Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:40 WIB
Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela
Bayi selamat dari gempa bumi Venezuela (BBC)
baca 10 detik
  • Balita berusia 3 tahun berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup setelah enam hari tertimbun puing.

  • Korban tewas gempa kembar Venezuela melonjak menjadi 1.943 jiwa dengan puluhan ribu warga hilang.

  • PBB memperingatkan adanya ancaman kelaparan serius dan krisis kesehatan kronis di lokasi bencana.

Suara.com - Tim penyelamat Yordania berhasil mengevakuasi seorang bocah laki-laki atau bayi berusia 3 tahun dalam kondisi hidup dari balik puing-puing bangunan. Balita bernama Klieber Morán tersebut bertahan selama enam hari setelah gempa bumi dahsyat mengguncang wilayah Negara Bagian La Guaira.

Keajaiban ini melampaui batas kritis waktu evakuasi golden time yang biasanya hanya berkisar tiga hari. Keberhasilan ini memicu haru luar biasa di tengah keputusasaan warga yang menghadapi kelangkaan pangan dan tempat berlindung.

Saat ini, bocah tersebut telah mendapatkan penanganan medis darurat dan dipindahkan ke rumah sakit di ibu kota Caracas. Kondisi tanda-tanda vitalnya dilaporkan berada dalam status yang baik serta stabil.

Gempa bumi dahsyat di Venezuela menewaskan 235 orang dan melukai ribuan warga lainnya. (Antara)
Gempa bumi dahsyat di Venezuela menewaskan 235 orang dan melukai ribuan warga lainnya. (Antara)

Rekaman video memperlihatkan para petugas bersorak gembira saat menarik tubuh Klieber dari reruntuhan semen dan besi. Delcy Rodríguez selaku Wakil Presiden Interim Venezuela menggambarkan momen penyelamatan anak tersebut sebagai sebuah titik balik yang krusial.

"Momen harapan," tutur Delcy Rodríguez saat mengomentari keberhasilan proses evakuasi yang dramatis tersebut, dikisahkan BBC, Rabu (1/7/2026).

Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan puluhan ribu korban selamat kini sangat membutuhkan pasokan makanan. Wilayah La Guaira menjadi lokasi yang mengalami kerusakan paling parah dengan pemutusan total jaringan komunikasi.

Ketegangan sosial mulai meningkat di kalangan masyarakat setempat akibat lambatnya distribusi bantuan ke wilayah terisolasi. Kekacauan sempat pecah di beberapa titik akibat perebutan logistik darurat yang jumlahnya sangat terbatas.

Daniela Armas, seorang pedagang berusia 18 tahun di La Guaira yang terluka akibat kecelakaan motor saat gempa memberikan kesaksiannya. Ia melihat langsung bagaimana situasi di lapangan menjadi tidak terkendali.

"Beberapa pasokan memang didistribusikan, tetapi terkadang orang-orang hampir saling membunuh demi makanan... ini seperti aduan ayam," kata Daniela Armas kepada AFP.

baca juga

Kondisi psikologis warga makin tertekan karena banyak yang harus menanti proses evakuasi anggota keluarga mereka secara mandiri. Sebagian besar masyarakat terpaksa menggali puing-puing bangunan tanpa dukungan alat berat yang memadai.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menyatakan bahwa mereka membutuhkan dana awal sebesar 15 juta dolar AS secara cepat. Dana tersebut akan dialokasikan untuk perlindungan, penyediaan logistik utama, dan hunian sementara bagi 30.000 korban.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa fasilitas pelayanan medis setempat saat ini mengalami tekanan yang ekstrem. Risiko penularan penyakit menular berbahaya seperti campak dan difteri melonjak tajam akibat rendahnya cakupan vaksinasi nasional.

"Sekarang ada peningkatan risiko berjangkitnya penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin," ujar juru bicara WHO, Christian Lindmeier.

Presiden Majelis Venezuela, Jorge Rodríguez menegaskan bahwa operasi pencarian korban selamat tidak akan dihentikan. Tim domestik bersama dengan pakar internasional terus menyisir zona-zona merah pemukiman yang rata dengan tanah.

