Pengembang Game: Proteksi Belum Cukup, Anak Harus Diawasi 24 Jam

Dimas Sagita

Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:02 WIB
Pengembang Game: Proteksi Belum Cukup, Anak Harus Diawasi 24 Jam
Klaim mengejutkan dari pengembang gim internal soal sistem keamanan Roblox yang belum memadai. Orang tua diminta ekstra ketat mengawasi aktivitas digital anak demi keamanan.

Suara.com - Seorang pengembang gim independen Roblox mengklaim langkah-langkah proteksi keamanan anak di platform itu, termasuk pemeriksaan verifikasi usia, belum memadai.

Roblox merupakan platform gim paling populer di Kerajaan Bersatu (UK) bagi anak-anak usia delapan hingga 12 tahun.

Dalam wawancara eksklusif dengan BBC Radio 5 Live, pengembang ituyang identitasnya dirahasiakan oleh BBC atas permintaannyamengatakan bahwa orang tua harus memantau anak-anak mereka yang bermain Roblox selama "24 jam sehari, tujuh hari seminggu."

"Jika hal itu tidak memungkinkan, maka anak-anak sebaiknya tidak bermain Roblox sama sekali."

Seorang juru bicara Roblox menanggapi pernyataan itu dengan mengatakan bahwa "keamanan adalah prioritas utama."

"Dan kami memiliki perlindungan serta filter canggih yang dirancang untuk mencegah konten dan komunikasi berbahaya di platform kami demi menjaga keamanan seluruh pengguna."

Pada 2024 lalu, Roblox mencatat rata-rata lebih dari 80 juta pemain global per harisekitar 40% di antaranya berusia di bawah 13 tahun.

Pengembang yang menggunakan nama samaran "Sam" ini menghubungi BBC setelah mendengar program 5 Live Breakfast berisi wawancara Matt Kaufman, Kepala Keamanan Roblox.

Dalam wawancara itu, Kaufman memaparkan berbagai pemeriksaan keamanan yang diterapkan Roblox, termasuk kewajiban verifikasi usia yang mulai diberlakukan pada Januari 2026 bagi seluruh pengguna di UK.

baca juga

Sam bukan pegawai resmi Roblox. Dia adalah pengembang independen yang mencari penghasilan dari kreasi konten di Roblox. Sam juga aktif sebagai sukarelawan di organisasi nirlaba keamanan daring.

Sam menegaskan bahwa dirinya telah melihat secara langsung bagaimana kondisi keamanan di gim Roblox sangat berbeda dari apa yang digambarkan oleh Kaufman.

Konten berbahaya dan mengandung kekerasan

Roblox merupakan platform yang memungkinkan para pengguna dapat membuat gim sendiri atau memainkan gim buatan kreator lain.

Platform ini dirancang seperti dunia terbuka (open world), sehingga para pemain dapat berinteraksi satu sama lain.

Setiap kreator juga wajib memberikan deskripsi gim serta label batasan usia konten, yang digunakan untuk menempatkan gim tersebut pada rentang usia yang sesuai.

Setiap pemain dapat membuat gim dan menghasilkan uang dari iklan atau dengan menarik biaya kepada pengguna lain untuk bermain.

Beberapa kreator juga tergabung dalam program kreator resmi Roblox. Melalui program ini, para kreator konten dibayar langsung oleh pihak Roblox berdasarkan tingkat keterlibatan pengguna (engagement) atau keberhasilan menarik audiens baru.

Para kritikus berpendapat bahwa platform ini seharusnya melakukan upaya lebih besar untuk melindungi jutaan pemain yang masih sangat muda.

Bahkan, beberapa pihak menuding Roblox menjadi target bagi para predator (groomer).

Kemudian, pihak lain juga mengklaim bahwa anak-anak dapat terpapar konten berbahaya atau kekerasan melalui jenis gim yang dibuat.

Sam mengatakan: "Saya telah melihat orang-orang di platform ini terpancing untuk melakukan interaksi yang tidak pantas dengan orang tak dikenal."

Mungkin Anda tertarik:

Sam menambahkan bahwa dalam perannya sebagai pengawas keamanan, ia melihat laporan tentang "orang-orang yang menggiring pengguna lain keluar dari platform" untuk melanjutkan percakapansesuatu yang menurutnya "tidak diizinkan oleh Roblox."

