Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

Andi Ahmad S

Minggu, 28 Juni 2026 | 21:11 WIB
Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II
Tim Jibom Detasemen Gegana Brimob Polda Papua musnahkan dua granat di Kabupaten Jayapura. ANTARA/HO-Humas Polres Jayapura
baca 10 detik
  • Tim Jibom Polda Papua memusnahkan dua granat nanas peninggalan Perang Dunia II di Lanud Silas Papare, Jayapura.
  • Pemusnahan dilakukan Sabtu (27/6/2026) karena kondisi granat sudah tidak stabil dan sangat membahayakan keselamatan warga sekitar.
  • Operasi pemusnahan berjalan lancar dan aman setelah personel gabungan memastikan lokasi area pembuangan sampah telah steril sepenuhnya.

Suara.com - Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua bekerja sama dengan jajaran TNI AU melakukan tindakan disposal atau pemusnahan terhadap dua buah granat aktif di Kabupaten Jayapura.

Benda berbahaya tersebut diidentifikasi sebagai granat jenis nanas tipe 97 yang diduga kuat merupakan peninggalan masa Perang Dunia II.

Operasi pemusnahan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi risiko mengingat kondisi fisik granat yang sudah sangat tidak stabil dan membahayakan keselamatan publik.

Tindakan penghancuran bahan peledak tersebut dilaksanakan di area terbuka yang jauh dari pemukiman, tepatnya di lokasi pembuangan sampah Pangkalan Udara (Lanud) Silas Papare, Kabupaten Jayapura, pada Sabtu (27/6/2026).

Kasie Humas Polres Jayapura, AKP Priyono, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi pemusnahan telah melalui pertimbangan keamanan yang sangat ketat guna menghindari dampak getaran maupun serpihan terhadap fasilitas sekitar.

"Pemusnahan dua granat tersebut berlangsung lancar di area Lanud Silas Papare. Proses penanganan dilaksanakan secara profesional dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan bahan peledak," ujar AKP Priyono dalam keterangan resminya, Minggu (28/6).

Berdasarkan pemeriksaan teknis oleh personel penjinak bom (Expertise), kedua granat tersebut berada dalam status sangat berbahaya. Penimbunan dalam tanah selama puluhan tahun telah menyebabkan korosi berat pada bagian mekanisme pengaman.

"Kedua granat tersebut sudah tidak memiliki sistem pengaman yang utuh. Oleh karena itu, tim menyimpulkan benda tersebut sangat berisiko apabila dipindahkan ke lokasi yang jauh atau disimpan dalam waktu lama. Tindakan disposal di tempat adalah solusi paling aman," tambah Priyono.

Dia menjelaskan dengan demikian tim Jibom memutuskan untuk melakukan pemusnahan langsung di lokasi penemuan guna menghindari potensi ledakan yang dapat membahayakan personel maupun masyarakat.

baca juga

"Sekitar pukul 16.30 WIT, proses disposal berhasil dilaksanakan dengan aman dan terkendali. Setelah itu, tim melanjutkan pembersihan area untuk memastikan lokasi benar-benar aman dari sisa material bahan peledak," katanya lagi.

Dia menambahkan dari hasil identifikasi granat yang dimusnahkan merupakan granat jenis nanas tipe 97 yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II dengan berat sekitar satu kilogram, berdiameter kurang lebih lima sentimeter dan panjang sekitar sepuluh sentimeter.

Dia mengatakan kedua granat tersebut pertama kali ditemukan oleh dua anggota Yonko 481 Kopasgat saat membuang sampah di area pembuangan sampah Lanud Silas Papare.

"Menyadari benda tersebut diduga merupakan bahan peledak, keduanya segera melaporkan kepada pihak berwenang sehingga dapat segera ditangani oleh Tim Jibom," ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membuka benda yang dicurigai sebagai bahan peledak atau peninggalan perang.

"Apabila menemukan benda serupa, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak Kepolisian atau TNI agar penanganan dapat dilakukan oleh personel yang memiliki keahlian khusus," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Membaca Papua Lewat Memoria Passionis: Catatan Luka dari Timur Nusantara

Membaca Papua Lewat Memoria Passionis: Catatan Luka dari Timur Nusantara

Your Say | Minggu, 28 Juni 2026 | 07:00 WIB

Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya

Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:04 WIB

Dari Fort Du Bus hingga Trikora: Membaca Papua dari Arsip Kolonial

Dari Fort Du Bus hingga Trikora: Membaca Papua dari Arsip Kolonial

Your Say | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:00 WIB

Kemendagri Beri Insentif Rp3 Miliar untuk Pemda Berprestasi di Papua

Kemendagri Beri Insentif Rp3 Miliar untuk Pemda Berprestasi di Papua

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:53 WIB

Wamendagri Wiyagus Apresiasi Pengobatan Gratis dan Donor Darah oleh Pemprov Papua

Wamendagri Wiyagus Apresiasi Pengobatan Gratis dan Donor Darah oleh Pemprov Papua

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:17 WIB

Kunjungan Gibran ke Asmat, Pantau Museum hingga Pembangunan Gereja

Kunjungan Gibran ke Asmat, Pantau Museum hingga Pembangunan Gereja

Foto | Senin, 22 Juni 2026 | 07:00 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×