Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:05 WIB
Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin rapat koordinasi penanganan persampahan serta mitigasi dampak kemarau panjang di wilayah Jawa Barat tahun 2026 di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD), Kamis (4/6/2026). (Dok. Pemprov Jabar)

Suara.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin rapat koordinasi penanganan persampahan serta mitigasi dampak kemarau panjang di Jawa Barat pada 2026.

Rapat koordinasi berlangsung di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD), Kamis (4/6/2026). Hadir Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani untuk memberikan informasi terkini kepada peserta rapat.

Bupati dan wali kota dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat mengikuti rapat secara langsung. Sementara itu, para komandan distrik militer (Dandim) di wilayah Jawa Barat mengikuti rapat melalui video conference.

KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, mengatakan rapat membahas dua agenda penting yang akan dihadapi masyarakat Jawa Barat dalam waktu dekat.

Pertama, ancaman penumpukan sampah karena kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti diperkirakan hanya mampu menampung sampah selama enam bulan lagi.

Kedua, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang diperkirakan terdampak El Nino ekstrem atau yang kerap disebut El Nino "Godzilla".

"Kita harus antisipasi dampak kemarau panjang ini, kekeringan bahkan kebakaran. Informasi dari BMKG, puncak kemarau di Jabar akan terjadi Agustus dan September. Saya meminta masukan dan informasi dari bupati wali kota, memetakan penanganan masalah," ujar KDM.

KDM menegaskan langkah antisipasi harus dilakukan secepat mungkin tanpa menunggu bencana terjadi. Karena itu, ia mengajak TNI dan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi dampak kemarau panjang serta persoalan sampah.

Salah satu langkah yang harus segera dilakukan adalah mendata wilayah yang kerap mengalami kesulitan air saat musim kemarau agar kebutuhan harian masyarakat dan sektor pertanian tetap terpenuhi.

baca juga

"Siapkan mobilisasi air dari sumber air menggunakan mobil tangki. Ini perlu dukungan dan kerja sama dengan TNI dan pengusaha air kemasan. Percepat pembangunan jaringan air bersih dan siapkan toren penampung air di setiap desa langganan kekeringan, harus sudah dimulai agar tidak ada rebutan air," tambahnya.

Terkait penanganan sampah, Dedi mendukung rencana TNI membangun fasilitas pengolahan sampah berbasis waste to fuel. Melalui metode pirolisis, sampah plastik diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM).

"Kota dan Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat terancam tidak dapat membuang sampah ke Sarimukti yang bakal penuh enam bulan ke depan. Sehingga perlu berbagai upaya pengurangan pembuangan sampah dan pengurangan sampah eksisting yang menumpuk di TPA. Salah satunya melalui teknologi yang dipakai TNI," ujarnya.

Menurut Dedi, upaya serupa juga perlu dilakukan di wilayah Cirebon Raya, Bogor Raya, dan Tasikmalaya. Dalam jangka pendek, pemerintah perlu menyosialisasikan pengurangan sampah sejak tingkat rumah tangga. Adapun untuk jangka panjang, teknologi seperti waste to energy dan waste to fuel perlu dimanfaatkan secara optimal.

"Provinsi fokus di tiga hal pada APBD Perubahan yakni jalan desa, PJU desa, air bersih, serta pengelolaan sampah," tuturnya.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengapresiasi langkah cepat Dedi Mulyadi dalam mengantisipasi ancaman kemarau panjang dan persoalan sampah.

"Gubernur yang paling serius melakukan mitigasi masalah sampah dan ancaman kemarau. Kami laporkan jika TNI sudah membangun sedikitnya 500 titik distribusi air bersih, namun memang belum terdata dengan baik. Kami akan segera lakukan pendataan untuk antisipasi kemarau khususnya di Jabar," ujarnya.

Keterlibatan TNI dalam penanganan sampah terlihat melalui pembangunan fasilitas waste to fuel di sejumlah lokasi, seperti TPA Bantar Gebang, TPA Sumur Batu Bekasi, TPA Galuga Bogor, dan TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Maruli, fasilitas waste to fuel di Sarimukti siap mengolah sekitar 10 juta ton sampah atau hampir separuh dari total kapasitas yang mencapai 25 juta ton.

