Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:13 WIB
Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas
Warga berolahraga di dekat kawasan Big Ben, London, Inggris, Minggu (18/1/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj]
baca 10 detik
  • Gelombang panas ekstrem melanda Eropa Barat dan memecahkan rekor suhu tertinggi dalam satu abad terakhir.

  • Korban jiwa berjatuhan di Inggris dan Prancis akibat tenggelam saat mencoba mendinginkan diri.

  • Para ahli menegaskan bahwa fenomena kubah panas ini dipicu oleh dampak nyata perubahan iklim global.

Suara.com - Lonjakan suhu ekstrem melanda kawasan Eropa Barat secara mendadak pada musim semi kali ini. Fenomena alam yang tidak biasa ini memicu jatuhnya korban jiwa di beberapa negara akibat sengatan panas.

Pemerintah setempat segera mengeluarkan peringatan darurat terkait ancaman fatal terhadap keselamatan warga. Banyaknya korban tenggelam dilaporkan terjadi saat masyarakat berusaha mendinginkan diri di perairan terbuka.

Dikutip dari The Hils, kondisi terparah terjadi di London saat Kew Gardens mencatat suhu hingga 35,1 derajat Celsius. Angka ini memecahkan rekor tertinggi yang baru saja tercipta sehari sebelumnya di lokasi sama.

Wisatawan berswafoto di dekat kawasan Big Ben, London, Inggris, Minggu (18/1/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj]
Wisatawan berswafoto di dekat kawasan Big Ben, London, Inggris, Minggu (18/1/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj]

Amplitudo suhu ini otomatis menumbangkan catatan panas ekstrem tahun 1922 dan 1944 silam. Ibu kota Inggris tersebut juga mengalami fenomena malam tropis karena suhu udara bertahan di atas 20 derajat Celsius.

Gelombang panas yang serupa turut melumpuhkan wilayah barat daya Prancis secara masif. Layanan cuaca nasional setempat, Météo-France, mengonfirmasi keberadaan fenomena kubah panas (heat dome).

Sistem tekanan tinggi tersebut mengunci udara panas di atas wilayah pemukiman warga. Dampaknya, suhu melonjak drastis hingga 10 derajat Celsius di atas rata-rata normal musim ini.

Wisatawan mengunjungi lokasi prajurit penjaga berkuda yang berjaga di depan gerbang Royal Horse Guards, London, Inggris, Minggu (18/1/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj]
Wisatawan mengunjungi lokasi prajurit penjaga berkuda yang berjaga di depan gerbang Royal Horse Guards, London, Inggris, Minggu (18/1/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj]

Perubahan iklim global dituding menjadi aktor utama di balik anomali cuaca yang kian tidak terprediksi. Para ahli mengingatkan bahwa ancaman mematikan ini kini mengintai wilayah yang sebelumnya tergolong aman.

Seorang pakar iklim memberikan penegasan mengenai korelasi emisi gas rumah kaca dengan bencana ini. Faktor tersebut membuat cuaca buruk menjadi jauh lebih sering terjadi belakangan ini.

“Kita tahu tanpa ragu sedikit pun bahwa peristiwa gelombang panas seperti ini menjadi lebih mungkin terjadi dan lebih parah akibat perubahan iklim yang timbul dari emisi gas rumah kaca yang memerangkap panas dari kita,” kata dia.

baca juga

Anomali kenaikan suhu yang terjadi saat ini dinilai sudah berada di luar batas kewajaran. Struktur wilayah Eropa Barat bahkan tampak belum siap menghadapi lonjakan drastis tersebut.

“Namun, bagaimanapun juga, banyak rekor yang tercipta, khususnya di Inggris dan Prancis, sangat gila dan membingungkan.”

Dampak nyata dari cuaca ekstrem ini langsung mengacaukan aktivitas harian para komuter di kota London. Pengguna kereta bawah tanah terpaksa bersimbah keringat karena fasilitas gerbong yang minim pendingin ruangan.

Perjalanan kereta dari dan menuju Stasiun Waterloo bahkan sempat terhenti akibat kemunculan asap di jalur rel. Masalah infrastruktur akibat panas ini meluas hingga ke wilayah utara Britania.

Di Skotlandia, petugas pemadam kebakaran harus berjuang semalaman menjinakkan kobaran api di perbukitan Arthur's Seat. Kebakaran vegetasi tersebut melepaskan asap pekat yang menyelimuti langit kota Edinburgh.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) langsung merespons dengan menerbitkan status waspada amber. Peringatan ini ditujukan terutama untuk melindungi kelompok lansia yang sangat rentan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FIFA Rilis Markas 48 Peserta Piala Dunia 2026: Inggris dan Argentina Pilih Kansas, Iran di Tijuana

FIFA Rilis Markas 48 Peserta Piala Dunia 2026: Inggris dan Argentina Pilih Kansas, Iran di Tijuana

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:42 WIB

Kabar Duka, Mantan Pemain Southampton Meninggal Dunia di Usia 21 Tahun

Kabar Duka, Mantan Pemain Southampton Meninggal Dunia di Usia 21 Tahun

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:26 WIB

Arsenal Serius Ingin Boyong Morgan Rogers dari Aston Villa

Arsenal Serius Ingin Boyong Morgan Rogers dari Aston Villa

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:17 WIB

Terkini

Bidik Potensi Ekonomi Banyumas, Bank BSN Resmikan KC Purwokerto

Bidik Potensi Ekonomi Banyumas, Bank BSN Resmikan KC Purwokerto

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×