Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.430.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

Iran Ungkap Rahasia Donald Trump 'Manipulasi' Harga Saham dan Minyak

M Nurhadi

Kamis, 02 April 2026 | 13:59 WIB
Iran Ungkap Rahasia Donald Trump 'Manipulasi' Harga Saham dan Minyak
Ilustrasi Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump [Suara.com/hd]
baca 10 detik
  • Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan investor global agar tidak terpengaruh narasi AS dalam pasar keuangan minyak.
  • Ghalibaf menggunakan media sosial untuk mengejek kebijakan AS sebagai bagian dari doktrin perang asimetris melawan ekonomi Amerika.
  • Strategi ini bertujuan mengguncang pasar global dan menekan pemerintahan AS agar beralih dari militerisme menuju solusi diplomatik.

Suara.com - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, baru-baru ini mengambil peran yang sangat tidak biasa di tengah berkecamuknya tensi militer antara negaranya dengan Amerika Serikat (AS).

Melalui serangkaian unggahan di platform media sosial X, Ghalibaf memosisikan dirinya layaknya seorang penasihat keuangan dadakan.

Ia memperingatkan para investor global agar tidak mentah-mentah menelan berita utama yang digerakkan oleh narasi AS.

Ghalibaf secara kritis berargumen bahwa berita palsu atau fake news kerap digunakan secara sengaja oleh AS untuk memanipulasi pasar keuangan dan komoditas minyak.

Dalam salah satu unggahan terbarunya, ia menulis: "Perhatian: Apa yang disebut 'berita' atau 'kebenaran' sebelum pasar dibuka seringkali hanyalah jebakan untuk aksi ambil untung. Pada dasarnya, itu adalah indikator terbalik."

Tidak berhenti di situ, ia bahkan memberikan anjuran perdagangan yang sangat spesifik dengan menambahkan: "Lakukan sebaliknya: Jika mereka menaikkan harganya, Short Selling. Jika mereka menurunkannya, Long Buying."

Ghalibaf menutup narasinya dengan kalimat provokatif: "Apakah Anda melihat sesuatu besok? Anda tahu aturannya.."

Para analis menilai bahwa manuver digital Ghalibaf ini bukan sekadar luapan emosi sesaat atau perang urat syaraf biasa di dunia maya.

Di balik retorika tersebut, terdapat kalkulasi strategis yang sangat serius yang mencerminkan doktrin perang asimetris (asymmetric warfare) yang dianut oleh Teheran.

baca juga

Melalui perang asimetris ini, Iran berusaha membuktikan bahwa mereka memiliki kapasitas untuk mengguncang pasar domestik AS dengan mengeksploitasi titik-titik tekan ekonomi yang sensitif.

Pendekatan inilah yang melandasi keputusan Iran sebelumnya untuk menutup Selat Hormuz—sebuah jalur perairan sangat vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan lautan terbuka.

Jalur sempit ini dilewati oleh sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia. Seperti yang telah diprediksi, penutupan jalur tersebut langsung melambungkan harga minyak dunia dan memberikan tekanan inflasi yang berat bagi perekonomian global.

Sebagai bagian dari strategi penekanan tersebut, Ghalibaf juga melayangkan ancaman terbuka kepada institusi finansial global yang terlibat dalam pendanaan aset militer AS di Timur Tengah.

Ia menyatakan, "Obligasi pemerintah AS berlumuran darah rakyat Iran," dan menambahkan ultimatum keras, "Kami memantau portofolio Anda. Ini adalah pemberitahuan terakhir Anda."

Jo Michell, seorang profesor ekonomi dari University of the West of England di Bristol, menjelaskan fenomena ini kepada Al Jazeera: "Secara umum diyakini bahwa jatuhnya pasar saham, kenaikan harga energi, dan suku bunga yang lebih tinggi pada akhirnya akan memaksa [Presiden AS Donald] Trump untuk mundur dari aksi militer dan mencari solusi diplomatik."

Menurut artikel yang ditulis Aljazeera, sikap Ghalibaf ini secara cerdas memanfaatkan kebiasaan Presiden AS Donald Trump yang sangat reaktif di media sosial.

Para pengamat pasar dan pelaku perdagangan bahkan telah mengidentifikasi sebuah pola perilaku Trump yang melahirkan akronim TACO—singkatan dari "Trump always chickens out".

Istilah ini populer di kalangan traders yang berani bertaruh bahwa gertakan Trump pada akhirnya akan melunak.

Dunia keuangan dikejutkan oleh transaksi mencurigakan yang terjadi sesaat sebelum Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan jeda serangan terhadap Iran. [Inc. Magazine]
Dunia keuangan dikejutkan oleh transaksi mencurigakan yang terjadi sesaat sebelum Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan jeda serangan terhadap Iran. [Inc. Magazine]

Profesor Jo Michell seperti dalam laporan yang sama dari Aljazeera mencatat pola inkonsistensi komunikasi sang Presiden AS: "Telah dicatat juga bahwa presiden AS membuat beberapa pernyataan paling agresifnya di akhir pekan ketika pasar tutup, hanya untuk kemudian menarik kembali pernyataannya menjelang pembukaan pasar."

Contoh nyata dari pola ini terjadi pada awal pekan perdagangan. Kurang dari 12 jam sebelum tenggat waktu 48 jam yang diberikan Trump agar Iran membuka kembali Selat Hormuz berakhir—di mana Trump mengancam akan melakukan penyerangan masif hingga "obliterate" atau melenyapkan infrastruktur energi Iran—ia justru melunak.