Selain itu, fasilitas insinerator dengan suhu pembakaran di atas 800 derajat Celsius mulai beroperasi di Ciwastra, Kota Bandung, sejak Mei 2026. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pembakaran hingga 800 ton sampah per hari.

"Mau di Bogor, Tasik, Bandung, Karawang kita siap bangun waste to fuel. Tinggal kesiapan lahannya, pembangunan perlu waktu sekitar satu tahun," tuturnya.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani membenarkan kemarau panjang yang diperkirakan terjadi di Jawa Barat. Bahkan, musim kemarau mulai dirasakan di wilayah pesisir utara Jawa Barat.

"Tahun ini kemarau datang lebih cepat, lebih panjang dan lebih kering karena fenomena El Nino. Bulan Juni ini di Pantura sudah terasa, dan bulan Juli hingga Oktober akan merata di Jabar, di mana puncaknya pada Agustus dan September," jelasnya.

Menurut Teuku, secara umum musim kemarau di Jawa Barat akan berlangsung selama tiga hingga tujuh bulan sehingga diperlukan langkah antisipasi terhadap potensi bencana kekeringan.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dedi Mulyadi Minta Bupati dan Wali Kota Hentikan Pembangunan Wisata dan Perumahan di Hutan

Dedi Mulyadi Minta Bupati dan Wali Kota Hentikan Pembangunan Wisata dan Perumahan di Hutan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:32 WIB

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:52 WIB

Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau

Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:37 WIB

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:57 WIB

Wagub Erwan Optimistis Jabar Pertahankan Gelar Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026

Wagub Erwan Optimistis Jabar Pertahankan Gelar Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:09 WIB

Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30 WIB

Terkini

Anggota Polisi Kuansing Dipecat usai Heboh Dugaan Penipuan Rp500 Juta

Anggota Polisi Kuansing Dipecat usai Heboh Dugaan Penipuan Rp500 Juta

Riau | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 09:58 WIB

OTP Dinilai Belum Cukup Lindungi Transaksi Digital, Ada Usulan Verifikasi Independen

OTP Dinilai Belum Cukup Lindungi Transaksi Digital, Ada Usulan Verifikasi Independen

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 09:58 WIB

BRI Siapkan Buyback Saham hingga Rp1 Triliun, Bidik Optimalisasi Nilai Pemegang Saham

BRI Siapkan Buyback Saham hingga Rp1 Triliun, Bidik Optimalisasi Nilai Pemegang Saham

Sumut | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Yakin Fundamental Bisnis Tetap Kuat, BRI Lanjutkan Buyback Saham Tahap II

Yakin Fundamental Bisnis Tetap Kuat, BRI Lanjutkan Buyback Saham Tahap II

Sumbar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 09:55 WIB

BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Fluktuasi Pasar Modal

BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Fluktuasi Pasar Modal

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Jaga Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun

Jaga Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun

Surakarta | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 09:51 WIB

BRI Siapkkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II, Ini Tujuannya

BRI Siapkkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II, Ini Tujuannya

Malang | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Pabrik Ekstasi Rumahan di Tulang Bawang Digerebek Polisi: Kontrakan Disulap Jadi Lab Narkoba

Pabrik Ekstasi Rumahan di Tulang Bawang Digerebek Polisi: Kontrakan Disulap Jadi Lab Narkoba

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 09:48 WIB

2 Moisturizer Wardah dengan Kandungan Vitamin C, Mana yang Lebih Cepat Mencerahkan?

2 Moisturizer Wardah dengan Kandungan Vitamin C, Mana yang Lebih Cepat Mencerahkan?

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Optimistis Bisnis Terus Tumbuh, BRI Siapkan Buyback Saham Senilai Rp1 Triliun

Optimistis Bisnis Terus Tumbuh, BRI Siapkan Buyback Saham Senilai Rp1 Triliun

Jabar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 09:46 WIB

×