Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua

Dwi Bowo Raharjo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:22 WIB
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
Tangkap Layar trailer Film Pesta Babi. (Dok. Youtube/Indonesia Baru)
baca 10 detik
  • Film dokumenter "Pesta Babi" karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale merekam perlawanan masyarakat adat Papua terhadap eksploitasi lahan.
  • Aparat melakukan 21 kali intimidasi terhadap pemutaran film tersebut di berbagai wilayah Indonesia dengan dalih administratif sensor.
  • Kader PDI-P mengkritik pembubaran film dan mendesak pemerintah mengevaluasi dampak sosial pembangunan serta kebijakan eksploitasi di Papua.

Suara.com - Film dokumenter terbaru garapan Dandhy Laksono dan Cypri Dale, "Pesta Babi", mendadak jadi buah bibir. Bukan sekadar sinema, film ini menjadi rekaman visual perlawanan masyarakat adat Marind, Yei, Awvu, dan Muvu di selatan Papua melawan raksasa proyek biodiesel sawit dan bioetanol tebu.

Namun, keberanian mengungkap realita ini harus dibayar mahal. Laporan WatchdoC mencatat, hingga saat ini telah terjadi 21 kali intimidasi terhadap pemutaran film tersebut di berbagai wilayah Indonesia. Sebuah ironi di tengah narasi demokrasi yang kerap digaungkan.

Wakil Ketua Politik dan Reformasi Sistem Hukum Nasional DPC PDI-P Kabupaten Blitar, Triwiyono Susilo, melontarkan kritik pedas terkait aksi penjagalan pemutaran film ini oleh aparat.

"Apa yang ditakutkan dari film ini?" ujarnya dalam sebuah podcast yang digelar secara daring dan luring, Jumat (15/5/2026).

Triwiyono menyoroti alasan klasik aparat yang kerap menggunakan dalih 'belum lulus sensor' untuk membubarkan nonton bareng.

Menurutnya, hak cipta film tersebut sepenuhnya milik Dandhy Laksono dan tidak sepatutnya dihambat oleh urusan administratif sensor yang represif.

Poster Nobar Pesta Babi (instagram.com/sobat_bookshop)
Poster Nobar Pesta Babi (instagram.com/sobat_bookshop)

Menariknya, ia menilai "Pesta Babi" justru selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto mengenai swasembada pangan dan energi.

Namun, ia memberi catatan kritis: cita-cita besar tersebut butuh evaluasi lapangan yang jujur.

"Cita-cita Presiden itu bisa dipercaya oleh rakyat, namun perlu ada evaluasi dari program-program yang ditetapkan sebagai pertanggungjawaban," tambahnya.

baca juga

Paradoks 'Kemajuan' vs Eksploitasi

Senada dengan Triwiyono, kader muda PDI-P, Shohibul Kafi, membedah intimidasi tersebut dari kacamata benturan narasi.

Baginya, apa yang ditampilkan Dandhy Laksono adalah kebenaran pahit yang bertolak belakang dengan jargon kesejahteraan yang selama ini dijual pemerintah tentang Papua.

"Negara mengeksploitasi dengan kata 'kemajuan', namun di sisi yang lain, negara ingin melakukan eksploitasi besar-besaran," tegas Kafi.

Suasana podcast bertajuk "Pesta Babi atau Pesta Para Babi: Kicau Sosial, Ekonomi, Politik" yang diselenggarakan secara daring pada Jumat (15/5/2026). Sumber: tangkapan layar dari live Instagram @moncongputih. (Ist)
Suasana podcast bertajuk "Pesta Babi atau Pesta Para Babi: Kicau Sosial, Ekonomi, Politik" yang diselenggarakan secara daring pada Jumat (15/5/2026). Sumber: tangkapan layar dari live Instagram @moncongputih. (Ist)

Ia melihat ada "perang persepsi" yang sengit antara negara dan rakyat. Melalui film ini, Kafi mengajak penegak hukum dan masyarakat luas untuk mulai membangun kesadaran nasional yang berbasis pada ekologi, kemanusiaan, dan kearifan lokal dalam merumuskan kebijakan politik.

