Tepis Isu 2 Desa Lepas ke Malaysia, Tito: RI Justru Untung Wilayah hingga 5.700 Hektare!

Muhamad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 29 Juni 2026 | 15:56 WIB
Tepis Isu 2 Desa Lepas ke Malaysia, Tito: RI Justru Untung Wilayah hingga 5.700 Hektare!
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (Adiyoga Priyambodo)
baca 10 detik
  • Mendagri Tito Karnavian membantah isu hilangnya dua desa di Kalimantan saat rapat kerja bersama DPR.
  • Penyelesaian sengketa batas negara justru memberikan tambahan wilayah yang lebih luas bagi Indonesia di beberapa segmen perbatasan.
  • Pemerintah mempertegas batas wilayah untuk mencegah kejahatan lintas negara yang muncul akibat ketidakjelasan garis demarkasi di lapangan tersebut.

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membantah keras isu yang menyebut Indonesia kehilangan dua desa di perbatasan Kalimantan dan masuk ke wilayah Malaysia.

Menurut Tito, narasi tersebut menyesatkan karena Indonesia justru memperoleh tambahan wilayah yang jauh lebih luas dari hasil penyelesaian sengketa batas negara.

Penegasan itu disampaikan Tito saat Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

"Mohon kami klarifikasi dalam forum ini karena kadang-kadang menjadi isu di publik seolah kita kehilangan dua desa. Padahal desanya tidak hilang, yang hilang itu adalah sebagian kecil tanahnya, tapi kita mendapatkan kompensasi lebih dari itu," ujar Tito dalam rapat.

Tito menjelaskan, penyelesaian batas negara di Kalimantan bagian timur telah dituangkan dalam dua Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup segmen Sungai Simantipal, Pulau Sebatik, Sungai Sinapat, dan Sungai Sesai.

Dari kesepakatan tersebut, Indonesia justru memperoleh keuntungan teritorial secara signifikan. Di Pulau Sebatik, misalnya, sebanyak 127,3 hektare disepakati masuk ke wilayah Indonesia, sedangkan Malaysia hanya memperoleh 4,9 hektare.

Sementara itu, pada segmen Sungai Simantipal, seluruh wilayah seluas 5.700 hektare dipastikan menjadi bagian dari Indonesia.

Selain itu, di segmen Sungai Sinapat, Indonesia memperoleh wilayah seluas 5.207 hektare, sedangkan Malaysia mendapatkan 778 hektare. Adapun pada segmen C 500 dan C 600, seluas 405 hektare masuk ke wilayah Malaysia.

"Yang dimaksud (isu lepas) itu adalah 127 hektar di dua desa yang konsekuensinya masuk ke wilayah Malaysia. Tapi sebagai gantinya, kita mendapatkan 5.700 hektar di Sungai Simantipal yang semuanya masuk ke sisi Indonesia. Jadi secara hitungan, kita diuntungkan jauh lebih luas," katanya.

baca juga
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Tito mengungkapkan, persoalan tapal batas di kawasan tersebut sejatinya merupakan masalah lama yang berakar dari perbedaan pemetaan antara pemerintah kolonial Belanda dan Inggris.

Selama bertahun-tahun, batas negara di sejumlah titik seperti Pulau Sebatik, Sungai Sinapat, dan Simantipal hanya tergambar jelas di peta, tetapi tidak memiliki penanda yang tegas di lapangan.

Akibatnya, tak sedikit rumah warga yang terbelah oleh garis batas negara.

"Ada rumah-rumah yang bagian depannya milik Indonesia, tapi bagian belakangnya masuk Malaysia. Lintas batas yang tidak jelas ini berdampak negatif," ungkap Tito.

Menurutnya, ketidakjelasan batas wilayah selama ini turut memicu berbagai tindak kejahatan lintas negara, mulai dari penyelundupan barang, perdagangan manusia (human trafficking), peredaran narkotika, hingga perdagangan senjata ilegal (firearms trafficking).

Karena itu, pemerintah melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) terus mempercepat penyelesaian sengketa perbatasan dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.

"Banyak tim yang terlibat untuk memastikan kedaulatan wilayah kita tetap terjaga," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Minta Kasus Judi Online Rp13,9 Triliun Tak Berhenti di Operator, Bos Besar Harus Diungkap

DPR Minta Kasus Judi Online Rp13,9 Triliun Tak Berhenti di Operator, Bos Besar Harus Diungkap

News | Senin, 29 Juni 2026 | 10:31 WIB

Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?

Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:02 WIB

Tiga Manajer KDMP dan KNMP Meninggal di Latsarmil! DPR Desak Evaluasi Total Latihan Fisik

Tiga Manajer KDMP dan KNMP Meninggal di Latsarmil! DPR Desak Evaluasi Total Latihan Fisik

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:04 WIB

Terkini

Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Desainer Asal Padang Terpilih Lewat Voting Publik

Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Desainer Asal Padang Terpilih Lewat Voting Publik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:54 WIB

Mensesneg, DEN dan BI Terima Kasih ke Dasco: Kami seperti Tim Sepak Bola

Mensesneg, DEN dan BI Terima Kasih ke Dasco: Kami seperti Tim Sepak Bola

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:47 WIB

DPR Gelar Rapat Lintas Lembaga Bahas Stabilitas Ekonomi

DPR Gelar Rapat Lintas Lembaga Bahas Stabilitas Ekonomi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:41 WIB

Tragedi Cinta Segitiga Pengamen Bekasi: Sempat Viral di Medsos, Berakhir Penikaman Maut

Tragedi Cinta Segitiga Pengamen Bekasi: Sempat Viral di Medsos, Berakhir Penikaman Maut

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:36 WIB

Diduga Kirim Pesan WA dari Sel, Hotman Paris Desak Kalapas Cipinang Cek HP Razman Nasution

Diduga Kirim Pesan WA dari Sel, Hotman Paris Desak Kalapas Cipinang Cek HP Razman Nasution

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:32 WIB

Antrean di SPBU Tak Sekadar Soal BBM, Ekonom Soroti Beban Sosial Kelompok Rentan

Antrean di SPBU Tak Sekadar Soal BBM, Ekonom Soroti Beban Sosial Kelompok Rentan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:26 WIB

Jutaan Anak Tak Sekolah, Gus Ipul Minta Kepala Daerah Dukung Sekolah Rakyat

Jutaan Anak Tak Sekolah, Gus Ipul Minta Kepala Daerah Dukung Sekolah Rakyat

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:25 WIB

KPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Imigrasi Silmy Karim

KPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Imigrasi Silmy Karim

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:22 WIB

Buntut Intimidasi Dokter di IGD, Sekjen Golkar Pastikan Sanksi Tegas bagi Kader yang Buat Onar

Buntut Intimidasi Dokter di IGD, Sekjen Golkar Pastikan Sanksi Tegas bagi Kader yang Buat Onar

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:16 WIB

Jokowi Safari Politik, Golkar: Beliau Bukan Presiden Lagi, Kami Tegak Lurus ke Pak Prabowo!

Jokowi Safari Politik, Golkar: Beliau Bukan Presiden Lagi, Kami Tegak Lurus ke Pak Prabowo!

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:11 WIB

×