11 WIB

Hindari Puncak Arus Balik, Menhub Imbau Pemudik Maksimalkan WFA

Hindari Puncak Arus Balik, Menhub Imbau Pemudik Maksimalkan WFA

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:01 WIB

Diplomasi Idulfitri: Prabowo Telepon Pemimpin Dunia Bahas Konflik Iran-Israel

Diplomasi Idulfitri: Prabowo Telepon Pemimpin Dunia Bahas Konflik Iran-Israel

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:52 WIB

KPAI Minta Sekolah Tidak Langsung Beri Pelajaran Berat Usai Libur Lebaran

KPAI Minta Sekolah Tidak Langsung Beri Pelajaran Berat Usai Libur Lebaran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:43 WIB

Jangan Sepelekan! Segera Ganti Oli Motor Setelah Mudik agar Mesin Tak Jebol

Jangan Sepelekan! Segera Ganti Oli Motor Setelah Mudik agar Mesin Tak Jebol

Otomotif | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:50 WIB

Lebaran Selesai, Overthinking Dimulai: Cara Saya Hadapi Pasca Hari Raya

Lebaran Selesai, Overthinking Dimulai: Cara Saya Hadapi Pasca Hari Raya

Your Say | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:30 WIB

Terkini

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:51 WIB

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:34 WIB

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:09 WIB

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:48 WIB

Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus

Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:32 WIB

Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit

Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:25 WIB

Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral

Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:23 WIB

DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet

DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:19 WIB

Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana

Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:47 WIB

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:35 WIB