"Penyelamatan Klieber menunjukkan masih ada harapan untuk terus menemukan orang dalam keadaan hidup," kata Jorge Rodríguez.

Bencana mengerikan ini dipicu oleh 2 gempa kembar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang melanda Venezuela pekan lalu. Hingga saat ini, otoritas resmi mencatat jumlah korban tewas telah meroket mencapai angka 1.943 jiwa.

Lebih dari 10.000 orang mengalami luka-luka dan puluhan ribu warga lainnya hingga kini berstatus hilang belum ditemukan. Berdasarkan analisis satelit NASA, hantaman gempa tersebut merusak atau menghancurkan sedikitnya 58.870 bangunan fisik.

Kini, gelombang bantuan internasional seberat 47 ton dari berbagai negara sekutu mulai mendarat di bandara udara terdekat. Paket bantuan tersebut mencakup peralatan medis darurat, perlengkapan persalinan aman, serta nutrisi untuk bayi baru lahir.

Di sudut lain pelabuhan La Guaira, aroma duka menyengat dari posko jenazah sementara tempat warga mengidentifikasi keluarga mereka. Salah seorang warga, Wilker Molalla, terduduk lemas menanti kepastian nasib saudara perempuan dan keponakannya yang tertimbun.

"Ada 11 orang di rumah saya. Hanya dua dari kami yang selamat karena kami sedang bekerja," ujar Wilker Molalla dengan nada lirih kepada AFP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lubang Galian yang Merenggut Nyawa, Siapa Harus Bertanggung Jawab?

Lubang Galian yang Merenggut Nyawa, Siapa Harus Bertanggung Jawab?

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:23 WIB

Korban Tewas Gempa Bumi Venezuela Hampir 2.000 Jiwa, Puluhan Ribu Orang Hilang

Korban Tewas Gempa Bumi Venezuela Hampir 2.000 Jiwa, Puluhan Ribu Orang Hilang

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:55 WIB

Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap

Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 02:18 WIB

Terkini

Volume Kendaraan Tol Jakarta-Cikampek Melonjak Jelang 17 Agustus

Volume Kendaraan Tol Jakarta-Cikampek Melonjak Jelang 17 Agustus

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:44 WIB

BNPB Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah Usai Gempa NTT

BNPB Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah Usai Gempa NTT

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Daftar e-Wallet yang Dapat Promo Top-up BRImo Spesial 17 Agustus

Daftar e-Wallet yang Dapat Promo Top-up BRImo Spesial 17 Agustus

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:21 WIB

Gempa Dahsyat NTT, BMKG: Baru Terjadi Lagi Setelah 30 Tahun Silam

Gempa Dahsyat NTT, BMKG: Baru Terjadi Lagi Setelah 30 Tahun Silam

Video | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Top-Up E-Wallet dan Pulsa di BRImo Langsung Dapat Cashback! Buruan, Kuota Terbatas

Top-Up E-Wallet dan Pulsa di BRImo Langsung Dapat Cashback! Buruan, Kuota Terbatas

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Deretan Sepeda Lipat Pacific Paling Populer, Cocok untuk Gowes Harian

Deretan Sepeda Lipat Pacific Paling Populer, Cocok untuk Gowes Harian

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Binance Perpanjang Airdrop RLUSD, Ini Cara Klaim 1 Juta XRP yang Dibagikan

Binance Perpanjang Airdrop RLUSD, Ini Cara Klaim 1 Juta XRP yang Dibagikan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Daftar Atlet Wakil Indonesia di BWF World Championship 2026

Daftar Atlet Wakil Indonesia di BWF World Championship 2026

Sport | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Kapal Tenggelam di Perairan Rupat, 3 Pekerja Migran Masih Hilang

Kapal Tenggelam di Perairan Rupat, 3 Pekerja Migran Masih Hilang

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:50 WIB

BNI Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT, Pastikan Layanan Perbankan Tetap Berjalan

BNI Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT, Pastikan Layanan Perbankan Tetap Berjalan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:46 WIB

×