Sementara itu, Novie Bule, kader muda PDI-P lainnya, mengingatkan bahwa publik tidak boleh menutup mata terhadap kondisi di Bumi Cendrawasih.

Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya dilihat dari angka-angka statistik, tapi juga dampak sosialnya.

"Pembangunan Papua meningkat, tetapi dilihat juga domino effect dari pembangunan," ujar Novie dalam diskusi tersebut.

Novie memandang Dandhy Laksono telah berhasil menyalakan pemantik kesadaran bagi masyarakat untuk mulai bersuara demi keberlangsungan generasi mendatang. Sebuah peringatan keras agar apa yang terjadi di Papua tidak merembet ke wilayah lain.

"Apakah mau daerah-daerah lain sama seperti Papua?" pungkasnya.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Aktor Di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi?

Siapa Aktor Di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi?

Liks | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:33 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB

Film Pesta Babi tentang Apa? Tuai Kontroversi hingga Pembubaran Acara Nobar

Film Pesta Babi tentang Apa? Tuai Kontroversi hingga Pembubaran Acara Nobar

Your Say | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:24 WIB

Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah

Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:46 WIB

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:12 WIB

Terkini

Awas Ketagihan! 5 Street Food Legendaris Korea yang Paling Dicari Saat Musim Gugur

Awas Ketagihan! 5 Street Food Legendaris Korea yang Paling Dicari Saat Musim Gugur

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:46 WIB

Guru Besar UGM: Gugatan Denny Indrayana Jadi Momen Bayar Utang MK atas Putusan 90

Guru Besar UGM: Gugatan Denny Indrayana Jadi Momen Bayar Utang MK atas Putusan 90

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:45 WIB

Tim Dokter Ungkap Misteri Kematian Sutrimo dengan Mulut Berbusa, Ini Penyebabnya

Tim Dokter Ungkap Misteri Kematian Sutrimo dengan Mulut Berbusa, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:41 WIB

Gunakan Nama 'Volcano', Durian Unggulan Sulawesi Tengah Bersiap Miliki Identitas Hukum

Gunakan Nama 'Volcano', Durian Unggulan Sulawesi Tengah Bersiap Miliki Identitas Hukum

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 17:40 WIB

Tren Mobil Listrik Masuk Mobilitas Harian, Wuling Kenalkan Aira ev di GIIAS Semarang

Tren Mobil Listrik Masuk Mobilitas Harian, Wuling Kenalkan Aira ev di GIIAS Semarang

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 17:40 WIB

Wujudkan Properti Idaman, BRI Gelar Gebyar Lelang Serentak di 74 Lokasi Seluruh Indonesia

Wujudkan Properti Idaman, BRI Gelar Gebyar Lelang Serentak di 74 Lokasi Seluruh Indonesia

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 17:39 WIB

Soal Obligasi Jakarta, Pramono: Kalau Pusat Tak Izinkan, Ya Sudah

Soal Obligasi Jakarta, Pramono: Kalau Pusat Tak Izinkan, Ya Sudah

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:39 WIB

Transaksi Rp270 Juta, Nasabah BRI Infinite Prioritas Berkesempatan Raih GarudaMiles

Transaksi Rp270 Juta, Nasabah BRI Infinite Prioritas Berkesempatan Raih GarudaMiles

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 17:38 WIB

CCTV Ungkap Sutrimo Sempat Boncengan Motor Makan Sambal Setan di Radio Dalam Sebelum Tewas

CCTV Ungkap Sutrimo Sempat Boncengan Motor Makan Sambal Setan di Radio Dalam Sebelum Tewas

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:35 WIB

BRI dan GarudaMiles Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

BRI dan GarudaMiles Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 17:34 WIB

×