-
Gelombang panas ekstrem melanda Eropa Barat dan memecahkan rekor suhu tertinggi dalam satu abad terakhir.
-
Korban jiwa berjatuhan di Inggris dan Prancis akibat tenggelam saat mencoba mendinginkan diri.
-
Para ahli menegaskan bahwa fenomena kubah panas ini dipicu oleh dampak nyata perubahan iklim global.
Mayoritas bangunan domestik di Inggris memang tidak dilengkapi sistem pendingin udara karena terbiasa dengan iklim sedang. Ketiadaan fasilitas ini memperparah risiko kesehatan warga saat siang hari.
Petaka justru datang ketika warga berbondong-bondong mendatangi danau dan waduk untuk menyegarkan badan. Otoritas Inggris melaporkan sedikitnya empat remaja tewas tenggelam dalam insiden terpisah.
Kasus serupa merenggut nyawa seorang pria paruh baya di kawasan pesisir barat daya Inggris. Korban tewas akibat cuaca panas ini juga terkonfirmasi di wilayah Prancis.
Juru bicara pemerintah Prancis, Maud Bregeon, mengumumkan adanya tujuh kematian yang terindikasi kuat akibat cuaca panas. Korban meliputi peserta ajang olahraga dan warga yang tenggelam.
Musibah ini diperparah karena gelombang panas datang jauh sebelum jadwal penugasan penjaga pantai musim panas. Akibatnya, banyak kawasan wisata air populer yang belum memiliki pengawasan keselamatan.
Gelombang arus bawah yang kuat di pesisir Atlantik Prancis memicu rentetan situasi darurat laut. Dua orang wisatawan dilaporkan tewas tergulung ombak di wilayah resor Gironde.
Administrator wilayah setempat langsung mengeluarkan instruksi tegas bagi para pengunjung pantai. Masyarakat diminta tidak meremehkan bahaya alam yang mengintai di sepanjang pesisir.
"Untuk menerapkan kewaspadaan yang setinggi-tingginya.”
Fenomena lonjakan suhu di luar musimnya ini tidak hanya berpusat di wilayah Inggris dan Prancis saja. Sejumlah negara di Eropa Selatan seperti Spanyol dan Italia turut melaporkan kondisi serupa.
Pihak badan meteorologi Spanyol menyatakan bahwa suhu bulan Mei kali ini sudah setara dengan kondisi puncak musim panas. Wilayah Sevilla bahkan sempat menyentuh angka 38 derajat Celsius pada akhir pekan lalu.
Sebagian besar kawasan Semenanjung Iberia mengalami anomali suhu hingga 10 derajat di atas batas normal. Sementara itu, suhu di kota Roma, Italia, diproyeksikan terus merangkak naik hingga menyentuh 32 derajat Celsius.