DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 07 Mei 2026 | 11:49 WIB
DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan
Anggota Komisi I DPR RI fraksi NasDem, Amelia Anggraini. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mengkritisi langkah Bakom RI merangkul New Media Forum sebagai mitra pemerintah.
  • Amelia menyoroti risiko penyalahgunaan informasi karena media tersebut belum memiliki standar etik dan mekanisme verifikasi yang jelas.
  • Komisi I DPR RI berkomitmen memperbarui regulasi digital guna memastikan akuntabilitas media tanpa membatasi kebebasan berekspresi publik.

Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, memberikan catatan kritis terkait langkah Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, yang memperkenalkan New Media Forum sebagai mitra baru pemerintah. 

Amelia menegaskan, meski langkah merangkul homeless media tersebut patut diapresiasi, aspek pengawasan ketat harus menjadi prioritas utama agar tidak memicu penyalahgunaan informasi.

Ia menilai fenomena homeless media yang tergabung dalam forum tersebut bukanlah hal baru, melainkan evolusi dari jurnalisme warga (citizen journalism). 

Jika dulu terbatas pada blog dan forum seperti Kompasiana atau Net CJ, kini ekosistemnya telah meledak di platform besar seperti TikTok, Instagram, X, dan YouTube karena kemudahan distribusi dan besarnya basis audiens.

"Saya melihat apa yang disebut homeless media ini memang berada di wilayah yang agak abu-abu. Mereka punya pengaruh besar terhadap opini publik, bahkan kadang lebih cepat dari media konvensional, tetapi banyak yang belum memiliki struktur redaksi, mekanisme verifikasi, hingga standar etik jurnalistik yang jelas," ujar Amelia dalam keterangannya yang diizinkan untuk dikutip Suara.com, Kamis (7/5/2026). 

Amelia menekankan bahwa media-media ini berada di persimpangan jalan; di satu sisi menjalankan fungsi informasi, namun di sisi lain belum sepenuhnya tunduk pada kerangka Undang-Undang Pers. 

Untuk itu, ia mengingatkan Bakom RI agar kemitraan ini tidak sekadar menjadi alat stempel pemerintah tanpa akuntabilitas.

Mengenai inisiatif Bakom RI untuk melakukan pembinaan, Amelia menyatakan dukungannya sebagai upaya mendorong profesionalisme media baru. Namun, ia memberikan peringatan keras terkait risiko yang mungkin muncul.

"Maka ketika pemerintah mencoba merangkul dan mengedukasi mereka menjadi lebih profesional, tentu itu bisa diapresiasi. Tetapi pada saat yang sama, ini tetap harus diawasi agar tidak justru menciptakan standar ganda, konflik kepentingan, atau menjadi ruang penyebaran informasi yang lepas dari akuntabilitas publik," tegasnya.

baca juga

Amelia menambahkan, pengawasan diperlukan agar media yang bermitra dengan pemerintah tetap menjaga integritasnya dan tidak kehilangan jati diri sebagai penyampai informasi yang objektif bagi publik.

Dari sisi legislatif, Amelia mengakui bahwa banyak regulasi saat ini sudah tertinggal oleh perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat. 

Komisi I DPR RI berkomitmen untuk melakukan sinkronisasi aturan guna menutup celah hukum di dunia digital.

"DPR mencoba catch up agar regulasi kita tetap relevan dan tidak ada pihak yang merasa above the law (di atas hukum) hanya karena berada di platform digital," jelasnya.

Kendati demikian, Amelia memastikan bahwa DPR akan menjaga agar pembaruan regulasi tidak bersifat represif. 

"Kami menjaga agar tidak menjadi hyper-regulation yang mematikan kebebasan berekspresi. Keseimbangannya penting: ruang digital harus tetap sehat dan bertanggung jawab, tetapi tidak mematikan partisipasi publik maupun inovasi media baru," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu 'Homeless Media' yang Viral dari Kebijakan Bakom RI

Apa Itu 'Homeless Media' yang Viral dari Kebijakan Bakom RI

Tekno | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:02 WIB

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:13 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Terkini

Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi

Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:36 WIB

Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa

Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:31 WIB

Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!

Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:20 WIB

iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset

iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:16 WIB

Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar

Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar

News | Senin, 22 Juni 2026 | 14:07 WIB

Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran

Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:55 WIB

Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'

Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:53 WIB

Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung

Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:53 WIB

KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai

KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:47 WIB

Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI

Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:44 WIB