- Dico Milandika tewas dikeroyok belasan orang saat melerai perselisihan kekasihnya di Weston Billiard, Jakarta Barat, 10 Mei 2026.
- Pihak pengelola Weston Billiard tidak melaporkan kejadian pengeroyokan tersebut kepada pengurus RW setempat meski terjadi di wilayahnya.
- Polda Metro Jaya sedang menyelidiki kasus ini setelah Polsek Grogol Petamburan menerima laporan dan melakukan olah tempat kejadian.
Suara.com - Seorang pria bernama Dico Milandika (29) dinyatakan tewas setelah dikeroyok oleh belasan orang di Weston Billiard, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada 10 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WIB.
Ironisnya, Dico datang bukan untuk berkelahi, tetapi ia justru berusaha melerai perselisihan yang melibatkan kekasihnya.
Ketua RW 02 setempat, Andreas mengaku tidak mengetahui secara langsung kronologi kejadian. Menurutnya, meski Weston Billiard secara geografis masuk wilayah RW 02, pengelolaan tempat tersebut sepenuhnya berada di bawah Pasar Jaya, bukan wewenang warga atau pengurus RW.
"Kalau buat masalah itu saya nggak ikut sama sekali. Karena biliar itu kan sudah ikut kita cuma secara emang wilayah RW 02, tapi berdiri sendiri dia, Pasar Jaya gitu dia," ujar Andreas saat ditemui, Suara.com, Sabtu (16/5/2026).
Andreas menjelaskan bahwa pihaknya tidak menerima laporan apapun terkait insiden pengeroyokan tersebut.
Ia mengaku hanya mendapat informasi dari omongan warga sekitar.
"Banyak yang datang, saya bilang. 'Saya tahu dengar-dengar doang.' Gak ada laporan dari Pasar Jaya datang ke saya, apa-apa enggak ada, laporan enggak ada," katanya.
Ia pun menegaskan bahwa Linmas (Perlindungan Masyarakat) di wilayahnya tidak memiliki kewenangan untuk berjaga di area Pasar Jaya.
"Linmas kita kan cuma jaga lingkungan doang. Pasar Jaya kan bukan ranah kita gitu," kata dia.
Lokasi Sempat Ditutup Tengah Malam
Selain itu, Andreas sempat mendapat informasi dari warga sekitar bahwa Weston Billiard sempat dihentikan operasionalnya oleh aparat kepolisian pada Sabtu dini hari (16/5/2026).
"Kata anak-anak yang itu, ‘Wah semalem jam 12 sepi’, ‘Kenapa?’ ‘Nggak tau katanya ada polisi datang, ada olah TKP juga’," tuturnya mengulang obrolannya dengan orang sekitar.
Ia menyebut informasi tersebut masih sebatas cerita yang beredar di lingkungan sekitar dan belum diketahuinya secara pasti.
“Semalem kayaknya katanya, tapi nggak tahu benar anak-anak yang ngomong-ngomong gitu. Katanya ada buser datang katanya jam 12 dibubarin suruh tutup semua. Biasanya jam 2 masih rame, tapi tadi jam 2 udah sepi,” kata dia.
Pelaku Diduga Orang Luar Grogol
Andreas mengungkapkan bahwa keributan di tempat billiard itu bukan hal baru. Ia menyebut perselisihan kerap terjadi menjelang dini hari, saat tempat tersebut tutup.
"Kalau dengar-dengar orang ngomong ya, Bu, ya sering kejadian itu lah, setelah bubaran. Jam 4 pagi," tuturnya.
Menurutnya, pengunjung yang kerap terlibat keributan bukan berasal dari warga sekitar, melainkan dari luar wilayah Grogol.
"Anak dari Tambora, dari Kali Anyar, kebanyakan Jakarta Pusat yang datang ke sini. Kalau anak Grogol kayaknya jarang dengar dia ribut gitu," ungkapnya.
![Ilustrasi pengeroyokan. [ANTARA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/09/18/41439-ilustrasi-pengeroyokan.jpg)
Weston Billiard disebut Andreas baru beroperasi sejak akhir 2025, belum genap setengah tahun.
"Masih baru itu, belum ada setengah tahun kayaknya. Akhir Desember kayaknya bukanya, 2025 akhir," ujarnya.
Meski telah terjadi insiden maut, Andreas memastikan tempat tersebut masih beroperasi seperti biasa hingga saat ini, tanpa ada penutupan atau garis polisi yang terpasang.
"Setahu saya buka terus. Enggak ada garis polisi, saya lihat buka terus yang di situ," katanya.
Andreas juga menyebut adanya kerusakan fisik di lokasi kejadian.
"Katanya, di biliard situ kan, nah ada yang kacanya bolong. Di situ jatuhnya dari situ," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan pihak kepolisian Polda Metro Jaya masih menyelidiki insiden ini setelah Polsek Grogol Petamburan menerima laporan dan melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP).
Reporter: Dinda Pramesti K