Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB
Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?
Ilustrasi [Freepik]
baca 10 detik
  • Kabinet Malaysia menyetujui sistem kerja hibrida bagi pegawai negeri sipil mulai 1 Agustus 2026.

  • Pegawai bekerja dua hari dari rumah dan tiga hari di kantor sesuai zona wilayah.

  • Kebijakan ini mengadopsi tren global demi modernisasi birokrasi tanpa mengganggu pelayanan publik esensial.

Suara.com - Pemerintah Malaysia resmi mengesahkan sistem Hari Kerja Hibrida (HWD) atau work from home (WFH) sebagai norma baru bagi pegawainya (PNS)mulai 1 Agustus 2026. Langkah ini diambil untuk merombak kultur birokrasi agar lebih adaptif dan modern melalui pemanfaatan teknologi digital.

Kebijakan baru ini memangkas waktu kerja konvensional di kantor tanpa mengurangi total jam kerja resmi pelayanan publik. Aparatur sipil negara kini memiliki fleksibilitas untuk bekerja secara hibrida guna mendongkrak produktivitas nasional.

Skema ini membagi porsi kerja menjadi 2 hari dari rumah dan 3 hari wajib di kantor. Pembagian jadwal operasional tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan berkas serta panduan masing-masing departemen.

Ilustrasi WFH untuk Hemat BBM (Suara.com)
Ilustrasi WFH untuk Hemat BBM (Suara.com)

Dikutip dari MalayMail, aturan presensi langsung di kantor bakal mengikuti hari libur mingguan yang berlaku di setiap wilayah negara bagian. Hal ini memastikan koordinasi internal pemerintahan tetap berjalan sinkron dan teratur setiap pekannya.

Bagi wilayah yang meliburkan hari Minggu, pegawai wajib masuk kantor pada hari Senin dan Jumat. Format ini berbeda untuk wilayah dengan waktu libur yang tidak seragam.

Pada daerah seperti Kedah, Kelantan, dan Terengganu yang meliburkan hari Jumat, jadwal kantor ditetapkan hari Minggu dan Kamis. Penyesuaian lokal tersebut dilakukan agar tidak mengganggu ritme ekonomi daerah setempat.

Pemerintah menjamin perubahan format kerja ini sama sekali tidak akan mengendurkan kualitas pelayanan mendasar kepada masyarakat. Loket-loket pelayanan publik dipastikan tetap beroperasi penuh demi melayani kebutuhan warga setiap hari.

Sektor garda terdepan seperti keamanan, pertahanan, pendidikan, kesehatan, dan peradilan juga tidak akan mengalami perubahan operasional. Seluruh petugas di sektor krusial tersebut tetap menjalankan tugas di lapangan seperti biasa.

Sistem kerja baru ini menjadi bagian penting dari agenda besar reformasi menyeluruh pada sektor pelayanan publik. Fokus utamanya adalah modernisasi budaya kerja melalui alat digital dan pemantauan kinerja berbasis hasil.

baca juga

Melalui penerapan aturan baru ini, Malaysia resmi menyusul langkah progresif yang telah diambil oleh negara-negara maju. Pola kerja adaptif ini dinilai terbukti efektif menjaga ritme kerja yang sehat di era modern.

Singapura, Australia, Finlandia, dan Swedia menjadi contoh negara yang telah sukses mengadopsi model hibrida ini. Malaysia kini memposisikan diri sejajar dengan standar pengelolaan birokrasi global tersebut.

Sistem Hari Kerja Hibrida ini akan menggantikan regulasi kerja dari rumah yang berlaku sebelumnya. Aturan lama tersebut dahulu diterbitkan sebagai respons darurat di bawah arahan Konflik Asia Barat.

Sebagai langkah lanjutan, Jabatan Perkhidmatan Awam (JPA) atau Departemen Pelayanan Publik akan segera menerbitkan panduan pelaksanaannya. Panduan detail tersebut bakal menjadi acuan teknis bagi seluruh instansi ke depannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ABM LOC Pastikan Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia Siap Digelar di Stadion Manahan

ABM LOC Pastikan Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia Siap Digelar di Stadion Manahan

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 22:05 WIB

Saat Negara Kehilangan 'Koordinat', Warga Kehilangan Ruang Hidup

Saat Negara Kehilangan 'Koordinat', Warga Kehilangan Ruang Hidup

Your Say | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:40 WIB

Jakarta Punya Wajah Lain, Destinasi Seru untuk Wisatawan Malaysia

Jakarta Punya Wajah Lain, Destinasi Seru untuk Wisatawan Malaysia

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:31 WIB

Terkini

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:42 WIB

Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021

Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:41 WIB

×