Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS

Muhammad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:38 WIB
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
kondisi bangkai bus als yang terbakar di Muratara Sumatera Selatan
baca 10 detik
  • Kecelakaan bus ALS dan truk tangki di Muratara menewaskan 16 orang akibat kondisi jalan rusak dan minim rambu.
  • Anggota DPR RI mendesak pemerintah mengaudit infrastruktur jalan nasional serta standar keamanan kendaraan pengangkut bahan berbahaya dan beracun.
  • Polisi menyelidiki temuan barang terlarang dalam bus dan menuntut akuntabilitas pihak penyelenggara jalan atas kelalaian pemeliharaan infrastruktur transportasi.

Suara.com - Tragedi kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang terbakar usai bertabrakan dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, memicu kritik keras dari DPR RI.

Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty, menilai kecelakaan yang menewaskan 16 orang itu menjadi bukti buruknya tata kelola keselamatan jalan nasional.

Menurut Saadiah, negara tidak bisa terus-menerus menjadikan sopir sebagai pihak yang paling disalahkan setiap kali kecelakaan besar terjadi. Ia menyoroti kondisi jalan nasional yang rusak dan minim perlindungan keselamatan.

“Tragedi ini menunjukkan bahwa keselamatan jalan tidak bisa hanya dilihat dari kesalahan pengemudi. Negara juga harus bertanggung jawab terhadap kondisi infrastruktur jalan dan sistem keselamatan transportasi yang ada,” ujar Saadiah dalam keterangannya dikutip Suara.com, Kamis (7/5/2026).

Kecelakaan nahas itu diketahui terjadi setelah bus ALS diduga kehilangan kendali saat berusaha menghindari lubang jalan di Jalinsum Muratara. Bus kemudian masuk ke jalur berlawanan dan menghantam truk tangki BBM hingga memicu kebakaran hebat.

Saadiah menyebut kondisi jalan di Sumatera Selatan masih jauh dari kata aman. Ia mengungkap hanya 33,45 persen jalan nasional di wilayah tersebut yang benar-benar berada dalam kondisi baik.

“Ini ironi. Di atas kertas tingkat kemantapan jalan tinggi, tetapi realitas di lapangan justru menunjukkan masih banyak ruas jalan yang membahayakan pengguna jalan,” ucapnya.

Politikus PKS itu juga menyoroti minimnya rambu peringatan dan marka jalan di lokasi kecelakaan. Menurutnya, kondisi tersebut memperbesar risiko kecelakaan fatal.

“Kalau jalan rusak tetapi tidak ada rambu peringatan dan marka jalan juga tidak jelas, maka ini bukan lagi sekadar kelalaian teknis, tetapi menyangkut tanggung jawab keselamatan publik,” tegas Saadiah.

baca juga
bus als yang terbakar di Muratara Sumatera Selatan [dok Polda Sumsel}
bus als yang terbakar di Muratara Sumatera Selatan [dok Polda Sumsel}

Tak hanya itu, Saadiah meminta pemerintah melakukan audit ketat terhadap standar keamanan kendaraan pengangkut bahan berbahaya dan beracun (B3), termasuk truk tangki BBM.

"Kecelakaan yang melibatkan kendaraan B3 harus memiliki standar mitigasi yang jauh lebih tinggi. Jangan sampai setiap kecelakaan langsung berubah menjadi tragedi kebakaran besar,” paparnya.

Ia juga mengingatkan adanya ancaman pidana bagi penyelenggara jalan yang lalai sebagaimana diatur dalam Pasal 273 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum tidak hanya memeriksa pengemudi, tetapi juga pihak yang bertanggung jawab atas pemeliharaan jalan.

"Jangan sampai setiap tragedi berakhir tanpa evaluasi sistemik. Kalau memang ada kelalaian dalam pemeliharaan jalan nasional, maka harus ada akuntabilitas yang jelas,” jelasnya.

Saadiah pun meminta pemerintah segera melakukan audit total terhadap jalan nasional dan memperkuat anggaran preservasi jalan agar perbaikan dilakukan sebelum memakan korban.

