Perubahan Iklim Picu Turbulensi Pesawat, Ini Solusi Peneliti Terinspirasi dari Cara Terbang Burung

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 30 Maret 2026 | 17:26 WIB
Perubahan Iklim Picu Turbulensi Pesawat, Ini Solusi Peneliti Terinspirasi dari Cara Terbang Burung
Ilustrasi Pesawat Terbang (Pexels/Myburgh Roux)

Suara.com - Libur Lebaran telah usai, dan pesawat masih menjadi pilihan transportasi karena kecepatan dan efisiensinya. Namun, di balik itu, ada risiko yang perlu diwaspadai, salah satunya turbulensi.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), turbulensi merupakan gerakan memusar pada massa udara yang bergerak secara tidak beraturan ke berbagai arah dan sering mengakibatkan guncangan selama penerbangan. Turbulensi kerap tidak terlihat dan sulit diprediksi.

Fenomena ini juga sering dianggap sebagai hal normal dari perjalanan udara, tetapi dalam kondisi tertentu dapat berubah menjadi risiko yang cukup fatal dan serius. Dilansir dari International Civil Aviation Organization (ICAO) (30/3/2026), pada tahun 2023, penyebab kecelakaan pesawat terbanyak adalah turbulensi,dengan jumlah 23 kecelakaan. 

Menurut catatan dari salah satu dosen penerbangan di Indonesia, Aminarno Budi Pradana , turbulensi merupakan kejadian yang sering dialami oleh para penerbang. Seiring waktu, turbilensi semakin sering terjadi dan kian memburuk. Hal ini juga diperngaruhi oleh perubahan iklim yang terjadi. 

Kaitan Antara Turbulensi dan Perubahan Iklim 

Salah satu dari jenis turbulensi adalah turbulensi udara jernih. Jenis turbulensi ini diakibatkan oleh perubahan struktural dalam pola udara dan perubahan aliran jet (jet stream) di bagian atas atmosfer yang dipicu oleh pemanasan global. Menurut studi dari University of Reading, selama empat dekade terakhir turbulensi parah meningkat di banyak rute penerbangan yang sibuk di seluruh dunia. 

Di Indonesia sendiri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terus mengingatkan bahwa potensi turbulensi hebat termasuk turbulensi udara jernih, dapat terjadi di wilayah timur Indonesia. 

Dampak dari Turbulensi Udara Jernih 

Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ-321 dari London ke Singapura pada Selasa (21/5/2024) menjadi salah satu contoh penerbangan yang mengalami turbulensi udara jernih. Akibat dari kejadian ini, terdapat 31 orang terluka dan satu orang meninggal dunia. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa turbulensi udara jernih dapat sangat berbahaya dan terjadi tanpa peringatan. 

Solusi Untuk Mengatasi Fenomena Turbulensi Udara Jernih 

Fenomena turbulensi yang semakin sering dan intens akibat perubahan iklim memang menjadi tantangan baru bagi dunia penerbangan. salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah peningkatan terhadap sistem yang dapat memprediksi turbulensi. Selain itu, terdapat salah satu hewan yang dapat menjadi contoh untuk menangani masalah turbulensi ini, yaitu burung.

Burung dinilai memiliki kemampuan untuk mendeteksi perubahan kecil pada tekanan dan aliran udara yang dapat membantu dalam menangani masalah turbulensi. Peneliti dari Universitas Swansea, Emily Sheppard, mengatakan, dengan mempelajari bagaimana burung-burung merespons turbulensi dapat membantu memvisualisasikan bagaimana para burung melawan turbulensi yang ada dan mengurangi risiko kecelakaan akibat turbulensi. 

Pihak maskapai juga perlu memberikan pelatihan khusus terkait dengan masalah turbulensi ini. Selain itu, sebagai masyarakat umum, kita juga bisa membantu meminimalisir dampak dari kecelakaan akibat turbulensi dengan tetap mengenakan sabuk pengaman di dalam pesawat, mematuhi instruksi awak kabin, dan mengurangi tindakan-tindakan yang dapat memperparah pemanasan global. Solusi ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat turbulensi di masa yang akan datang. 

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia, Apa Sebab?

Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia, Apa Sebab?

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 21:57 WIB

Inovasi Teknologi Canggih Singapore Airlines Menjawab Tantangan Perubahan Iklim Dunia

Inovasi Teknologi Canggih Singapore Airlines Menjawab Tantangan Perubahan Iklim Dunia

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 23:17 WIB

Terdampak Krisis Iklim: Bagaimana Panas Ekstrem Membuat Harga Kopi Makin Melejit?

Terdampak Krisis Iklim: Bagaimana Panas Ekstrem Membuat Harga Kopi Makin Melejit?

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 16:10 WIB

Terkini

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:35 WIB

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum

Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik

Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44 WIB

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:23 WIB

Polda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang 3, Asep Edi Suheri Naik Pangkat Jadi Komjen

Polda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang 3, Asep Edi Suheri Naik Pangkat Jadi Komjen

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:19 WIB

Bos PT Cordelia Bara Utama Ditetapkan  Tersangka Kasus Tambang Ilegal Samin Tan!

Bos PT Cordelia Bara Utama Ditetapkan Tersangka Kasus Tambang Ilegal Samin Tan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:00 WIB

Brimob dan Tim Perintis Gerebek Balap Liar di Taman Mini, Remaja dan Motor Bodong Diamankan

Brimob dan Tim Perintis Gerebek Balap Liar di Taman Mini, Remaja dan Motor Bodong Diamankan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:40 WIB

Meski Hirup Udara Bebas, 3 Legislator NTB Tetap Dihantui Status Terdakwa Gratifikasi

Meski Hirup Udara Bebas, 3 Legislator NTB Tetap Dihantui Status Terdakwa Gratifikasi

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:39 WIB