Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini

Pebriansyah Ariefana

Senin, 18 Mei 2026 | 13:47 WIB
Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini
Donald Trump [The White House]
baca 10 detik
  • Amerika Serikat mendesak Uni Emirat Arab menginvasi wilayah Iran demi melindungi tentara Washington. 

  • Uni Emirat Arab menerima 2.800 serangan rudal akibat menampung pangkalan militer Amerika Serikat. 

  • Aliansi militer Uni Emirat Arab dan Israel semakin kuat di tengah penolakan Arab Saudi.

Suara.com - Gedung Putih secara agresif menekan Uni Emirat Arab agar bersedia memimpin operasi darat berbahaya guna merebut wilayah strategis milik Teheran. Langkah ini diambil Washington sebagai strategi licik untuk mengamankan pasukan mereka sendiri dari risiko kematian di medan tempur Teluk.

Siasat ini membongkar bagaimana negara-negara Arab sekutu kini didorong menjadi tameng utama dalam eskalasi pertempuran yang pecah sejak akhir Februari lalu. Mantan pejabat tinggi pertahanan era Donald Trump membocorkan bahwa Abu Dhabi dipaksa mengambil alih garis depan pertempuran.

"Silakan ambil alih! Yang turun ke lapangan adalah pasukan UEA, bukan pasukan AS," kata eks pejabat tersebut dikutip dari Telegraph.

Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]
Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]

Sikap ofensif Washington ini muncul saat Abu Dhabi menderita kerugian paling parah akibat menjadi basis militer bagi pergerakan tentara Amerika Serikat. Wilayah udara mereka dihujani ribuan proyektil mematikan karena posisi geografisnya yang menampung aset penting milik Pentagon.

Pihak intelijen mencatat lebih dari 2.800 serangan udara telah menghantam objek vital di Uni Emirat Arab dalam rentang waktu yang sangat singkat. Gelombang gempuran masif tersebut memaksa para petinggi Abu Dhabi merombak total doktrin pertahanan nasional mereka secara drastis.

Dalam kepanikan menghadapi serangan, Uni Emirat Arab sempat mengemis bantuan militer kepada Riyadh dan Doha untuk membentuk koalisi serangan balasan. Namun, upaya diplomasi militer tersebut berujung kegagalan total karena tetangga Teluk mereka menolak terseret lebih jauh.

Perang Iran melawan Israel semakin memanas. Hal tersebut berdampak pada harga minyak yang mulai naik.
Perang Iran melawan Israel semakin memanas. Hal tersebut berdampak pada harga minyak yang mulai naik.

Riyadh dan Qatar memilih menjaga jarak aman demi menyelamatkan kedaulatan domestik mereka dari amukan militer Teheran. Meski demikian, pertahanan Abu Dhabi dilaporkan sempat bergerak sendiri melakukan agresi sepihak ke wilayah pesisir Teheran pada awal April.

Isolasi dari sesama negara Arab justru membuat hubungan geopolitik Abu Dhabi dengan Tel Aviv mengalami peningkatan intensitas yang sangat signifikan. Kerja sama pertahanan di bawah payung Abraham Accords tahun 2020 kini berubah menjadi aliansi militer taktis yang nyata.

Bantuan pertahanan udara canggih langsung dikirimkan oleh Tel Aviv guna membentengi wilayah udara Uni Emirat Arab dari kehancuran total. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahkan dilaporkan melakukan diplomasi rahasia ke Abu Dhabi saat situasi perang sedang berada di titik paling kritis.

baca juga

Sikap politik Abu Dhabi langsung memicu kemarahan besar dari pihak Teheran yang mengutuk keras keterlibatan aktif mereka dengan blok Barat. Teheran secara resmi melabeli tetangga Teluknya itu sebagai kaki tangan utama dalam agresi militer asing di tanah Timur Tengah.

Menanggapi tuduhan tersebut, otoritas Abu Dhabi menegaskan bahwa mereka memiliki hak penuh untuk menggerakkan militer demi menangkal segala ancaman luar. Pengamat menilai krisis ini justru mempercepat pembentukan peta aliansi baru antara Amerika Serikat, Israel, dan Uni Emirat Arab.

Poros baru ini dinilai akan mengubah lanskap keamanan regional secara permanen meskipun memicu ketegangan mendalam di internal negara Arab. Kehadiran militer asing di Teluk Persia diprediksi akan semakin mencengkeram kuat dan sulit untuk direduksi di masa depan.

Pertempuran bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran yang meletus sejak 28 Februari telah menyeret banyak negara sekutu di Timur Tengah ke dalam krisis. Posisi Uni Emirat Arab yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat menjadikannya target utama serangan balasan yang merusak stabilitas ekonomi kawasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara Foto Bareng Orang Ini, Sardar Azmoun Dicoret dari Skuad Iran Piala Dunia 2026

Gegara Foto Bareng Orang Ini, Sardar Azmoun Dicoret dari Skuad Iran Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 18 Mei 2026 | 13:03 WIB

FIFA Gelar Pertemuan Mendadak dengan Federasi Iran di Turki, Ada Masalah Apa?

FIFA Gelar Pertemuan Mendadak dengan Federasi Iran di Turki, Ada Masalah Apa?

Bola | Senin, 18 Mei 2026 | 09:49 WIB

Drone Hantam Pembangkit Nuklir UEA, Trump Ancam Iran: Waktu Kalian Hampir Habis

Drone Hantam Pembangkit Nuklir UEA, Trump Ancam Iran: Waktu Kalian Hampir Habis

News | Senin, 18 Mei 2026 | 09:35 WIB

Terkini

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:55 WIB

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan

PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:40 WIB

Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia

Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:40 WIB

Lagu Bupati Purwakarta 'Lalaki Langit' Berpotensi Langgar UU TPKS, Ancaman Hukuman 9 Bulan Penjara

Lagu Bupati Purwakarta 'Lalaki Langit' Berpotensi Langgar UU TPKS, Ancaman Hukuman 9 Bulan Penjara

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:29 WIB

Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!

Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:17 WIB

ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs

ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:26 WIB

2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi

2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:13 WIB

×