"Kita tidak boleh menunggu korban berikutnya baru bergerak. Keselamatan jalan harus menjadi prioritas utama negara,” tegasnya.

Sebanyak 16 kantong jenazah korban meninggal dunia bus ALS tiba di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Kamis (7/5/2026). [Suara.com/Polda Sumsel]
Sebanyak 16 kantong jenazah korban meninggal dunia bus ALS tiba di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Kamis (7/5/2026). [Suara.com/Polda Sumsel]

Muatan Gas hingga Sepeda Motor

Sebelumnya, polisi juga menyoroti temuan sejumlah barang tidak lazim di dalam Bus ALS yang terbakar. Dalam olah TKP, petugas menemukan tabung gas, dipan kayu, alat mesin motor, hingga dua unit sepeda motor di dalam bus.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan temuan tersebut tengah didalami penyidik karena diduga melanggar ketentuan angkutan penumpang umum.

"Temuan ini mengindikasikan adanya barang bawaan di luar ketentuan angkutan penumpang umum dan sedang didalami lebih lanjut," kata Nandang.

Akibat kecelakaan itu, total 20 orang menjadi korban. Sebanyak 16 orang meninggal dunia, tiga korban mengalami luka berat, dan satu lainnya luka ringan.

Seluruh jenazah korban kekinian tengah menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang oleh Tim DVI Polda Sumsel dan Mabes Polri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:03 WIB

Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!

Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:43 WIB

Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal

Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:16 WIB

Terkini

Penjualan Mobil Nasional Juli 2026 Meningkat, Dominasi Mobil China Kian Nyata

Penjualan Mobil Nasional Juli 2026 Meningkat, Dominasi Mobil China Kian Nyata

Otomotif | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:15 WIB

2 Anggota KPK Gadungan Tipu dan Sekap Lansia di Serpong

2 Anggota KPK Gadungan Tipu dan Sekap Lansia di Serpong

Banten | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Kemarau Panjang Ubah Wajah Situ Gede, Air Menyusut Pemandangan Tak Biasa Ini Viral

Kemarau Panjang Ubah Wajah Situ Gede, Air Menyusut Pemandangan Tak Biasa Ini Viral

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:12 WIB

Jalur Ekspedisi Disusupi, Kabupaten Bogor Jadi Sarang Transit Peredaran Rokok Ilegal

Jalur Ekspedisi Disusupi, Kabupaten Bogor Jadi Sarang Transit Peredaran Rokok Ilegal

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Sepucuk Surat dalam Film Dear You Mengajarkan Arti Rindu yang Hilang

Sepucuk Surat dalam Film Dear You Mengajarkan Arti Rindu yang Hilang

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Ambil Sampel Cari Penyebab Kematian, Polisi Bongkar Makam Sutrimo di Banyumas

Ambil Sampel Cari Penyebab Kematian, Polisi Bongkar Makam Sutrimo di Banyumas

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Timnas Indonesia Bakal Turun dengan Kekuatan Penuh di FIFA ASEAN Cup, Negara Tetangga Was-was

Timnas Indonesia Bakal Turun dengan Kekuatan Penuh di FIFA ASEAN Cup, Negara Tetangga Was-was

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:05 WIB

2 Pilihan Kulkas Mini Polytron 50 Liter, Hemat Listrik dan Pas untuk Ruang Sempit

2 Pilihan Kulkas Mini Polytron 50 Liter, Hemat Listrik dan Pas untuk Ruang Sempit

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Hibah Rp800 Juta untuk DWP Tangsel Disorot, Dasar Hukum Pencairan Anggaran Dipertanyakan

Hibah Rp800 Juta untuk DWP Tangsel Disorot, Dasar Hukum Pencairan Anggaran Dipertanyakan

Banten | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:03 WIB

The First Responders Season 2 dan Pertarungan Otak Melawan Dalang Kejahatan

The First Responders Season 2 dan Pertarungan Otak Melawan Dalang Kejahatan

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:00 WIB

×