Serangan Udara Beruntun Guncang Selat Hormuz, Fasilitas Vital Iran Hancur

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 02 April 2026 | 16:41 WIB
Serangan Udara Beruntun Guncang Selat Hormuz, Fasilitas Vital Iran Hancur
Selat Hormuz
baca 10 detik
  • Militer AS dan Israel menyerang dermaga serta fasilitas air vital di Selat Hormuz.

  • Lima orang dilaporkan terluka akibat hantaman jet tempur di Qeshm dan Bandar-e Charak.

  • Tim penyelamat masih bekerja di lokasi serangan untuk mengevakuasi korban dan mengamankan dermaga.

Suara.com - Situasi keamanan di kawasan Selat Hormuz mendadak mencekam menyusul aksi serangan udara yang dilakukan kekuatan militer asing.

Berdasarkan laporan media Tasnim pada Rabu, 1 April 2026, wilayah pesisir Iran menjadi target operasi udara tersebut.

Dua titik infrastruktur maritim yang menjadi sasaran utama mencakup dermaga perikanan dan pusat kegiatan niaga warga setempat.

Keterlibatan armada udara Amerika Serikat serta Israel dalam insiden ini dikonfirmasi langsung oleh otoritas pemerintahan wilayah Hormozgan.

Pejabat setempat melaporkan bahwa dentuman keras terdengar saat fasilitas publik tersebut dihantam proyektil dari pesawat tempur.

Satu di antara lokasi yang mengalami kerusakan paling parah adalah dermaga perikanan Doha yang terletak di Pulau Qeshm.

"Pesawat tempur AS dan Israel menargetkan dermaga perikanan Doha di Pulau Qeshm serta dermaga perikanan dan niaga di Bandar-e Charak," kata Wakil Gubernur Provinsi Hormozgan Ahmad Nafisi.

Pernyataan resmi tersebut mengonfirmasi bahwa serangan tidak hanya menyasar satu titik, melainkan menyebar ke wilayah strategis lainnya.

Bandar-e Charak yang merupakan pusat ekonomi pesisir turut merasakan dampak destruktif dari operasi udara gabungan tersebut.

baca juga

Investigasi awal segera dilakukan guna mendata seluruh kerusakan bangunan serta fasilitas pendukung aktivitas masyarakat nelayan.

Laporan medis sementara menunjukkan adanya warga sipil yang menjadi korban langsung akibat ledakan di lokasi kejadian.

Setidaknya terdapat dua individu yang mengalami luka-luka cukup serius di kawasan Pulau Qeshm pasca ledakan terjadi.

Sementara itu, di wilayah Bandar-e Charak, tercatat ada tiga orang lainnya yang membutuhkan perawatan medis segera.

Pemerintah daerah langsung menerjunkan tim khusus untuk melakukan penanganan darurat di setiap titik yang terkena dampak.

Proses evakuasi dan mitigasi risiko hingga kini masih terus diupayakan oleh pihak berwenang di lapangan.

Unit pencarian dan penyelamatan atau SAR telah disiagakan penuh untuk menyisir reruntuhan dermaga yang hancur tersebut.

Tim penyelamat dikerahkan untuk memastikan tidak ada korban tambahan yang terjebak di bawah puing bangunan dermaga.

Mengenai perkembangan situasi evakuasi, tim pencarian dan penyelamatan yang dikerahkan ke lokasi masih melanjutkan operasi, kata Nafisi.

Fokus utama petugas saat ini adalah menstabilkan area agar aktivitas warga tidak membahayakan keselamatan mereka sendiri.

Koordinasi antar lembaga diperketat guna mempercepat pemulihan fungsi dermaga yang sangat krusial bagi logistik daerah.

Insiden mematikan ini ternyata merupakan bagian dari rangkaian serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Ahmad Nafisi mengungkapkan bahwa sehari sebelumnya, yakni pada 31 Maret, wilayah Qeshm sudah mengalami guncangan serupa.

