Ketua Banggar DPR Desak Reformasi Kebijakan: 79 Persen Subsidi Pertalite Dinikmati Orang Mampu

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 08 April 2026 | 11:25 WIB
Ketua Banggar DPR Desak Reformasi Kebijakan: 79 Persen Subsidi Pertalite Dinikmati Orang Mampu
Ketua Banggar DPR Said Abdullah. [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mendesak pemerintah menata ulang kebijakan subsidi energi karena penyalurannya saat ini masih bias sasaran.
  • Data Susenas menunjukkan mayoritas subsidi solar dan Pertalite justru dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu dibandingkan warga miskin.
  • Pemerintah perlu menerapkan sistem biometrik, validasi data kendaraan, dan perbaikan data pelanggan listrik untuk memastikan efisiensi subsidi energi.

Suara.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menekankan urgensi pemerintah untuk segera menata ulang kebijakan subsidi energi

Said menyoroti bahwa berdasarkan data yang ada, penyaluran subsidi kekinian masih sangat bias sasaran karena sebagian besar justru dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu, bukan rakyat miskin yang menjadi target utama.

Said memaparkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) yang menunjukkan ketimpangan distribusi subsidi. Ia merinci bahwa 72 persen subsidi solar dinikmati oleh rumah tangga golongan mampu (desil 6-10), sementara masyarakat miskin (desil 1-5) hanya menikmati 28 persen. Kondisi lebih memprihatinkan terjadi pada produk Pertalite, di mana kelompok mampu menyerap hingga 79 persen alokasi subsidi, meninggalkan hanya 21 persen untuk warga miskin.

"Hal ini terjadi karena desil atas memiliki moda transportasi lebih banyak, sehingga mengonsumsi solar dan pertalite lebih besar. Sementara mereka yang miskin umumnya tidak memiliki sarana transportasi, atau hanya berupa sepeda motor dengan mobilitas terbatas," ujar Said dalam keterangannya dikutip Rabu (8/4/2026).

Said mengingatkan pemerintah untuk belajar dari pengalaman oil shock tahun 2022 akibat perang Rusia-Ukraina. Kala itu, meskipun realisasi subsidi membengkak hingga Rp551,2 triliun, APBN tertolong oleh keuntungan mendadak (windfall profit) dari lonjakan harga batu bara dan CPO.

Namun, situasi pada APBN 2026 diprediksi akan lebih menantang. Dengan plafon subsidi dan kompensasi energi sebesar Rp381,3 triliun, pemerintah menghadapi tekanan ganda dari kenaikan harga minyak dan kurs rupiah tanpa didukung oleh windfall profit komoditas.

"Pemerintah memang berkomitmen tidak menaikkan harga BBM dan LPG dengan mengandalkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun dan skema burden sharing. Saya mengapresiasi ini demi menjaga daya beli, namun langkah ini harus dilanjutkan dengan reformasi kebijakan subsidi yang fundamental," tegasnya.

Guna membenahi carut-marut distribusi ini, Ketua Banggar menyodorkan beberapa langkah strategis:

  • Subsidi LPG Berbasis Biometrik: Said mengusulkan agar Indonesia mengadopsi sistem identitas biometrik seperti Sistem Aadhaar di India. Subsidi LPG diarahkan hanya untuk 40 persen penduduk berpendapatan rendah (desil 1-4) melalui rekening perbankan yang terintegrasi. Dengan sistem tertutup ini, LPG 3 kg di pasaran bisa dijual dengan harga keekonomian, namun warga miskin tetap mendapatkan bantuan yang tepat sasaran.
  • Pengetatan Subsidi BBM: Said mendesak Pertamina untuk melakukan validasi ulang data aplikasi MyPertamina dengan data STNK dari kepolisian. Ia mengusulkan agar kendaraan roda empat pribadi dilarang total menggunakan solar subsidi dan pertalite. 

