Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China

Dicky Prastya

Senin, 29 Juni 2026 | 13:44 WIB
Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menemui Menkeu China Lan Fo’an pada Rabu (17/6/2026). [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan obligasi Panda Bond di pasar China senilai Rp17,9 triliun tahun ini.
  • Tujuannya untuk melakukan diversifikasi sumber pendanaan serta mengurangi ketergantungan pemerintah Indonesia terhadap mata uang Dolar AS.
  • Pemerintah memanfaatkan sistem pemeringkatan lokal dan perjanjian transaksi mata uang lokal China untuk mendukung efektivitas penerbitan obligasi.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sejumlah alasan kenapa Pemerintah akhirnya mencari utang ke China lewat obligasi Panda Bond.

Bagi yang belum tahu, Panda Bond adalah surat utang atau obligasi yang diterbitkan oleh entitas asing, dalam hal ini Pemerintah Indonesia. Surat utang ini diterbitkan di pasar domestik China dengan denominasi mata uang Yuan atau Renminbi (RMB).

Menkeu Purbaya beralasan kalau Pemerintah Indonesia perlu melakukan diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS. Lebih lagi para investor China tidak terlalu terpengaruh dengan lembaga pemeringkat asing seperti S&P Global Ratings, Moody's, dan lainnya.

"Karena investor di China, tidak terlalu dipengaruhi oleh rating atau peringkat dari SNP, Moody's, dan lain-lain. Mereka akan melihat pemeringkat dari China seperti apa," katanya dalam media briefing yang digelar di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Senin (29/6/2026).

Nantinya Panda Bond juga akan dinilai oleh lembaga pemeringkat China. Ia pun yakin kalau hasil penilaian amat baik.

"Panda Bond diperingkat oleh lembaga pemeringkat dari China. Nanti akan di-publish beberapa hari sebelum Panda Bond-nya dijual. Hasilnya sih, kita sudah tahu kira-kira amat baik," lanjutnya.

Purbaya sendiri sempat bertemu dengan perwakilan S&P beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, ia mengklaim lembaga pemeringkat menganggap kondisi ekonomi RI masih positif.

Hanya saja ia masih jengkel dengan indikator penilaian yang dilakukan lembaga asing tersebut. Purbaya berjanji bakal mempelajari lebih lanjut soal apa yang dikeluhkan lembaga pemeringkat global.

"Mereka melihat apakah kita mampu bayar utang, fisikalnya seperti apa. Sudah fisikannya bagus, dia bilang apa, 'Ya tapi kan ada uncertainty di market'. Ya gue juga tahu itu. Lu kebalik. Harusnya kan dilihat fondasi seperti apa. Itu yang saya agak-agak masih kurang mengerti, tapi saya akan membetulkan nanti," jelasnya.

baca juga

Target cari utang Rp 17,9 T dari Panda Bond

Diketahui Purbaya menargetkan penerbitan Panda Bond senilai 1 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 17,9 triliun (kurs Rp 17.937 per Dolar AS). Bahkan dana pinjaman itu bisa lebih apabila kondisi lebih memungkinkan.

"Pertama sih kita targetnya mungkin 1 miliar dolar AS, tapi kita lihat market-nya seperti apa, kalau market-nya bisa lebih besar, kita akan perbesar, tergantung dengan kondisi market-nya," kata Purbaya, dikutip dari Antara, Jumat (19/6/2026).

Untuk menerbitkan Panda Bond, pemerintah, lembaga multilateral, atau perusahaan asing harus memenuhi ketentuan otoritas keuangan China yaitu China People’s Bank of China (PBOC) dan National Association of Financial Market Institutional Investors (NAFMII).

"Waktu pertemuan dengan PBOC, kami diminta melakukan percepatan pengeluaran izinnya tapi memang dari pihak underwriter-nya belum dimasukkan dan pihak PBOC meminta agar segera dimasukkan izinnya sehingga mereka dapat segera memproses. Jadi dukungan mereka ke rencana ini amat baik," papar dia.

