Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:19 WIB
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
Danau Turkana (No Water No Life)

Suara.com - Danau Turkana di Kenya yang dikenal sebagai tempat lahirnya umat manusia kini airnya telah menyusut dari beberapa milenium terakhir.

Penelitian geologi terbaru dari laporan New Scientist mengungkapkan bahwa perubahan volume air pada danau-danau besar dapat memengaruhi stabilitas kerak bumi di bawahnya.

Di Danau Turkana, penurunan permukaan air tadi berkorelasi dengan peningkatan aktivitas gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Mekanisme Tekanan Hidrostatis pada Patahan

Danau Turkana terletak di Great Rift Valley, tempat di mana lempeng benua aktif perlahan-lahan bergerak memisahkan diri, terbelah, dan menyebar. Danau ini adalah danau gurun permanen terbesar di dunia, berisi air asin kehijauan yang dikelilingi semak berpasir dan batuan berangin.

Berdasarkan penelitian yang dipimpin oleh Christopher Scholz dari Syracuse University, volume air danau berfungsi sebagai beban yang memberikan tekanan pada dasar danau. Secara teknis, massa air yang besar memberikan tekanan yang membantu mengunci zona patahan di bawahnya. Sekitar 4.000 hingga 6.000 tahun yang lalu, ketika permukaan air turun hingga 100 sampai 150 meter akibat iklim yang lebih kering, beban tersebut berkurang.

Untuk menentukan dampak perubahan iklim ini, Scholz dan rekan-rekannya mengidentifikasi lapisan sedimen tertentu yang sesuai dengan periode waktu yang berbeda dalam inti sedimen yang sebelumnya telah diambil dari dasar danau.

Temuan dan Dampak di Wilayah Hunian Purba

Tim peneliti menggunakan metode pencitraan sonar untuk memeriksa 27 patahan di dasar danau. Mereka menganalisis lapisan sedimen dari berbagai periode waktu untuk mengukur pergeseran vertikal pada sisi-sisi patahan.

baca juga

Data menunjukkan bahwa ketika iklim mengering, laju pergeseran patahan meningkat dengan rata-rata 0,17 milimeter per tahun. Selain aktivitas tektonik, pemodelan komputer juga menunjukkan bahwa pengurangan massa air memungkinkan magma untuk naik melalui kerak bumi. Fenomena ini dianalogikan oleh Ken Macdonald dari Universitas California sebagai proses pengurangan tekanan yang memicu kenaikan magma.

“Ini hampir seperti melonggarkan sumbat botol sampanye,” katanya. “Saat Anda mengurangi tekanan itu, magma lebih mungkin naik ke kerak bumi dan meletus.”

Danau Turkana memiliki nilai arkeologisnya tersendiri. Danau ini menjadi lokasi penemuan fosil dari setidaknya enam spesies hominin yang berusia hingga 4,2 juta tahun. Data penelitian menunjukkan bahwa nenek moyang manusia yang mendiami wilayah ini tidak hanya menghadapi tantangan perubahan iklim yang terus mengering, tetapi juga harus beradaptasi dengan lingkungan yang sering kali tidak stabil akibat peningkatan aktivitas seismik.

Implikasi pada Pengelolaan Air dan Bendungan

Meskipun saat ini curah hujan mulai meningkatkan kembali permukaan air di Danau Turkana, para ahli menekankan bahwa agar tekanan air tersebut dapat secara signifikan menekan kembali aktivitas vulkanik dan gempa bumi, maka diperlukan ribuan tahun untuk menunggunya.

“Mereka seharusnya memasang (seismometer) sebelum melakukan perubahan besar apa pun,” kata Macdonald.

Para penulis studi menyarankan agar penilaian bahaya seismik di masa depan juga mempertimbangkan variabel perubahan permukaan air. Sementara pemerintah juga harus memperhitungkan risiko gempa bumi sebelum membangun dan membongkar bendungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman

Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman

News | Senin, 20 April 2026 | 21:50 WIB

Gempa Bitung 7,6 Magnitudo, Rumah hingga Kantor Pemerintah Rusak

Gempa Bitung 7,6 Magnitudo, Rumah hingga Kantor Pemerintah Rusak

Video | Jum'at, 03 April 2026 | 15:15 WIB

BMKG Ungkap Deformasi Kerak Bumi Jadi Pemicu Kerusakan Gedung KONI Manado

BMKG Ungkap Deformasi Kerak Bumi Jadi Pemicu Kerusakan Gedung KONI Manado

Video | Jum'at, 03 April 2026 | 11:20 WIB

Terkini

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:49 WIB

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Lebih dari Sekadar Visual: Intip Keseruan CHROMA di The Lounge by CASA pada Art Jakarta 2026

Lebih dari Sekadar Visual: Intip Keseruan CHROMA di The Lounge by CASA pada Art Jakarta 2026

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Merasa Namanya Hancur, Fuad Hasan Klaim Tak Pernah Beri Nusron Wahid Uang Ratusan Miliar

Merasa Namanya Hancur, Fuad Hasan Klaim Tak Pernah Beri Nusron Wahid Uang Ratusan Miliar

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:16 WIB

×