Trump memperpanjang tenggat waktu tersebut selama lima hari dan kemudian berjanji untuk menahan serangan selama 10 hari tambahan demi membuka ruang bagi apa yang disebutnya sebagai "constructive conversations".

Dengan ikut aktif dalam ruang informasi digital dan membingkai konflik ini sebagai pertarungan militer sekaligus propaganda, Iran berhasil mendiversifikasi metode perlawanan mereka.

Michell menggambarkan bahwa cuitan Ghalibaf di media sosial sebenarnya merupakan bentuk "taunting" atau ejekan yang ditujukan langsung kepada presiden miliarder tersebut dengan mengekspos "kelemahan utama (Trump) sekaligus menekankan bahwa pasar semakin mengabaikan upaya Trump untuk memengaruhinya.".

Indonesia tidak masuk dalam daftar negara sahabat yang diizinkan Iran melintas bebas di Selat Hormuz. (Suara.com/Aldie)
Indonesia tidak masuk dalam daftar negara sahabat yang diizinkan Iran melintas bebas di Selat Hormuz. (Suara.com/Aldie)

Ghalibaf dengan nada sarkastik mengejek upaya manipulasi psikologis AS terhadap harga minyak dengan mencuitkan: "Kami menyadari apa yang terjadi di pasar minyak kertas, termasuk perusahaan-perusahaan yang disewa untuk memengaruhi harga minyak berjangka. Kami juga melihat kampanye propaganda yang lebih luas.."

Di pasar yang sangat spekulatif, di mana investor mencari sinyal sekecil apa pun di tengah pesan Trump yang tidak konsisten, retorika pejabat Iran yang terlihat santai namun penuh kalkulasi ini justru menambah volatilitas pasar secara signifikan.

Keberadaan "high visibility of Donald Trump online" justru mempercepat dinamika ini, membuat sang presiden AS menjadi target empuk yang sangat mudah diakses dalam perang kognitif di era digital.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Iran Sebut Amerika Serikat Ciptakan Musuh Palsu Demi Kendali Pasar Strategis Global

Presiden Iran Sebut Amerika Serikat Ciptakan Musuh Palsu Demi Kendali Pasar Strategis Global

News | Kamis, 02 April 2026 | 13:46 WIB

Bumerang Perangi Iran: Israel Terancam Kehilangan Miliaran Dolar Akibat Manuver Turki

Bumerang Perangi Iran: Israel Terancam Kehilangan Miliaran Dolar Akibat Manuver Turki

News | Kamis, 02 April 2026 | 13:41 WIB

Inggris Bergerak, 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz Usai Konflik Iran

Inggris Bergerak, 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz Usai Konflik Iran

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:48 WIB

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:18 WIB

Krisis Selat Hormuz Makin Panas, Uni Emirat Arab Desak PBB Gunakan Kekuatan Militer Hadapi Blokade

Krisis Selat Hormuz Makin Panas, Uni Emirat Arab Desak PBB Gunakan Kekuatan Militer Hadapi Blokade

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:05 WIB

Perediksi Waktu Perang Iran vs AS - Israel Berakhir, Kapan?

Perediksi Waktu Perang Iran vs AS - Israel Berakhir, Kapan?

News | Kamis, 02 April 2026 | 11:39 WIB

Terkini

5 Rekomendasi HP Mid Range Terbaik untuk Foto 2026, Hasil Jernih dan Video Stabil

5 Rekomendasi HP Mid Range Terbaik untuk Foto 2026, Hasil Jernih dan Video Stabil

Tekno | Senin, 20 Juli 2026 | 14:37 WIB

Media Tetangga Sampai Heran Ada 3 Pemain Berdarah Australia Bersama Timnas Indonesia

Media Tetangga Sampai Heran Ada 3 Pemain Berdarah Australia Bersama Timnas Indonesia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 14:36 WIB

Jangan Berharap Kopdes Seperti Minimarket, Tak Semua Barang Ada

Jangan Berharap Kopdes Seperti Minimarket, Tak Semua Barang Ada

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 14:31 WIB

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:30 WIB

8 Kesamaan Spanyol Juara Piala Dunia 2010 dan 2026: dari Laga Pembuka, Shakira, hingga Gol Penentu

8 Kesamaan Spanyol Juara Piala Dunia 2010 dan 2026: dari Laga Pembuka, Shakira, hingga Gol Penentu

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 14:30 WIB

Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih

Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 14:30 WIB

Bukan Cuma Ditolak, Hakim Sebut Gugatan Praperadilan Roy Suryo Sengaja Ulur Waktu

Bukan Cuma Ditolak, Hakim Sebut Gugatan Praperadilan Roy Suryo Sengaja Ulur Waktu

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:29 WIB

Daftar JCO Run 2026 Cuma Setengah Harga? BRI Kasih Promo Spesial

Daftar JCO Run 2026 Cuma Setengah Harga? BRI Kasih Promo Spesial

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 14:19 WIB

Hakim Tolak Praperadilan Kedua Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Sah

Hakim Tolak Praperadilan Kedua Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Sah

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:19 WIB

Dinilai Tak Relevan , Ini Alasan Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo

Dinilai Tak Relevan , Ini Alasan Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:19 WIB

×