Berkat dukungan dari PBOC, Purbaya optimistis Panda Bond dapat diterbitkan tahun ini. Pemerintah masih mempersiapkan book building atau masa penawaran awal, di mana peminjam dan penjamin mengumpulkan minat dan pesanan dari investor dalam rentang harga tertentu.

"Ini minggu depan sudah mulai book building harusnya begitu izinnya keluar ya. Jadi dua minggu lagi sudah putus mungkin," ungkap Purbaya.

Purbaya menyebut, alasan Pemerintah menerbitkan Panda Bond yakni ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan. Ia tak ingin bergantung pada satu sumber mata uang negara tertentu.

Lebih lagi Indonesia dan China sudah memiliki perjanjian bilateral (local currency transaction) yang mempermudah transaksi antara masyarakat kedua negara.

"Transaksi dengan yuan bisa langsung dikonversi ke rupiah, karena perjanjian antara bank sentral Indonesia dengan bank sentral China. Jadi saya akan coba juga, bisa tidak memakai untuk memanfaatkan langsung bilateral swap agreement tadi sehingga langsung ke rupiah dan akan mengurangi tekanan terhadap Rupiah juga nantinya," tegas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Endus Pegawai DJP Kongkalikong dengan Pengusaha soal Restitusi Pajak

Purbaya Endus Pegawai DJP Kongkalikong dengan Pengusaha soal Restitusi Pajak

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:22 WIB

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:22 WIB

Harga Jual Kembali Mobil China Masih Kalah Jauh dari Merek Jepang

Harga Jual Kembali Mobil China Masih Kalah Jauh dari Merek Jepang

Otomotif | Senin, 29 Juni 2026 | 11:05 WIB

Drama China Derailment: Penuh Plot Twist Mind Blowing atau Cuma Menjual Visual?

Drama China Derailment: Penuh Plot Twist Mind Blowing atau Cuma Menjual Visual?

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:39 WIB

Menkeu Purbaya Happy Anggaran MBG Mau Dipangkas: Apalagi Dipotong Lebih Banyak

Menkeu Purbaya Happy Anggaran MBG Mau Dipangkas: Apalagi Dipotong Lebih Banyak

Video | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:00 WIB

Paylater dan Pinjol: Ketika Kemudahan Berubah Menjadi Ketergantungan

Paylater dan Pinjol: Ketika Kemudahan Berubah Menjadi Ketergantungan

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:55 WIB

Terkini

Punya Pengalaman Pahit di GBK, Legenda Malaysia: Berat Lawan Timnas Indonesia di GBK

Punya Pengalaman Pahit di GBK, Legenda Malaysia: Berat Lawan Timnas Indonesia di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 13:58 WIB

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Pastikan Tak Hadiri Pemakaman

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Pastikan Tak Hadiri Pemakaman

News | Senin, 28 September 2026 | 13:56 WIB

DPR Murka ke Kalapas Cibinong: Anda Bukan Cuman Bohongin Pak Menteri, Tapi Seluruh Rakyat Indonesia

DPR Murka ke Kalapas Cibinong: Anda Bukan Cuman Bohongin Pak Menteri, Tapi Seluruh Rakyat Indonesia

News | Senin, 28 September 2026 | 13:56 WIB

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:53 WIB

Joey Pelupessy Ungkap Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

Joey Pelupessy Ungkap Kondisi Ruang Ganti Timnas Indonesia Jelang Hadapi Malaysia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 13:53 WIB

Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!

Bocoran LEGO One Piece Netflix 29 September & Update Arc Elbaph!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:50 WIB

3 Serum Ekstrak Bunga Mawar untuk Mencerahkan dan Melembapkan Kulit Kering

3 Serum Ekstrak Bunga Mawar untuk Mencerahkan dan Melembapkan Kulit Kering

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:47 WIB

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

News | Senin, 28 September 2026 | 13:45 WIB

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

News | Senin, 28 September 2026 | 13:39 WIB

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:37 WIB

×