Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 23 Juni 2026 | 14:08 WIB
Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!
Kim Jong Un (Dok Korea Utara)
baca 10 detik
  • Korea Utara mempercepat penguatan militer demi menandingi modernisasi senjata Amerika Serikat dan Korea Selatan.

  • Kim Jong Un mengecam rencana kepemilikan kapal selam nuklir oleh aliansi militer Korea Selatan.

  • Pyongyang menegaskan status senjata nuklir mereka bersifat permanen dan tidak dapat dinegosiasikan kembali.

Suara.com - Pyongyang mengambil langkah agresif untuk mempercepat penumpukan kekuatan militer di kawasan Semenanjung Korea. Strategi ini diambil demi membendung manuver pertahanan modern yang gencar dilakukan oleh musuh bebuyutannya, Korea Selatan.

Langkah taktis tersebut diputuskan langsung dalam rapat pleno komite sentral partai yang berlangsung selama 3 hari. Kim Jong Un menegaskan posisi negaranya tidak akan mundur dalam persaingan persenjataan global.

Ketegangan regional dipastikan meningkat seiring penolakan Pyongyang terhadap seluruh bentuk negosiasi pelucutan unit pemusnah massal. Negara ini memilih menutup pintu diplomasi demi mempertahankan kedaulatan dari ancaman luar.

Serangan AS-Israel ke Iran justru memperkuat determinasi Korea Utara. Analis menilai Kim Jong Un kian percaya bahwa senjata nuklir adalah satu-satunya pelindung mutlak bagi negaranya.
Serangan AS-Israel ke Iran justru memperkuat determinasi Korea Utara. Analis menilai Kim Jong Un kian percaya bahwa senjata nuklir adalah satu-satunya pelindung mutlak bagi negaranya.

Dalam pertemuan penting tersebut, media resmi pemerintah merilis pernyataan tegas terkait penguatan sistem pertahanan domestik. Kebijakan ini diambil secara bulat oleh para petinggi militer jajaran atas.

“Kim Jong Un dalam pidato penutupnya menegaskan kembali pendirian kebijakan yang teguh dari Partai dan negara kita untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional dengan lebih cepat,” lapor Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Kim Jong Un menyoroti pergerakan masif Washington dan Seoul yang dinilai semakin transparan dalam memperkuat armada tempur. Hal ini memicu kekhawatiran serius terhadap keseimbangan kekuatan militer di Asia Timur.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (KCNA/ Reuters)
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (KCNA/ Reuters)

Pihak Korut mengklaim bahwa aliansi strategis tersebut sedang mengupayakan kepemilikan alutsista bawah air berkekuatan fatal. Rencana pengadaan kapal selam itu dipandang sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan Pyongyang.

“AS dan Korea Selatan terus mendorong kepemilikan kapal selam nuklir oleh Korea Selatan sambil semakin terang-terangan dalam langkah-langkah mereka menuju penguatan dan modernisasi angkatan bersenjata di kawasan ini,” ujar Kim Jong Un.

Menanggapi situasi yang kian memanas, Korut merasa tidak memiliki pilihan lain selain memperkuat tameng pertahannya. Akselerasi pengembangan senjata menjadi prioritas mutlak yang tidak bisa ditunda lagi.

baca juga

Maka dari itu, penguatan deterrence atau daya getar mandiri dianggap sebagai jalan tunggal untuk menjaga kedamaian domestik. Sikap defensif ini didorong oleh persepsi ancaman nyata dari aktivitas militer gabungan di perbatasan.

“Memperluas dan memperkuat lebih lanjut kekuatan pencegah yang ampuh dan benar-benar dapat diandalkan untuk membela diri,” tegas Kim Jong Un di akhir pidatonya.

Forum pleno tertinggi menyepakati bahwa kepemilikan bom atom merupakan keputusan paling tepat saat ini. Opsi tersebut menjadi instrumen utama untuk menavigasi dinamika politik global yang sulit diprediksi.

Status kepemilikan senjata pemusnah ini diklaim bersifat permanen dan tidak dapat diganggu gugat oleh pihak manapun. Keputusan ini mengunci rapat peluang denuklirisasi yang sempat diwacanakan beberapa tahun lalu.

Adik perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong, turut mempertegas posisi tawar negaranya yang sangat radikal tersebut. Ia menyatakan bahwa doktrin pertahanan berbasis nuklir ini merupakan harga mati yang tidak memiliki jalan kembali.

Selain fokus pada sektor pertahanan, rezim ini juga mulai membenahi ketahanan ekonomi domestik secara menyeluruh. Pemerintah meluncurkan rencana besar untuk meremajakan total kawasan pertambangan batubara di seluruh negeri.

Langkah restrukturisasi industri energi ini diambil untuk menghapus ketertinggalan teknologi pertambangan yang telah berlangsung selama berabad-abad. Sektor batubara diharapkan menjadi tulang punggung baru dalam menopang perekonomian nasional yang terisolasi.

Secara hukum internasional, Korea Utara dan Korea Selatan sebenarnya masih berada dalam status aktif berperang hingga saat ini. Konflik berdarah periode 1950-1953 silam belum pernah diselesaikan dengan kesepakatan damai yang komprehensif.

Pertempuran besar di masa lalu tersebut hanya diakhiri melalui sebuah perjanjian gencatan senjata sementara di atas kertas. Akibatnya, kedua negara tetangga ini terus terjebak dalam lingkaran setan ketegangan militer tanpa akhir.

Pyongyang sendiri terus dihujani berbagai sanksi ekonomi berlapis dari Perserikatan Bangsa-Bangsa akibat nekat mengembangkan program hulu ledak. Namun, pembatasan ketat tersebut terbukti gagal meredam ambisi militerisasi Korut.

Kebuntuan diplomatik total ini mulai mengkristal sejak runtuhnya pertemuan puncak antara Kim Jong Un dan Donald Trump di Hanoi pada 2019. Kegagalan negosiasi kala itu dipicu oleh ketidaksepakatan mengenai kompensasi penghapusan sanksi internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korea Selatan Putus Semua Kanal Komunikasi dengan Korea Utara

Korea Selatan Putus Semua Kanal Komunikasi dengan Korea Utara

Video | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:50 WIB

Respon Berkelas Pelatih Timnas Korea Selatan Kalah Menyakitkan dari Meksiko

Respon Berkelas Pelatih Timnas Korea Selatan Kalah Menyakitkan dari Meksiko

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:11 WIB

Meksiko Hajar Korea Selatan, El Tri dan Taeguk Warriors Sama-sama Cetak Rekor Unik

Meksiko Hajar Korea Selatan, El Tri dan Taeguk Warriors Sama-sama Cetak Rekor Unik

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

×