Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 13 Mei 2026 | 12:30 WIB
Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?
Ilustrasi Perkebunan Kelapa Sawit (Pexels/Pok Rie)

Suara.com - IESR Dorong Pemerintah Fokus Perkuat B40 daripada Memaksakan B50
Ambisi pemerintah meningkatkan kadar campuran biodiesel dari 40 persen atau B40 menjadi 50 persen atau B50 dinilai perlu dilakukan secara hati-hati. Meski kebijakan tersebut disebut bertujuan menekan impor bahan bakar minyak (BBM), sejumlah pihak menilai penerapan B50 berpotensi memunculkan risiko baru terhadap ekonomi, harga pangan, hingga lingkungan.

Institute for Essential Services Reform (IESR) merekomendasikan pemerintah tetap berfokus pada penguatan program B40 yang dinilai lebih realistis untuk kondisi Indonesia saat ini.

CEO IESR, Fabby Tumiwa, mengatakan kebijakan B50 belum layak diterapkan secara ekonomi kecuali harga minyak dunia melonjak sangat tinggi.

“B50 itu menurut kami gak layak. Dia hanya jadi layak, kalau harga minyak di atas 110 dolar per barel,” ujar Fabby.

Menurutnya, biaya produksi biodiesel B50 diperkirakan 20 hingga 30 persen lebih mahal dibandingkan solar konvensional. Karena itu, mempertahankan B40 dinilai menjadi pilihan yang lebih aman untuk menjaga keseimbangan ekonomi nasional.

Fabby menjelaskan, peningkatan kebutuhan biodiesel hingga B50 berisiko menyedot lebih banyak pasokan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk kebutuhan energi. Jika kondisi itu terjadi, pasokan untuk kebutuhan pangan domestik seperti minyak goreng dapat terganggu dan memicu kenaikan harga di masyarakat.

“Kalau dipaksakan, tekanan terhadap pasokan sawit domestik akan semakin besar. Dampaknya bisa ke harga minyak goreng dan kebutuhan pangan lainnya,” katanya.

Selain aspek ekonomi dan pangan, IESR juga menyoroti dampak lingkungan yang berpotensi muncul dari peningkatan penggunaan biodiesel berbasis sawit. Mengutip laporan Greenpeace Indonesia yang sebelumnya dilansir Suara.com pada 30 April 2026, peningkatan permintaan sawit untuk kebutuhan energi berpotensi mendorong ekspansi lahan perkebunan dan memperbesar risiko deforestasi.

Menurut IESR, mempertahankan B40 sebagai standar utama memberikan ruang bagi pemerintah untuk fokus meningkatkan produktivitas lahan sawit yang sudah ada dibanding membuka lahan baru.

baca juga

IESR pun merekomendasikan agar B50 ditempatkan sebagai opsi cadangan yang hanya diterapkan ketika harga minyak dunia berada di atas 110 dolar per barel. Strategi tersebut dinilai dapat membantu Indonesia menjaga keseimbangan antara ketahanan energi, stabilitas harga pangan, dan perlindungan lingkungan.

Di tengah upaya transisi energi, IESR menilai kebijakan biodiesel perlu dirancang secara cermat agar tidak menimbulkan beban baru bagi masyarakat maupun keuangan negara. Penguatan B40 dianggap menjadi langkah yang lebih aman sambil pemerintah menyiapkan sistem energi yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemilahan Sampah di Jakarta Mulai Diterapkan, Sejauh Mana Kesiapan di Lapangan?

Pemilahan Sampah di Jakarta Mulai Diterapkan, Sejauh Mana Kesiapan di Lapangan?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:18 WIB

Mulai Agustus 2026, Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu

Mulai Agustus 2026, Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu

Foto | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:44 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Terkini

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:31 WIB

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 09:27 WIB

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:19 WIB

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:16 WIB

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:11 WIB

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 09:08 WIB

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:02 WIB

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Bekaci | Selasa, 29 September 2026 | 08:59 WIB

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 08:51 WIB

×