Gus Ipul Ingatkan Pemda Sekolah Rakyat Tak Membuka Pendaftaran Siswa

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Senin, 13 April 2026 | 21:00 WIB
Gus Ipul Ingatkan Pemda Sekolah Rakyat Tak Membuka Pendaftaran Siswa
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menerima audiensi Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian dan Bupati Ogan Komering Ulu Teddy Meilwansyah di ruang rapat Menteri Sosial, Gedung Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). (Dok: Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, melainkan menggunakan mekanisme penjangkauan langsung berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan program tepat sasaran bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Hal tersebut disampaikan Gus Ipul saat menerima audiensi Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian dan Bupati Ogan Komering Ulu Teddy Meilwansyah di ruang rapat Menteri Sosial, Gedung Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).

“Tidak ada pembukaan pendaftaran, ingat semua harus paham ini. Data (calon siswa) dijangkau lewat desil 1 dan desil 2 (DTSEN) di daerah tersebut, verifikasi lapangan oleh Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), BPS, dan Pemerintah Daerah (Pemda). Jadi Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan,” kata Gus Ipul.

Hasil verifikasi kemudian harus mendapat persetujuan orang tua calon siswa dan kepala daerah sebelum ditetapkan secara resmi oleh Kemensos. Gus Ipul menekankan, ketepatan proses di tingkat daerah menjadi kunci keberhasilan program.

“Kalau Bupati salah, kita salah. Bupati benar, kita benar. Tapi dari awal prosesnya kita ikut mengawal,” jelas Gus Ipul.  

Selain itu, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi terpadu pengentasan kemiskinan. Program ini tidak hanya menyasar anak, tetapi juga memperkuat kondisi sosial dan ekonomi keluarga.

Ia menjelaskan, anak yang bersekolah akan diikuti dengan pemberdayaan orang tua, termasuk perbaikan rumah, akses Koperasi Desa Merah Putih, serta jaminan kesehatan melalui skema PBI JKN. Dengan pendekatan tersebut, keluarga diharapkan dapat meningkat taraf hidupnya dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial (Bansos).

“Jadi nanti anaknya lulus Sekolah Rakyat, orang tuanya naik kelas dan (mandiri) tidak terima bansos lagi,” kata Gus Ipul.

Ia menambahkan, lulusan Sekolah Rakyat diarahkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau menjadi tenaga kerja terampil sesuai potensi masing-masing. “Tidak boleh menganggur. Kalau menganggur, gagal Sekolah Rakyat,” katanya.

Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat permanen telah berjalan di lebih dari 100 titik di berbagai daerah. Program ini menyasar sekitar 4 juta anak di Indonesia yang belum sekolah, tidak sekolah, atau putus sekolah, termasuk di Kabupaten Pesawaran dan Ogan Komering Ulu.

baca juga

Dalam implementasinya, Sekolah Rakyat juga tidak menggunakan tes akademik. Seleksi dilakukan melalui tes kesehatan dan pemetaan bakat (talent mapping) untuk mengidentifikasi potensi siswa sejak dini, termasuk kecenderungan di bidang sosial, sains dan teknologi, maupun bahasa.

Fasilitas yang disediakan meliputi asrama, makan bergizi gratis, perlengkapan sekolah, serta dukungan pembelajaran digital. Setiap siswa dan guru difasilitasi perangkat laptop, dengan ruang kelas yang dilengkapi papan tulis digital (smartboard).

“Ini bukan sekolah biasa tapi bagian dari pengentasan kemiskinan,” pungkasnya.

Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian menyambut positif program Sekolah Rakyat. Ia berharap daerahnya dapat menjadi prioritas pelaksanaan program tersebut, mengingat masih banyak anak dari keluarga prasejahtera yang belum memperoleh akses pendidikan berkualitas.

“Yang pasti Bapak Mensos, untuk lahan pembangunan (Sekolah Rakyat), Insya Allah kami sudah siap. Proposalnya sudah kami kirim,” kata Nanda.

Senada, Bupati Ogan Komering Ulu Teddy Meilwansyah menyatakan kesiapan Pemda untuk menggunakan APBD demi mendukung pembangunan Sekolah Rakyat sesuai standar Kementerian PU.

“Kalau perlu pemerataan tanah (untuk pembangunan Sekolah Rakyat), kami siap menggunakan dana kami sendiri supaya nanti bisa memenuhi standar dari Satker KemenPU. Kami juga mohon dukungan Pak Menteri mudah-mudahan Oktober bisa berjalan dan anak-anak kami yang dari OKU bisa tertampung karena animo tinggi,” kata Teddy.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Andy Kurniawan, Kepala Biro Umum Kemensos Salahuddin Yahya, serta Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos Joko Widiarto.

Dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran hadir Kepala Bappeda Adhytia Hidayat dan Kepala Dinas Sosial M. Zuriadi. Sementara dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu hadir Asisten III Bidang Administrasi Umum Romson Fitri dan Kepala Dinas Sosial Iwarman.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satu Siswa Dapat 4 Pasang, Intip Penampakan Sepatu Sekolah Rakyat yang Dibanderol hingga Rp640 Ribu

Satu Siswa Dapat 4 Pasang, Intip Penampakan Sepatu Sekolah Rakyat yang Dibanderol hingga Rp640 Ribu

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:35 WIB

Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!

Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:26 WIB

Calon Siswa Sekolah Rakyat Menangis di Pelukan Seskab Teddy: Saya Mau Sekolah, Pak

Calon Siswa Sekolah Rakyat Menangis di Pelukan Seskab Teddy: Saya Mau Sekolah, Pak

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:00 WIB

Sepatu Sekolah Rakyat Merk Apa? Dianggarkan Sampai Rp700 Ribu per Pasang

Sepatu Sekolah Rakyat Merk Apa? Dianggarkan Sampai Rp700 Ribu per Pasang

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:24 WIB

Berapa Harga Sepatu Stradenine? Bukan Rp700 Ribuan,  Ini Faktanya

Berapa Harga Sepatu Stradenine? Bukan Rp700 Ribuan, Ini Faktanya

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:09 WIB

Brand Stradenine Klarifikasi Isu Keterlibatan di Program Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu per Pasang

Brand Stradenine Klarifikasi Isu Keterlibatan di Program Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu per Pasang

Entertainment | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:43 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×