- Kementerian Sosial mengalokasikan anggaran Rp27,5 miliar pada 2026 untuk pengadaan sepatu siswa dengan asumsi harga Rp700 ribu per pasang.
- Publik memprotes karena harga tersebut dinilai tidak wajar dibandingkan harga pasar merek Stradenine yang hanya sekitar Rp180 ribu.
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan anggaran tersebut bersifat dinamis dan mencakup berbagai kebutuhan operasional siswa, bukan hanya sepatu.
Suara.com - Proyek pengadaan sepatu Sekolah Rakyat yang dikelola oleh Kementerian Sosial menjadi sorotan tajam publik. Banyak yang bertanya-tanya sepatu Sekolah Rakyat merk apa?
Berdasarkan data yang dihimpun, Kementerian Sosial mengalokasikan anggaran sekitar Rp27,5 miliar untuk pengadaan 39.345 pasang sepatu bagi siswa pada 2026. Jika dirinci, biaya per pasang sepatu diasumsikan mencapai Rp700 ribu dan langsung memicu perdebatan.
Angka tersebut dinilai tidak wajar oleh banyak pihak untuk ukuran sepatu sekolah. Publik mulai mempertanyakan, sepatu seperti apa yang dianggarkan dengan nominal sebesar itu dan berasal dari merek apa.
Di tengah polemik tersebut, rasa penasaran publik semakin menguat setelah muncul dugaan bahwa sepatu yang digunakan berkaitan dengan salah satu brand lokal. Nama Stradenine kemudian ikut terseret dalam perbincangan di media sosial.
![Brand Stradenine Klarifikasi Isu Keterlibatan di Program Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu per Pasang [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/05/33616-brand-stradenine-klarifikasi-isu-keterlibatan-di-program-sepatu-sekolah-rakyat-rp700-ribu-per-pasang.jpg)
Sepatu Sekolah Rakyat Merk Apa?
Kegaduhan di media sosial semakin memuncak setelah beredar foto Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau kerap disapa Gus Ipul bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sepatu kepada siswa. Sepatu dalam foto tersebut diduga merupakan produk dari merek Stradenine.
Sejumlah warganet kemudian melakukan penelusuran dan menemukan kemiripan model sepatu tersebut di marketplace. Produk dengan tampilan serupa diketahui dijual dengan harga sekitar Rp170 ribu hingga Rp180 ribu per pasang.
Selisih harga yang cukup jauh dari angka Rp700 ribu pun memicu reaksi keras publik. Perbandingan ini menjadi bahan kritik sekaligus mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pengadaan.
Menanggapi polemik yang berkembang, pihak Stradenine akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Mereka menyampaikan bahwa foto yang beredar memang menampilkan salah satu produk mereka dengan harga asli Rp179.900.
Namun, Stradenine juga menegaskan tidak pernah terlibat dalam proyek pengadaan tersebut. Mereka menyatakan tidak mengetahui dan tidak menerima pesanan langsung terkait program sepatu Sekolah Rakyat yang sedang dipersoalkan.
Penjelasan Kementerian Sosial
Menanggapi polemik yang meluas, Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan penjelasan terkait anggaran tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh alokasi dana ditujukan untuk kepentingan siswa.
“Untuk penganggaran nanti detailnya bisa dikonfirmasi lebih lanjut ya. Tapi pada dasarnya penganggaran kita semua untuk siswa. Semua untuk siswa,” ujar Gus Ipul di Kantor Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Jakarta Pusat, pekan lalu.
Ia juga menekankan bahwa angka Rp700 ribu masih merupakan alokasi awal yang bersifat dinamis. Artinya, nilai tersebut belum tentu menjadi harga final dalam proses pengadaan.
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa anggaran program Sekolah Rakyat tidak hanya mencakup sepatu. Pembiayaan tersebut dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar siswa secara menyeluruh.
“Intinya, penganggaran di Sekolah Rakyat itu semua adalah untuk kebutuhan siswa, di samping untuk kebutuhan operasional. Kebutuhan siswa apa saja? Untuk makan, untuk minum, untuk seragam, ya termasuk sepatu, dan lain sebagainya,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen untuk menjaga transparansi dalam proses pengadaan. Gus Ipul menyatakan dirinya bersama wakil menteri tidak akan terlibat langsung dalam teknis proyek.