-
Parlemen Iran sedang mengkaji secara mendesak rencana untuk keluar dari Perjanjian Nuklir NPT.
-
Langkah ini diambil menyusul serangan Amerika-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
-
Teheran akan memperkuat aliansi nuklir dengan negara BRICS dan mencabut aturan kesepakatan 2014.
Suara.com - Pemerintah Iran kini tengah berada di ambang keputusan besar untuk meninggalkan komitmen internasionalnya dalam kendali senjata nuklir.
Langkah drastis ini muncul sebagai reaksi langsung terhadap eskalasi militer yang menghantam wilayah kedaulatan mereka beberapa waktu lalu.
Otoritas di Teheran dilaporkan mulai mendiskusikan kemungkinan pengunduran diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir atau NPT secara serius.
Kabar ini tersiar luas melalui berbagai saluran media lokal yang memantau pergerakan politik di pusat kekuasaan Iran pada Sabtu kemarin.
Situasi keamanan yang tidak menentu di Timur Tengah menjadi pemicu utama di balik wacana kebijakan yang sangat sensitif ini.
Badan-badan strategis pemerintahan termasuk lembaga legislatif saat ini sedang mengkaji opsi penarikan diri tersebut dengan status sangat mendesak.
Tasnim News Agency yang merupakan kantor berita semi-resmi mengonfirmasi bahwa kajian ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan tingkat tinggi.
Gejolak politik ini mencerminkan kemarahan mendalam atas intervensi asing yang dianggap telah melampaui batas kewajaran diplomatik.
Parlemen Iran merasa perlu mengambil langkah proteksi maksimal guna menjamin keamanan nasional mereka dari ancaman senjata pemusnah massal.
Dunia internasional kini menyoroti dengan seksama setiap hasil pertemuan yang dilakukan oleh para petinggi di Teheran tersebut.
Malek Shariati selaku Wakil Teheran memberikan penjelasan mendalam mengenai arah kebijakan baru ini melalui pernyataan di media sosial X.
Beliau memaparkan bahwa terdapat kerangka kerja strategis yang sedang disusun untuk memfasilitasi perlindungan terhadap aset nuklir negara.
Strategi besar tersebut mencakup tiga pilar utama yang akan mengubah peta jalan teknologi nuklir Iran secara permanen.
Fokus pertama dari rencana ini adalah proses formal untuk memutuskan hubungan dengan keanggotaan dalam perjanjian NPT global.
Selain keluar dari keanggotaan NPT, Iran juga berencana melakukan langkah hukum untuk menghapus regulasi internal yang membatasi mereka.