- Pemerintah China mewajibkan pendidikan kecerdasan buatan bagi seluruh pelajar dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi nasional.
- Kebijakan ini bertujuan mencetak talenta lokal kompetitif untuk mendukung ambisi China menjadi pemimpin global di sektor teknologi.
- Pemerintah berupaya meningkatkan produktivitas melalui AI sembari menjaga stabilitas pasar tenaga kerja dari risiko otomatisasi berlebihan.
Suara.com - Pemerintah China resmi meluncurkan rencana lima tahun untuk menjadikan kecerdasan buatan (AI) sebagai kompetensi wajib di seluruh jenjang pendidikan.
Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi besar Presiden Xi Jinping untuk menjadikan China pemimpin global di bidang teknologi.
Dewan Negara China menyatakan bahwa pendidikan AI akan diterapkan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
“Mendorong pendidikan AI di semua tahap pembelajaran dan meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah,” demikian isi dokumen kebijakan tersebut.
Program ini menargetkan seluruh pelajar memiliki literasi AI yang kuat.
Pemerintah daerah juga diminta segera mengimplementasikan kebijakan tersebut secara menyeluruh.
![Ilustrasi kecerdasan buatan. [Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/06/55384-ilustrasi-kecerdasan-buatan.jpg)
Langkah ini sejalan dengan ambisi China memperkuat dominasi di sektor teknologi tinggi, terutama di tengah pembatasan ekspor teknologi dari negara-negara Barat.
Beijing ingin menciptakan talenta lokal yang mampu bersaing secara global.
Selain fokus pada inovasi, pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas pasar tenaga kerja.
AI diharapkan meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan lapangan pekerjaan secara besar-besaran.
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan China telah mendorong universitas untuk memperluas pelatihan AI guna meningkatkan peluang kerja lulusan.
Kebijakan ini menjadi fondasi penting dalam menghadapi era digital.
Di sisi lain, pengadilan China juga mulai membatasi penggunaan AI oleh perusahaan untuk menggantikan tenaga kerja manusia.
Sejumlah putusan menegaskan bahwa pemecatan demi otomatisasi tidak dapat dilakukan sembarangan.