IESR Soroti Krisis Energi Akibat Selat Hormuz: WFH Hanya Solusi Sementara

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:11 WIB
IESR Soroti Krisis Energi Akibat Selat Hormuz: WFH Hanya Solusi Sementara
Kapal tanker minyak melewati selat hormuz (Reuters/Hamad I Mohammed)

Suara.com - Perang antara AS, Israel, dan Iran yang terus berlanjut mulai memicu dampak serius terhadap sektor energi global. Salah satu imbas paling krusial adalah penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang selama ini menjadi nadi distribusi minyak dan gas dunia.

Berdasarkan data Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI), Selat Hormuz merupakan jalur utama bagi negara-negara produsen energi di kawasan Teluk Persia. Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global melewati jalur ini, sebagaimana dilaporkan BBC (30/3/2026).

Bagi Indonesia, kondisi ini menjadi ancaman nyata karena sebagian besar impor minyak mentah dan BBM juga bergantung pada rute tersebut. Dampaknya, tekanan terhadap harga BBM hampir tak terhindarkan.

Ilustrasi BBM. (Pexels/Engin Akyurt)
Ilustrasi BBM. (Pexels/Engin Akyurt)

Di tengah situasi ini, pemerintah merespons dengan langkah cepat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) akan segera diterapkan satu hari dalam sepekan untuk menekan konsumsi BBM.

Namun, Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai kebijakan tersebut hanya bersifat jangka pendek. Meski mengapresiasi langkah WFH sebagai upaya rasional dalam kondisi darurat, IESR menekankan bahwa solusi ini tidak cukup untuk menjawab akar persoalan.

“WFH satu hari merupakan langkah darurat yang tepat untuk menahan permintaan BBM. Namun krisis ini menunjukkan bahwa Indonesia harus bergerak lebih cepat menuju sistem energi yang lebih efisien, terbarukan, dan tahan terhadap guncangan geopolitik,” ujar CEO IESR, Fabby Tumiwa.

IESR menyoroti bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor energi fosil menjadi titik lemah yang harus segera dibenahi. Tanpa perubahan signifikan, Indonesia akan terus rentan terhadap fluktuasi harga dan gangguan pasokan global.

Karena itu, IESR mendorong percepatan transisi menuju energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin. Selain itu, penguatan cadangan energi nasional juga dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah krisis.

Tak kalah penting, pemerintah diminta menjaga transparansi informasi terkait stok dan distribusi energi guna mencegah kepanikan publik. Di sisi lain, upaya efisiensi energi juga perlu diperluas, baik di sektor industri maupun rumah tangga.

baca juga

Krisis akibat penutupan Selat Hormuz ini, menurut IESR, seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk berbenah. Bukan sekadar merespons dengan kebijakan jangka pendek, tetapi juga mempercepat transformasi menuju sistem energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Mobil Listrik Termurah Solusi Krisis BBM, Harga Mulai Rp 75 Jutaan

7 Mobil Listrik Termurah Solusi Krisis BBM, Harga Mulai Rp 75 Jutaan

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:02 WIB

Perjalanan Naik Turun Harga BBM dari Era Presiden Soekarno hingga Prabowo

Perjalanan Naik Turun Harga BBM dari Era Presiden Soekarno hingga Prabowo

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Daftar Orang Penting Iran Dibunuh Amerika dan Israel dalam Sebulan Perang

Daftar Orang Penting Iran Dibunuh Amerika dan Israel dalam Sebulan Perang

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Terkini

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×