Debat Panas di DPR: Amsal Sitepu Sebut Brownies Alat Tekan, Jaksa Berdalih 'Rasa Kemanusiaan'

Muhammad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 02 April 2026 | 16:44 WIB
Debat Panas di DPR: Amsal Sitepu Sebut Brownies Alat Tekan, Jaksa Berdalih 'Rasa Kemanusiaan'
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Karo, Wira Arizona.
baca 10 detik
  • Videografer Amsal Christy Sitepu melaporkan dugaan intimidasi oleh jaksa Wira Arizona di penjara pada 1 Desember 2025.
  • Amsal mengaku diminta tidak menggunakan pengacara melalui pemberian brownies cokelat oleh jaksa saat sedang ditahan.
  • Jaksa Wira Arizona membantah tuduhan tersebut dan mengklaim pemberian brownies sebagai bentuk kemanusiaan serta budaya lokal.

Suara.com - Dugaan intimidasi yang dialami videografer asal Kabupaten Karo, Amsal Christy Sitepu, menjadi sorotan tajam dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI.

Amsal dengan blak-blakan membeberkan momen ketika dirinya didatangi oknum jaksa yang membawakan sekotak brownies cokelat sambil memintanya untuk tidak menggunakan jasa pengacara.

Amsal mengungkapkan, bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 1 Desember 2025, saat dirinya masih mendekam di dalam sel.

Ia mencatat secara detail kejadian tersebut dalam sebuah buku catatan pribadi yang ia beri judul "Cerita Orang Kalah".

“Dan terkait intimidasi lewat brownies coklat itu terjadi di tanggal 1 Desember 2025. Kenapa saya sangat saya sangat ingat, saya tulis semua kejadian-kejadian itu di buku ini, Pak. Judul bukunya ini Cerita Orang Kalah,” ungkap Amsal dalam rapat, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, sosok yang mendatanginya saat itu adalah JPU dari Kejari Karo, Wira Arizona.

Dalam pertemuan tersebut, Amsal mengeklaim adanya upaya untuk membujuknya agar tidak memperpanjang masalah hukum yang sedang berjalan.

“Di situ di tanggal 1 Desember 2025 itu yang mendatangi saya pada saat itu adalah Bapak Wira Rizona, memberikan saya sekotak brownies coklat itu dengan kalimat 'Udah lah, Bang. Enggak usah ribut-ribut ikutin aja arusnya. Ngapain Abang capek-capek pakai pengacara. Nanti kita bantu dituntutan. Ada yang terganggu.' Kurang lebih seperti itu pimpinan,” tutur Amsal.

Meski ditekan, Amsal menyatakan tetap teguh pada pendiriannya.

baca juga

“Tapi saya di situ cuma tersenyum. Saya bilang, 'Enggak, saya akan terus melawan.' Itu pimpinan dan itulah kronologi singkat sampai sampai terjadinya sampai proses adanya brownies coklat itu," katanya.

Selain soal brownies, Amsal juga mencurahkan kepedihannya sebagai pegiat ekonomi kreatif karena hasil karyanya tidak diakui dalam laporan kerugian negara. Ia menganggap hal tersebut sebagai penghinaan terhadap profesi videografer.

“Ketika ide tidak diakui, ini bukan saja sebuah kejahatan tapi ini sebuah penghinaan akan sebuah karya ya. Editing tidak diakui, ini sebuah penghinaan akan sebuah profesi, dubbing tidak diakui, cutting tidak diakui, apalagi yang paling sederhana sebenarnya mikrofon,” tegasnya.

Bahkan, ia menceritakan kebingungan Majelis Hakim saat persidangan ketika mendengarkan kesaksian para Kepala Desa.

“Majelis Hakim bertanya kepada Kepala Desa... 'Terus kenapa dia dipenjara?' Semua kepala desa bilang tidak tahu, yang mulia. jangankan kepala desa yang memegang anggaran, saya juga bingung dengan kondisi itu,” papar Amsal.

Merespons tuduhan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Karo, Wira Arizona, yang juga hadir dalam rapat tersebut memberikan klarifikasi atau bantahannya.

Ia membantah adanya niat intimidasi dan mengeklaim kehadiran timnya di rutan telah dikoordinasikan dengan pengacara Amsal.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pengacara Saudara Amsal untuk hadir di Tanjung Gusta, bertemu di Tanjung Gusta untuk dilakukannya pemeriksaan. Namun pada saat itu, penasehat hukum berhalangan hadir dikarenakan satu dan lain hal yang tidak mungkin saya sebutkan di sini,” ujar Wira.

Terkait pemberian brownies, Wira berdalih bahwa hal itu dilakukan atas dasar rasa kemanusiaan dan merupakan bagian dari kearifan lokal di wilayah tugasnya.

“Di situ juga disaksikan bahwasanya penyerahan itu tidak dari tangan saya, yaitu tangan dari staf saya, dan tidak ada omongan apa-apa, Pak. Mohon izin, saya juga tidak ada niat apa pun. Kami hanya murni mengedepankan rasa kemanusiaan, hati nurani. Dan di sini saya juga akan berikan beberapa dokumentasi dari tahun 2024. Ini sudah menjadi budaya kami, Pak, di Tanah Karo, Pak,” jelas Wira.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komisi III DPR Cecar Kajari Karo, Diduga Halangi Amsal Sitepu Keluar Rutan Meski Hakim Setuju

Komisi III DPR Cecar Kajari Karo, Diduga Halangi Amsal Sitepu Keluar Rutan Meski Hakim Setuju

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:32 WIB

Divonis Bebas, Amsal Sitepu Apresiasi Dukungan Pejuang Ekonomi Kreatif

Divonis Bebas, Amsal Sitepu Apresiasi Dukungan Pejuang Ekonomi Kreatif

Video | Kamis, 02 April 2026 | 16:05 WIB

Amsal Sitepu Bongkar Rayuan Jaksa Karo: Ditawari Jadi Saksi Ahli dan Proyek Video Sebelum Dipenjara

Amsal Sitepu Bongkar Rayuan Jaksa Karo: Ditawari Jadi Saksi Ahli dan Proyek Video Sebelum Dipenjara

News | Kamis, 02 April 2026 | 16:14 WIB

Terkini

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:47 WIB

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:33 WIB

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Riau | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:29 WIB

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:22 WIB

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:14 WIB

×