Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu

Pebriansyah Ariefana

Senin, 29 Juni 2026 | 07:20 WIB
Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu
Rudal Iran (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • Amerika Serikat dan Iran sepakat meredakan ketegangan bersenjata di kawasan Selat Hormuz.

  • Kedua negara dijadwalkan menggelar pertemuan diplomatik lanjutan di Doha pada hari Selasa.

  • Operator kapal komersial masih menghadapi ancaman bahaya akibat situasi perairan yang belum stabil.

Suara.com - Ketegangan bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Selat Hormuz akhirnya mulai mereda. Kedua negara sepakat untuk menahan diri demi memulihkan jalur pelayaran internasional yang sempat mencekam.

"Kedua belah pihak akan mundur untuk saat ini dan kapal-kapal dapat bergerak bebas," kata pejabat itu dikutip dari CNN Internasional, Senin (29/6/2026).

Kesepakatan sepihak ini menjadi angin segar bagi industri maritim global yang sempat lumpuh.

Kapal-kapal di Selat Hormuz dekat pantai Bandar Abbas, Iran, pada 21 Juni. [West Asia News Agency/via Reuters]
Kapal-kapal di Selat Hormuz dekat pantai Bandar Abbas, Iran, pada 21 Juni. [West Asia News Agency/via Reuters]

Langkah krusial langsung diambil dengan menjadwalkan pertemuan lanjutan di Doha, Qatar, pada hari Selasa. Pertemuan tatap muka tersebut diharapkan mampu menyelamatkan komitmen perdamaian kedua belah pihak.

Ujian berat sempat melanda hubungan diplomatik ini akibat aksi saling serang selama akhir pekan. Situasi tersebut langsung mengancam stabilitas kesepakatan awal yang sebenarnya masih sangat rapuh.

Presiden Donald Trump langsung merespons keras dengan mengancam akan meluncurkan operasi militer lanjutan. Langkah destruktif itu bakal ditempuh jika Teheran terbukti melanjutkan serangan udara mereka.

Di sisi lain, pihak Iran memberikan peringatan yang tidak kalah tajam kepada Washington. Teheran menegaskan bahwa setiap pelanggaran gencatan senjata akan "mengakibatkan penghentian total semua proses diplomatik."

Ketegangan memuncak saat gelombang drone dan rudal Iran meluncur pada Sabtu malam lalu. Beruntung, militer Amerika Serikat melaporkan seluruh serangan tersebut meleset dari target utama.

Pihak Teheran mengklaim serangan itu menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di negara Teluk. Aksi tersebut menjadi balasan langsung setelah Washington lebih dulu menggempur situs milik Iran.

baca juga

Aksi saling serang ini menguji daya tahan kesepakatan awal yang baru saja disetujui. Padahal, perjanjian tersebut dirancang untuk menghentikan permusuhan selama jangka waktu 60 hari.

Masa tenang tersebut awalnya disiapkan khusus demi kelancaran negosiasi teknis antarkedua negara. Meskipun tensi publik masih panas, pejabat senior menegaskan dialog lanjutan tetap berjalan sesuai jadwal.

Dampak ketegangan ini sayangnya belum sepenuhnya mereda di sepanjang jalur perairan krusial tersebut. Para operator kapal komersial dan awak kabin masih menghadapi kebingungan serta bahaya besar.

Kondisi di lapangan menunjukkan ketidakpastian yang tinggi bagi keamanan navigasi perdagangan internasional. Ketakutan akan adanya serangan susulan membuat aktivitas pelayaran menjadi sangat berisiko.

Sebagai latar belakang, konflik ini semakin rumit akibat keterlibatan geopolitik regional yang lebih luas. Tensi tinggi ini diperparah oleh pertempuran sengit yang melibatkan kelompok Hizbullah.

Iran kini menuntut penarikan penuh pasukan Israel dari Lebanon sebagai syarat mutlak perjanjian. Tuntutan berat ini dipastikan bakal menambah beban baru dalam upaya perdamaian global.

Kini dunia menunggu hasil konkret dari pertemuan meja perundingan di Doha besok. Keputusan di Qatar akan menentukan nasib stabilitas energi dunia ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:04 WIB

Deretan Keputusan Kontroversial VAR Selama Piala Dunia 2026: Gol Iran Dianulir

Deretan Keputusan Kontroversial VAR Selama Piala Dunia 2026: Gol Iran Dianulir

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 06:10 WIB

Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran

Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:08 WIB

Terkini

Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia

Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia

News | Senin, 29 Juni 2026 | 07:00 WIB

Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud

Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud

News | Senin, 29 Juni 2026 | 05:10 WIB

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:23 WIB

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:19 WIB

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:07 WIB

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:53 WIB

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:54 WIB

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:31 WIB

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:11 WIB

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 21:02 WIB

×