"Fokus subsidi BBM harus diprioritaskan untuk kapal nelayan kecil, alat pertanian, dan motor pelaku UMKM. Kendaraan niaga pengangkut pangan tetap diperbolehkan demi menjaga inflasi," tambahnya.

baca juga

Validasi Pelanggan Listrik: PLN diminta melakukan validasi data pelanggan daya 900 VA kebawah dengan mengacu pada survei Susenas. Hal ini bertujuan agar pelanggan yang tingkat kesejahteraannya sudah naik segera keluar dari kategori subsidi. Said juga mendorong program kompor listrik bagi rumah tangga miskin sebagai opsi tambahan.

Lebih lanjut, Said menegaskan bahwa reformasi kebijakan subsidi energi tidak boleh lagi ditunda. Ketidakpastian geopolitik global, terutama konflik di wilayah Teluk, menjadikan harga minyak dunia sulit diprediksi.

"Bila kita bisa melakukan langkah reformasi lebih awal, di kemudian hari pemerintah akan memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk menghadapi oil shock dan melindungi rakyat yang benar-benar membutuhkan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CELIOS Wanti-Wanti Mandatori B50 Bisa Bikin Rugi Negara

CELIOS Wanti-Wanti Mandatori B50 Bisa Bikin Rugi Negara

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 07:29 WIB

Banggar DPR Tolak Usulan JK Kurangi Subsidi BBM: Kenapa Hak Orang Miskin Diotak-Atik?

Banggar DPR Tolak Usulan JK Kurangi Subsidi BBM: Kenapa Hak Orang Miskin Diotak-Atik?

News | Senin, 06 April 2026 | 15:59 WIB

Pertamina Pastikan Distribusi Pertalite dan Pertamax di Kota Cilegon Tetap Terjaga

Pertamina Pastikan Distribusi Pertalite dan Pertamax di Kota Cilegon Tetap Terjaga

Otomotif | Minggu, 05 April 2026 | 16:31 WIB

Terkini

Deretan Musisi Ramaikan wondrX 2026 di ICE BSD

Deretan Musisi Ramaikan wondrX 2026 di ICE BSD

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:21 WIB

Penetrasi KUR BRI Sukses Dongkrak Literasi Keuangan Warga Pelosok Desa

Penetrasi KUR BRI Sukses Dongkrak Literasi Keuangan Warga Pelosok Desa

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Ulasan First Love: Ketika Cinta Pertama Menemukan Jalan Pulang

Ulasan First Love: Ketika Cinta Pertama Menemukan Jalan Pulang

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:20 WIB

3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim

3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Sandy Walsh Blak-blakan Jelang Kick Off Super League, Senggol 4 Pemain Persib Ini

Sandy Walsh Blak-blakan Jelang Kick Off Super League, Senggol 4 Pemain Persib Ini

Bola | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:15 WIB

OTT Rektor Unsoed Bongkar Bobroknya Kampus, Otonomi PTN Tanpa Pengawasan Ketat Jadi Sarang Korupsi

OTT Rektor Unsoed Bongkar Bobroknya Kampus, Otonomi PTN Tanpa Pengawasan Ketat Jadi Sarang Korupsi

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Masifnya Penyaluran KUR BRI Ciptakan Lapangan Kerja Baru di Daerah

Masifnya Penyaluran KUR BRI Ciptakan Lapangan Kerja Baru di Daerah

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Lenovo Pasok Mesin Esports World Cup 2026, dari PC Legion hingga Laptop Layar Gulung

Lenovo Pasok Mesin Esports World Cup 2026, dari PC Legion hingga Laptop Layar Gulung

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Kalimantan Kembali Terbakar, Malaysia Mulai Terganggu: Hantu Krisis Asap 1998 Muncul Lagi

Kalimantan Kembali Terbakar, Malaysia Mulai Terganggu: Hantu Krisis Asap 1998 Muncul Lagi

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Lebih dari Sekadar Melodrama: Membedah Resolusi Emosional dalam 'Tunggu Aku Sukses Nanti'

Lebih dari Sekadar Melodrama: Membedah Resolusi Emosional dalam 'Tunggu Aku Sukses Nanti'

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:50 WIB

×