- Sepasang bayi kembar berusia 15 bulan ditemukan tewas di Beuvrages, Prancis, akibat dugaan dehidrasi saat gelombang panas ekstrem.
- Kedua orang tua korban telah ditangkap oleh pihak berwenang guna menjalani pemeriksaan terkait penyebab kematian bayi tersebut.
- Empat anak lain dalam keluarga yang sama sempat dirawat di rumah sakit karena mengalami gejala dehidrasi serupa.
Suara.com - Tragedi memilukan terjadi di Prancis saat gelombang panas ekstrem melanda.
Sepasang bayi kembar berusia 15 bulan ditemukan tewas di rumah mereka, sementara kedua orang tuanya kini telah ditangkap pihak berwenang.
Peristiwa ini terjadi di Beuvrages, dekat Valenciennes, wilayah utara Prancis.
Menurut jaksa setempat, penyelidikan difokuskan pada dugaan bahwa kedua bayi meninggal akibat dehidrasi.
Suhu tinggi di dalam rumah diduga menjadi faktor utama yang memperparah kondisi korban.
![Mengapa Eropa Lebih Panas dari Timur Tengah? Suhu di Paris Lampaui Mekah [@TheCalvinCooli1]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/01/57204-paris.jpg)
Orang tua korban, masing-masing berusia 35 dan 32 tahun, dilaporkan menghubungi layanan darurat setelah menemukan anak-anak mereka dalam kondisi tidak sadar di tempat tidur.
Autopsi dijadwalkan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian.
“Pemeriksaan akan difokuskan pada kemungkinan dehidrasi akibat suhu ruangan yang tinggi,” demikian pernyataan pihak kejaksaan setempat seperti dinukil dari Reuters.
Selain dua bayi yang meninggal, empat anak lain dalam keluarga tersebut juga mengalami gejala dehidrasi.
Mereka berusia antara 3 hingga 6 tahun dan sempat dirawat di rumah sakit.
Beruntung, kondisi keempat anak tersebut kini dilaporkan stabil dan tidak dalam bahaya.
Namun, kasus ini menambah daftar korban rentan akibat gelombang panas ekstrem di Eropa.
Prancis dan sejumlah negara Eropa tengah menghadapi suhu ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.