Sam menambahkan: "Saya juga telah melihat gim-gim yang tujuannya adalah menembak orang sebanyak mungkin dalam versi simulasi tragedi Sandy Hook atau Columbine. Saya bahkan melihat rekayasa ulang 'Pulau Epstein' di Roblox."

Ia menyebutkan bahwa kekhawatiran tersebut telah dilaporkan melalui formulir pengaduan, namun ia menambahkan bahwa "mungkin hanya sekitar 30% yang benar-benar ditindaklanjuti."

Saat ditanya apa saran darinya untuk orang tua yang anak-anaknya baru memasuki dunia gim dan belum pernah menggunakan Roblox, Sam berujar: "Saat bermain Roblox, anak-anak perlu diawasi 24/7 [ 24 jam sehari, tujuh hari sepekan]. Jika itu tidak memungkinkan, maka mereka [anak-anak] sebaiknya tidak bermain Roblox."

Dalam sebuah pernyataan kepada BBC, pihak Roblox menyatakan bahwa mereka mengambil "tindakan cepat terhadap siapa pun yang terbukti melanggar aturan."

Mereka juga menyebutkan telah mengoperasikan proses pemeriksaan usia yang disertifikasi oleh ahli independen, sehingga anak-anak secara otomatis dibatasi hanya bisa mengobrol dengan pengguna di usia yang sama.

"Kami juga terus memantau perilaku pengguna. Jika kami mendeteksi tanda-tanda bahwa tindakan mereka tidak sesuai dengan usia yang terverifikasi, kami akan meminta pengguna itu untuk melakukan verifikasi usia kembali," tambah pihak Roblox.

Larangan global

Ini bukan kali pertama bagi platform Roblox menjawab pertanyaan mengenai perlindungan keamanan bagi pemainnya yang masih anak-anak secara daring.

Pada Maret 2025, CEO Roblox, Dave Baszucki, mengatakan kepada BBC News bahwa perusahaannya telah melakukan upaya keras demi menjaga keamanan anak-anak.

Namun, ia juga mendesak orang tua untuk tetap berpegang pada insting mereka sendiri.

"Pesan utama saya adalah, jika Anda merasa tidak nyaman, jangan biarkan anak-anak Anda bermain di Roblox," ujarnya.

"Ini mungkin terdengar sedikit berlawanan dengan kepentingan bisnis kami, tetapi saya akan selalu memercayai para orang tua untuk membuat keputusan mereka sendiri."

Sejak saat itu, platform ini telah meluncurkan kewajiban verifikasi usia di seluruh dunia, dan melakukan perubahan keamanan termasuk memblokir akses anak-anak untuk mengobrol dengan orang dewasa.

Negara-negara seperti Rusia dan Turki telah memblokir Roblox sepenuhnya dengan alasan kekhawatiran terhadap keamanan anak.

Indonesia juga telah memasukkan Roblox ke dalam daftar platform yang dilarang bagi pengguna di bawah usia 16 tahun, yang mulai berlaku pada 28 Maret.

Larangan media sosial di Australia bagi pengguna di bawah 16 tahun tidak mencakup Roblox, meskipun beberapa aktivis di sana telah menyerukan agar platform tersebut turut dilarang.

Pemerintah UK juga tengah melakukan konsultasi mengenai pelarangan penggunaan media sosial bagi anak-anak, serta mengkaji langkah-langkah lain untuk menjaga keamanan kaum muda secara daring, termasuk pembatasan waktu penggunaan aplikasi (screen time) dan jam malam digital.

Uji coba atas potensi kebijakan ini telah diumumkan pada Rabu lalu.

Belum jelas apakah Roblox akan terkena dampak dari larangan media sosial di UK, karena pemerintah belum menetapkan platform mana saja yang akan masuk dalam cakupan pembatasan itu.

Laporan tambahan oleh Kate Berry dan Evan Osman.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TikTok dan Roblox Minta Perpanjangan Waktu untuk Ikuti Ketentuan PP Tunas

TikTok dan Roblox Minta Perpanjangan Waktu untuk Ikuti Ketentuan PP Tunas

Tekno | Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:39 WIB

5 Item Terlangka di Roblox 2026 yang Jadi Incaran Para Kolektor

5 Item Terlangka di Roblox 2026 yang Jadi Incaran Para Kolektor

Tekno | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:20 WIB

Terkini

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

×