- Koperasi Wahana Kalpika berencana meremajakan armada Mikrotrans Jakarta menjadi kendaraan listrik demi menciptakan ibu kota bebas polusi udara.
- Sebanyak 100 unit kendaraan listrik dijadwalkan masuk tahap uji coba profesional di Jakarta pada awal tahun 2027 mendatang.
- DPRD DKI Jakarta mendukung penuh transisi tersebut dengan menekankan pentingnya kesiapan teknis agar tidak merugikan pihak manapun di lapangan.
Suara.com - Koperasi Wahana Kalpika (KWK) berencana meremajakan armada Mikrotrans Jakarta menjadi kendaraan listrik demi mewujudkan ibu kota bebas polusi.
Rencana ini mengemuka dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-40 KWK yang digelar di Hotel Shantika, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (28/6/2026).
Sebanyak 100 unit kendaraan listrik dijadwalkan masuk tahap uji coba profesional pada awal 2027 guna memantau perkembangan sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan.
"Ada seratus unit listrik untuk Mikrotrans yang akan dicoba," jelas Ketua KWK Taufik Azhar, mengutip laman resmi DPRD DKI Jakarta, Senin (29/6/2026).
DPRD DKI Jakarta pun menyatakan dukungan penuh terhadap langkah peremajaan armada itu.
Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menegaskan, proses peralihan harus dilakukan mengingat kondisi polusi udara Jakarta yang kini masuk kategori kurang baik.
Namun, kesiapan pelaksana teknis di lapangan juga menjadi prioritas utama agar transisi berjalan mulus tanpa mengorbankan pihak mana pun.
"Agar peralihan ini tidak memberatkan, menyulitkan, dan merugikan pihak-pihak yang selama ini berperan," kata Suhud.
Guna menopang transisi ini, KWK sendiri mulai membenahi kualitas sumber daya manusia dengan memberikan pembinaan kepada para pramudi sebanyak dua kali dalam setahun.
Pembinaan mencakup pemeriksaan kesehatan dan pengawasan ketat melalui Satuan Tugas Khusus.
Suhud berharap, sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan operator terus diperkuat demi menghadirkan layanan transportasi publik yang prima bagi warga Jakarta.
"Harus terus ditingkatkan," ucapnya.
Rencana revolusi hijau transportasi Jakarta memang sudah mulai digencarkan Transjakarta tahun ini, sesuai arahan Gubernur Pramono Anung, lewat pengoperasian 500 bus listrik.
"Ini bagian dari target elektrifikasi penuh armada Transjakarta pada 2030," papar Pramono belum lama ini, yang menargetkan keberadaan 10 ribu bus listrik di Jakarta pada 2029.