Benjamin Netanyahu Makin Tak Jelas, Israel Habis Digempur Iran Tanpa Ampun

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 29 Maret 2026 | 12:18 WIB
Benjamin Netanyahu Makin Tak Jelas, Israel Habis Digempur Iran Tanpa Ampun
Benjamin Netanyahu (IG Benjamin Netanyahu)
baca 10 detik
  • Oposisi mengkritik Netanyahu karena dianggap melebih-lebihkan kemenangan Israel di tengah gempuran rudal Iran.

  • Sistem pertahanan udara Israel mulai menipis akibat serangan serentak dari Iran, Lebanon, dan Yaman.

  • Serangan rudal balistik di Beit Shemesh menyebabkan kerusakan parah serta melukai belas warga sipil.

Suara.com - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersikeras menyatakan bahwa posisi militer Israel saat ini berada pada titik keunggulan.

Pemimpin Israel tersebut merasa yakin bahwa kekuatan Iran mulai melemah seiring berjalannya konflik selama satu bulan.

Rencana besar untuk meneruskan agresi militer ke wilayah Iran bahkan telah disusun bersama pihak Amerika Serikat.

Namun, pernyataan optimistis dari kantor perdana menteri tersebut justru mendapatkan gelombang penolakan dari dalam negeri sendiri.

Pihak oposisi mulai menyuarakan keraguan terhadap klaim sepihak yang terus digaungkan oleh Benjamin Netanyahu tersebut.

Para penentang kebijakan pemerintah menilai Netanyahu tidak memiliki rencana jangka panjang yang jelas untuk mengakhiri perang.

Oposisi menuduh sang perdana menteri sering membesar-besarkan pencapaian militer yang sebenarnya sangat minim di lapangan.

Realita di medan tempur dianggap sangat kontras dengan narasi kemenangan yang sering dipublikasikan secara resmi.

Kondisi Israel justru dilaporkan semakin terjepit akibat intensitas serangan dari Teheran yang tidak kunjung mereda.

baca juga

Hingga detik ini, wilayah Israel masih terus menjadi sasaran empuk bagi kiriman drone dan rudal Iran.

Ancaman tidak hanya datang dari satu arah karena milisi Hizbullah di Lebanon turut menghujani roket.

Kelompok Houthi dari Yaman kini muncul sebagai kekuatan ketiga yang memberikan pukulan telak bagi keamanan Israel.

"Akibatnya, Israel mulai melakukan rasionalisasi penggunaan sistem pertahanan udaranya karena tekanan yang berlebihan, harus menghadapi ancaman rudal dan serangan dari berbagai arah sekaligus," bunyi laporan Al Jazeera.

Pemanfaatan sistem intersepsi rudal kini harus diatur sangat ketat karena stok amunisi pertahanan yang terbatas.

Situasi darurat ini memaksa militer Israel bekerja ekstra keras dalam menghalau proyektil dari banyak arah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Beri Sinyal Kuba Jadi Target Operasi Militer AS Berikutnya Setelah Iran dan Venezuela

Donald Trump Beri Sinyal Kuba Jadi Target Operasi Militer AS Berikutnya Setelah Iran dan Venezuela

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 11:46 WIB

Iran Siapkan Rencana Darurat Keluar dari NPT Nuklir Demi Balas Serangan Udara Israel

Iran Siapkan Rencana Darurat Keluar dari NPT Nuklir Demi Balas Serangan Udara Israel

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 11:33 WIB

Iran Buka Jalur Kemanusiaan di Selat Hormuz Meski Blokade Masih Berlaku

Iran Buka Jalur Kemanusiaan di Selat Hormuz Meski Blokade Masih Berlaku

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 11:05 WIB

Terkini

Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia

Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia

News | Senin, 29 Juni 2026 | 07:00 WIB

Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud

Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud

News | Senin, 29 Juni 2026 | 05:10 WIB

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:23 WIB

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:19 WIB

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:07 WIB

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:53 WIB

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:54 WIB

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:31 WIB

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:11 WIB

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:02 WIB

×