Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:18 WIB
Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Widarta menilai masyarakat desa tetap terdampak fluktuasi dolar karena ketergantungan impor pada kebutuhan pokok seperti kedelai untuk tempe.
  • Kenaikan nilai tukar dolar berisiko memicu inflasi harga barang atau pengurangan kuantitas produk yang memberatkan ekonomi masyarakat luas.
  • Pemerintah perlu memperkuat APBN serta menunda program besar yang tidak mendesak guna menjaga stabilitas ekonomi nasional saat ini.

Suara.com - Pengamat ekonomi dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Widarta, menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait masyarakat desa yang tidak menggunakan dolar dan keyakinan bahwa kondisi ekonomi nasional tetap kuat di tengah melemahnya nilai tukar rupiah.

Menurut Widarta, masyarakat desa memang tidak bertransaksi langsung menggunakan dolar. Namun, banyak kebutuhan pokok yang dikonsumsi tetap bergantung pada rantai pasok impor sehingga ikut terdampak fluktuasi kurs.

"Benar bahwa masyarakat di desa tidak terlalu berpengaruh untuk menggunakan transaksi rupiah tapi satu yang ingat bahwa beberapa komponen yang ada di desa itu juga terpengaruh oleh impor dan ekspor, impor dan ekspor berarti terpengaruh oleh dolar," kata Widarta saat dihubungi Suara.com, Minggu (17/5/2026).

Ia mencontohkan tempe sebagai makanan tradisional yang sangat lekat dengan masyarakat desa. Meski dianggap produk lokal, bahan baku utama seperti kedelai masih banyak bergantung pada impor.

Widarta menjelaskan dampak kenaikan dolar pada akhirnya akan terlihat pada harga barang. Jika harga tidak dinaikkan, produsen kemungkinan akan mengurangi ukuran atau kuantitas produk agar tetap bisa bertahan.

"Efeknya nanti tempe itu akan harga naik, kalau enggak harga naik berarti nanti pasti produsen akan memperkecil barangnya atau kuantitasnya," ujarnya.

Tak hanya tempe, Widarta menilai sektor lain seperti obat-obatan dan kebutuhan pokok lain juga menghadapi persoalan serupa.

"Nah, yang penting bukan itu (memberikan pernyataan seolah menenangkan), yang penting adalah bagaimana pemerintah tetap harus menjaga barang tetap ada, harga tetap normal pada khususnya pada barang-barang kebutuhan pokok," tegasnya.

Jika masyarakat mulai merasa khawatir terhadap kenaikan harga dan kelangkaan barang, kata Widarta, kondisi itu bisa memicu panic buying yang justru memperburuk situasi ekonomi di lapangan.

baca juga

Ia turut menyoroti posisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang harus menjadi bantalan menghadapi lonjakan kurs dolar dan kenaikan harga minyak dunia.

Kondisi geopolitik global seperti konflik di Timur Tengah yang belum mereda juga dinilai ikut memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

"Oke, sementara ini baik-baik saja, tetapi itu membutuhkan bantalan APBN yang tinggi. Kalau kita ingat ya, kurs Dolar itu di APBN dianggaran kisaran Rp16.500-an, sekarang udah di posisi Rp17.500 lebih," jelasnya.

Widarta menyebut pemerintah perlu mengambil langkah yang lebih konkret, termasuk mengevaluasi sejumlah program besar seperti MBG maupun Koperasi Merah Putih agar tidak membebani fiskal bila belum benar-benar siap dijalankan.

"Saya kira pemerintah harus memperhatikan pendapat dari masyarakat. Misalnya MBG sebaiknya ya ditunda dulu atau dimoratorium dulu. Kemudian juga Koperasi Merah Putih ya kalau memang strukturnya belum lengkap, belum siap, ya sebaiknya tidak usah tergesa-gesa," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pastikan MBG Lanjut Terus, Prabowo: Ini Program Strategis untuk Rakyat

Pastikan MBG Lanjut Terus, Prabowo: Ini Program Strategis untuk Rakyat

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:22 WIB

Tinggalkan Pupuk Impor, Prabowo Instruksikan Implementasi Inovasi Batu Bara dan Briket Jagung

Tinggalkan Pupuk Impor, Prabowo Instruksikan Implementasi Inovasi Batu Bara dan Briket Jagung

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

Retorika Pidato Presiden di Nganjuk, Menenangkan atau Menidurkan Logika?

Retorika Pidato Presiden di Nganjuk, Menenangkan atau Menidurkan Logika?

Your Say | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:21 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Tak Kuat Berdiri Lama, Prabowo Request Mobil Khusus Sapa Rakyat

Tak Kuat Berdiri Lama, Prabowo Request Mobil Khusus Sapa Rakyat

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:51 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

4 Dampak Rupiah Melemah Pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

4 Dampak Rupiah Melemah Pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:09 WIB

Prabowo Sebut Warga Desa Gak Pakai Dolar: Benarkah Aman dari Dampak Rupiah Melemah?

Prabowo Sebut Warga Desa Gak Pakai Dolar: Benarkah Aman dari Dampak Rupiah Melemah?

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 08:27 WIB

Tentang Dolar dan Orang Desa: Meluruskan Logika Pidato Presiden di Nganjuk

Tentang Dolar dan Orang Desa: Meluruskan Logika Pidato Presiden di Nganjuk

Your Say | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:50 WIB

Terkini

5 Mobil Terlaris 2026 Januari hingga Juli Kategori EV: Ini Rajanya

5 Mobil Terlaris 2026 Januari hingga Juli Kategori EV: Ini Rajanya

Otomotif | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Jusuf Kalla Soroti Kerusuhan di Aceh, Minta Masyarakat Jaga Perdamaian Helsinki

Jusuf Kalla Soroti Kerusuhan di Aceh, Minta Masyarakat Jaga Perdamaian Helsinki

Bekaci | Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:53 WIB

Unhas Pecat Mahasiswa Kehutanan Pelaku Pelecehan Seksual

Unhas Pecat Mahasiswa Kehutanan Pelaku Pelecehan Seksual

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:44 WIB

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

×