- Bupati Purwakarta, Om Zein, mengklarifikasi lagu kontroversial berjudul Lalaki Langit, Lalanang Bejat yang viral di media sosial.
- Om Zein menegaskan lagu tersebut merupakan refleksi pribadi tahun 2020 dan membantah niat menyindir atau merendahkan perempuan.
- Menanggapi kritik keras dan somasi publik, Om Zein menyampaikan permintaan maaf terbuka atas ketidaknyamanan yang telah terjadi.
Suara.com - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein angkat bicara soal kontroversi lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat yang viral di media sosial.
Setelah menuai kritik dari masyarakat, tokoh publik, hingga lembaga bantuan hukum, Om Zein menyampaikan klarifikasi mengenai makna lagu yang menjadi perbincangan tersebut.
Om Zein menilai publik telah memiliki penafsiran yang beragam terhadap lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat. Oleh karena itu, ia merasa perlu memberikan penjelasan mengenai latar belakang lahirnya karya tersebut.
Om Zein membantah anggapan bahwa lagu tersebut dibuat sebagai sindiran kepada kelompok tertentu, terutama perempuan.
Menurutnya, lagu tersebut merupakan puisi yang kemudian diangkat menjadi lagu dan telah ditulis sejak 2020 sebagai bentuk refleksi pribadi.
"Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri. Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal," kata Om Zein dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).
Om Zein menjelaskan, setiap lirik dalam lagu tersebut lahir dari proses perenungan terhadap kehidupannya di masa lalu.
Baginya, karya itu menjadi media untuk mengakui kekurangan diri sekaligus mengingatkan dirinya agar terus memperbaiki sikap.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan hidup yang dijalaninya.
"Saya bersyukur Tuhan menciptakan saya jadi lelaki. Mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan, terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa menjaga diri," ujarnya.
Om Zein berharap masyarakat dapat melihat lagu tersebut secara utuh sebagai bentuk otokritik dan refleksi personal, bukan sebagai karya yang dimaksudkan untuk merendahkan atau menyerang perempuan maupun kelompok tertentu.
Meski demikian, Om Zein mengakui sebuah karya dapat dimaknai secara berbeda oleh setiap orang. Ia pun memahami adanya pihak-pihak yang merasa tersinggung atau tidak nyaman setelah lagu tersebut viral di media sosial.
Sebagai kepala daerah, ia memilih menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas polemik yang terjadi.
"Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri," ujarnya.
Permintaan maaf tersebut menjadi bagian dari upaya Om Zein merespons berbagai kritik yang muncul dari masyarakat, tokoh publik, hingga organisasi yang menilai isi lagu mengandung stereotip terhadap perempuan.
Banjir Kritik dan Somasi
Lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat menuai respons dari berbagai kalangan setelah viral di media sosial.
Kritik tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga anggota DPR, musisi, hingga lembaga bantuan hukum yang menilai lirik lagu tersebut bermasalah.
Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya menilai lirik lagu tersebut tidak mencerminkan penghormatan terhadap perempuan.
Menurutnya, karya seni semestinya tidak menjadikan pengalaman biologis perempuan sebagai bahan yang dapat ditertawakan.
"Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," kata Atalia.
Penyanyi Rossa turut memberikan tanggapan melalui kolom komentar unggahan Atalia Praratya di Instagram.
Komentarnya yang bernada satire langsung menjadi perhatian warganet dan memperoleh lebih dari 4.600 tanda suka.
"Judulna lalaki langit. Penyanyi: Lalaki Gering. Kitu ie teh?" tulisnya.
Penyanyi sekaligus penulis Risa Saraswati juga ikut menanggapi polemik tersebut.
Ia tidak menuliskan kalimat, tetapi memberikan beberapa emoji marah di kolom komentar unggahan Atalia Praratya sebagai bentuk reaksinya terhadap lagu tersebut. Komentar itu kemudian mendapat lebih dari 1.600 tanda suka dari pengguna Instagram.
Polemik lagu kemudian berlanjut ke ranah hukum setelah LBH Jabar mengirimkan somasi terbuka kepada Om Zein.
Lembaga tersebut meminta lagu dihentikan penyebarannya, dihapus dari seluruh platform digital, serta meminta Om Zein menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
"Ditemukan fakta hukum yang tidak terbantahkan bahwa lagu tersebut memuat diksi, narasi, dan substansi yang bersifat misoginis, merendahkan derajat eksistensial manusia, serta mendegradasi harkat dan martabat kaum perempuan secara vulgar," kata Ketua LBH Jabar Riyan Bintana.
Lirik Lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat
Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Cacak mun jadi awewe
Andai saja jadi perempuan
ES-Em-Pe kelas tilu
SMP kelas tiga
Tos Karuron tujuh kali
Sudah keguguran tujuh kali
Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Teu kudu meuli kutang
Tidak usah membeli bra
Nu busana leuwih gede batan susu
yang busanya lebih besar dari payudara
Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Teu kudu ngaprak-ngaprak apotek
Tak perlu cari apotek
Alatan telat bulan
Karena telat datang bulan (haid)
Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki