Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

Galih Prasetyo

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:17 WIB
Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam
Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam, Malaysia Sentil Menaker Yassierli [Istimewa]
baca 10 detik
  • Kapal pengangkut 37 imigran ilegal asal Indonesia tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, setelah berangkat dari Sumatra Utara.
  • Tim gabungan Malaysia telah menemukan 27 korban, dengan rincian 23 orang selamat dan empat orang ditemukan dalam kondisi meninggal.
  • Media Malaysia mendesak pemerintah Indonesia meningkatkan edukasi bahaya migrasi ilegal guna mencegah terulangnya insiden penyelundupan pekerja migran tersebut.

Suara.com - Arus masuk pekerja ilegal asal Indonesia ke Malaysia melalui jalur laut kembali menjadi sorotan setelah insiden tenggelamnya kapal di perairan Pulau Pangkor, Perak.

Meski aparat keamanan Malaysia terus memperketat pengawasan di wilayah perairan, upaya penyelundupan pekerja migran ilegal tetap terjadi.

Salah satu media di Malaysia mendesak pemerintah Indonesia tak lepas tangan atas kasus ini.

Menurut media Malaysia, pemerintah Indonesia diminta perlu meningkatkan edukasi soal bahaya dan resiko masuk ke negara lain dengan jalur ilegal.

"Pemerintah Indonesia juga dinilai perlu meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya menjadi imigran ilegal dan risiko penyelundupan laut," ulas media Malaysia Berita Harian.

"Hubungan dekat Indonesia dan Malaysia sebagai negara serumpun disebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan persoalan ini,"

Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia. [Ist]
Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia. [Ist]

Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamatan korban kapal tenggelam yang membawa imigran ilegal asal Indonesia di perairan Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, kembali menemukan empat korban jiwa pada hari kedua pencarian.

Empat jenazah tersebut ditemukan tim Polisi Maritim Malaysia sekitar pukul 14.00 waktu setempat dalam kondisi terapung di laut dekat wilayah Segari. Korban terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki.

Direktur Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Perak, Mohamad Shukri Khotob, mengatakan jasad para korban ditemukan sekitar 13 mil laut dari Pulau Talang.

baca juga

Korban diduga terbawa arus sejauh sekitar 10 mil laut dari titik awal kapal dilaporkan tenggelam.

“Dua kapal Polisi Maritim menemukan jenazah dalam kondisi terapung di wilayah perairan dekat Segari,” ujar Mohamad Shukri dalam konferensi pers di Dermaga Polisi Maritim Kampung Acheh, Lumut.

Dengan penemuan terbaru tersebut, total korban kapal tenggelam yang berhasil ditemukan kini mencapai 27 orang.

Sebanyak 23 orang sebelumnya berhasil diselamatkan pada hari pertama operasi SAR.

Namun, hingga kini masih ada 10 korban lain yang belum ditemukan.

Tim gabungan dari Polisi Maritim Malaysia dan Angkatan Laut Diraja Malaysia (TLDM) terus memperluas area pencarian hingga mencakup 151 mil laut persegi.

“Kami masih mencari 10 korban yang belum ditemukan dan operasi akan diteruskan dengan dukungan seluruh aset yang ada,” kata Mohamad Shukri.

Insiden kapal tenggelam ini bermula setelah aparat menerima laporan dari seorang nelayan lokal sekitar pukul 05.30 pagi.

Nelayan tersebut menemukan sejumlah korban terapung di laut dan segera meminta bantuan penyelamatan.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan kapal tersebut membawa 37 imigran ilegal yang diduga berasal dari Indonesia.

Mereka disebut berangkat dari Kisaran, Sumatra Utara, pada 9 Mei 2026 dengan tujuan masuk ke Malaysia secara ilegal.

Para penumpang diduga hendak menuju sejumlah wilayah di Malaysia seperti Pulau Pinang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur untuk mencari pekerjaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya

Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:21 WIB

Di Balik Layar Kaca: Ketika Nasionalisme Dibentuk oleh Film dan Emosi Massa

Di Balik Layar Kaca: Ketika Nasionalisme Dibentuk oleh Film dan Emosi Massa

Your Say | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:00 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Bangga Bela Garuda, Cerita Maarten Paes Bawa Semangat Bhinneka Tunggal Ika ke Eropa

Bangga Bela Garuda, Cerita Maarten Paes Bawa Semangat Bhinneka Tunggal Ika ke Eropa

Bola | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:35 WIB

Terkini

Pakar UGM Nilai Pelatihan Militer untuk Manajer Koperasi Salah Arah

Pakar UGM Nilai Pelatihan Militer untuk Manajer Koperasi Salah Arah

News | Senin, 29 Juni 2026 | 11:10 WIB

Korban Gempa Venezuela Tembus 1400 Jiwa, Infrastruktur Negara Lumpuh Total

Korban Gempa Venezuela Tembus 1400 Jiwa, Infrastruktur Negara Lumpuh Total

News | Senin, 29 Juni 2026 | 11:09 WIB

KPK Minta RS Polri Segera Tuntaskan Perawatan Gus Yaqut

KPK Minta RS Polri Segera Tuntaskan Perawatan Gus Yaqut

News | Senin, 29 Juni 2026 | 10:56 WIB

Roy Suryo: Penangkapan Saya Seperti Film G30S/PKI, Polisi Masuk Kamar dan Larang Mandi!

Roy Suryo: Penangkapan Saya Seperti Film G30S/PKI, Polisi Masuk Kamar dan Larang Mandi!

News | Senin, 29 Juni 2026 | 10:54 WIB

Sadis Kasus Mayat Dalam Koper di Thailand, Warga Australia Bunuh Perempuan 17 Tahun

Sadis Kasus Mayat Dalam Koper di Thailand, Warga Australia Bunuh Perempuan 17 Tahun

News | Senin, 29 Juni 2026 | 10:44 WIB

DPR Minta Kasus Judi Online Rp13,9 Triliun Tak Berhenti di Operator, Bos Besar Harus Diungkap

DPR Minta Kasus Judi Online Rp13,9 Triliun Tak Berhenti di Operator, Bos Besar Harus Diungkap

News | Senin, 29 Juni 2026 | 10:31 WIB

Roy Suryo Telat Masuk Ruang Sidang: Tadi Saya Harus Wajib Lapor Dulu di Kejaksaan Jaksel

Roy Suryo Telat Masuk Ruang Sidang: Tadi Saya Harus Wajib Lapor Dulu di Kejaksaan Jaksel

News | Senin, 29 Juni 2026 | 10:13 WIB

Gagal Sembunyi! Penyelundup 325 Kg Sabu Thailand Gunakan Chat Enkripsi Militer Ditangkap Bareskrim

Gagal Sembunyi! Penyelundup 325 Kg Sabu Thailand Gunakan Chat Enkripsi Militer Ditangkap Bareskrim

News | Senin, 29 Juni 2026 | 09:58 WIB

Ada Bukti CCTV! Korban Pencurian di Jakpus Protes Kasus Malah Dihentikan Polisi

Ada Bukti CCTV! Korban Pencurian di Jakpus Protes Kasus Malah Dihentikan Polisi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 09:21 WIB

Gugat Polisi dan Jaksa di Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo Jalani Sidang Praperadilan Hari Ini

Gugat Polisi dan Jaksa di Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo Jalani Sidang Praperadilan Hari Ini

News | Senin, 29 Juni 2026 | 09:02 WIB

×