Ia mengatakan pada 31 Maret bahwa Dermaga Bahman di Pulau Qeshm juga telah diserang.

Fakta ini menunjukkan adanya pola serangan sistematis yang menyasar infrastruktur pendukung kehidupan warga di pulau tersebut.

Selain dermaga, akses air bersih bagi penduduk lokal juga tidak luput dari target penghancuran kekuatan militer.

Nafisi menyebut fasilitas desalinasi air laut di pulau itu menjadi sasaran serangan di hari-hari awal perang.

Penghancuran alat pengolah air laut ini diprediksi akan memicu krisis air bersih bagi ribuan warga di Pulau Qeshm.

Serangan udara ini nampaknya sengaja dirancang untuk melumpuhkan ketahanan pangan dan sumber daya vital masyarakat Iran.

Gejolak pertempuran ini semakin meluas hingga menyentuh Pelabuhan Shahid Haghani yang berlokasi di kawasan Bandar Abbas.

Aksi militer di Bandar Abbas dilaporkan terjadi pada hari Selasa, menambah panjang daftar fasilitas publik yang rusak.

Ia menambahkan bahwa serangan juga terjadi di Pelabuhan Shahid Haghani di Bandar Abbas pada Selasa.

Pelabuhan ini merupakan salah satu titik penyeberangan paling sibuk yang menghubungkan daratan dengan pulau-pulau sekitarnya.

Lumpuhnya operasional di Shahid Haghani dipastikan akan mengganggu distribusi barang dan mobilisasi penduduk di Provinsi Hormozgan.

Masyarakat internasional kini tengah memantau ketat perkembangan eskalasi yang melibatkan jet tempur Amerika Serikat dan Israel ini.

Hingga berita ini diturunkan, ketegangan di Selat Hormuz masih berada pada level tertinggi dengan pengamanan yang super ketat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Iran Balas Dendam dengan Targetkan Helikopter AS di Kuwait dan Sistem Radar Canggih Milik Israel

Iran Balas Dendam dengan Targetkan Helikopter AS di Kuwait dan Sistem Radar Canggih Milik Israel

News | Kamis, 02 April 2026 | 14:38 WIB

Iran Hancurkan Infrastuktur Cloud AWS di Bahrain! Google, Microsoft dan Apple  Target Selanjutnya

Iran Hancurkan Infrastuktur Cloud AWS di Bahrain! Google, Microsoft dan Apple Target Selanjutnya

News | Kamis, 02 April 2026 | 14:25 WIB

Terkini

32 Ibu Hamil Lolos Skrining Latsarmil, Komnas Perempuan Bongkar Bobroknya Seleksi SPPI!

32 Ibu Hamil Lolos Skrining Latsarmil, Komnas Perempuan Bongkar Bobroknya Seleksi SPPI!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:50 WIB

Kasus GMS di SMA Strada Bukti Kegagalan Sistemik Negara Lindungi Siswa Disabilitas

Kasus GMS di SMA Strada Bukti Kegagalan Sistemik Negara Lindungi Siswa Disabilitas

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:34 WIB

Sindir Prabowo Soal 'Kebocoran', JPPI: Program MBG Pelaku Utama Pencaplok Dana Guru!

Sindir Prabowo Soal 'Kebocoran', JPPI: Program MBG Pelaku Utama Pencaplok Dana Guru!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:15 WIB

Skandal Suap Hutan Kuansing Merembet ke Kemenhut, Peran Pusat Kini Mulai Didalami!

Skandal Suap Hutan Kuansing Merembet ke Kemenhut, Peran Pusat Kini Mulai Didalami!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:56 WIB

Dulu Disekap, Kini Dipolisikan! Karyawan Toko Padel Jaksel Diduga Curi 10 Raket

Dulu Disekap, Kini Dipolisikan! Karyawan Toko Padel Jaksel Diduga Curi 10 Raket

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:31 WIB

Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Sempat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan

Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Sempat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:01 WIB

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:10 WIB

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

×