Sebut AS Siap Akhiri Perang, Rusia Kasih Syarat: Pasukan Ukraina Angkat Kaki dari Donbas

Arief Apriadi

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:03 WIB
Sebut AS Siap Akhiri Perang, Rusia Kasih Syarat: Pasukan Ukraina Angkat Kaki dari Donbas
Presiden Rusia Vladimir Putin. [Foto/AFP]
baca 10 detik
  • Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Pankin menyatakan Amerika Serikat kini menunjukkan kesiapan untuk menegosiasikan penyelesaian konflik di Ukraina.
  • Pemerintah Rusia menegaskan perdamaian harus didasarkan pada kesepakatan KTT Alaska untuk menghapus ancaman langsung terhadap keamanan nasional Rusia.
  • Moskow bersikeras bahwa upaya damai baru dapat tercapai apabila pasukan Ukraina segera menarik diri dari wilayah Donbas.

Suara.com - Rusia mengklaim bahwa Amerika Serikat kini menunjukkan kesiapan untuk menegosiasikan penyelesaian konflik di Ukraina setelah serangkaian kontak tingkat tinggi antara kedua negara adidaya tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Pankin, menilai bahwa Washington mulai melunak dan bersedia mewujudkan kesepakatan damai dalam kerangka fungsi yang telah mereka usulkan sebelumnya.

Sinyal positif dari Gedung Putih ini muncul di tengah kebuntuan diplomasi yang berkepanjangan, di mana Moskow bersikeras menuntut penarikan mundur pasukan bersenjata Kiev dari wilayah Donbas.

Sinyal Positif dari Kontak Tingkat Tinggi

Alexander Pankin membeberkan perkembangan terbaru ini dalam sebuah wawancara eksklusif dengan kantor berita RIA Novosti.

"Kontak kami dengan Amerika, kontak presiden kami, yang dilakukan melalui telepon dan secara langsung, memberikan kesan yang baik, kesan bahwa Amerika bersedia mewujudkan kesepakatan dalam kerangka fungsi yang mereka usulkan untuk menyelesaikan konflik Ukraina," kata Pankin.

Keterbukaan dari pihak Washington ini dipandang sebagai langkah maju yang signifikan setelah puluhan putaran negosiasi sebelumnya selalu berakhir dengan jalan buntu.

Pekan lalu, ajudan Kremlin, Yury Ushakov, sempat menegaskan bahwa upaya penyelesaian konflik akan tetap macet total selama Kiev tidak menarik pasukannya dari Donbas.

Ushakov bahkan mencatat bahwa pemerintah Kiev sebenarnya telah memahami perlunya penarikan mundur tersebut dan pada akhirnya harus segera melaksanakannya demi tercapainya perdamaian.

baca juga

Prinsip Keamanan Nasional Rusia Harga Mati

Pemerintah Rusia secara berulang kali telah menegaskan kesiapannya untuk mencapai solusi yang dinegosiasikan bagi krisis Ukraina yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Solusi damai tersebut harus didasarkan pada kesepahaman yang dicapai oleh presiden Rusia dan Amerika Serikat pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Alaska.

Salah satu poin utama dalam kesepahaman tersebut adalah penghapusan akar penyebab konflik, yakni ancaman langsung terhadap keamanan nasional Federasi Rusia.

Pada bulan Maret lalu, Presiden AS Donald Trump sempat mengungkapkan keterkejutannya atas keengganan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk segera mencapai kesepakatan.

Trump bahkan secara blak-blakan mengaku bahwa mencapai kesepakatan damai dengan Zelenskyy ternyata jauh lebih sulit dibandingkan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Latar Belakang Isu: Sengketa Wilayah dan Kedaulatan

Konflik di Ukraina timur, khususnya di wilayah Donbas, telah menjadi titik sengketa utama antara Kiev dan Moskow sejak tahun 2014.

Rusia secara konsisten mendukung kelompok separatis di wilayah tersebut dan menolak klaim kedaulatan pemerintah Ukraina atas Donbas.

Keterlibatan Amerika Serikat dan negara-negara Barat dalam memberikan dukungan militer kepada Ukraina semakin memperumit upaya penyelesaian damai di kawasan tersebut.

KTT Alaska menjadi titik terang dalam upaya de-eskalasi, di mana kedua pemimpin negara adidaya sepakat untuk mencari solusi diplomatik yang menghormati kepentingan keamanan masing-masing pihak.

Kini, sinyal kesiapan Washington untuk kembali ke meja perundingan diharapkan dapat membuka jalan bagi perdamaian permanen di Eropa Timur, meskipun tantangan implementasi di lapangan masih sangat besar, demikian Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping

Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:53 WIB

Xi Jinping Ancam Donald Trump Perang Terbuka Jika AS Terus Ikut Campur Urusan Taiwan.

Xi Jinping Ancam Donald Trump Perang Terbuka Jika AS Terus Ikut Campur Urusan Taiwan.

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:48 WIB

Warisan Mao Zedong! Fakta Great Hall of the People yang Jadi Lokasi Pertemuan Trump-Xi

Warisan Mao Zedong! Fakta Great Hall of the People yang Jadi Lokasi Pertemuan Trump-Xi

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:33 WIB

AS Bebaskan Suporter Piala Dunia 2026 dari Sejumlah Negara dari Kewajiban Deposit Visa

AS Bebaskan Suporter Piala Dunia 2026 dari Sejumlah Negara dari Kewajiban Deposit Visa

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:27 WIB

Apa Itu Thucydides Trap? Konsep Geopolitik yang Bikin Trump Terdiam di Depan Xi Jinping

Apa Itu Thucydides Trap? Konsep Geopolitik yang Bikin Trump Terdiam di Depan Xi Jinping

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:26 WIB

Terkini

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

×