Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

Vania Rossa, Tiara Rosana

Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:40 WIB
Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan
Bupati Purwakarta Om Zein (Diskominfo Kab Purwakarta)
baca 10 detik
  • Komnas Perempuan mengapresiasi permintaan maaf Bupati Purwakarta terkait polemik lagu seksis namun menekankan perlunya perubahan cara pandang gender.
  • Pernyataan pejabat publik yang merendahkan perempuan berpotensi melegitimasi diskriminasi serta menghambat upaya perlindungan hak asasi manusia di masyarakat.
  • Polemik karya Om Zein menjadi momentum penting bagi pejabat publik untuk mengintegrasikan perspektif kesetaraan gender dalam setiap penyelenggaraan pemerintahan.

Suara.com - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menilai permintaan maaf Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein atas polemik lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat merupakan langkah yang patut diapresiasi. Namun, permintaan maaf tersebut dinilai belum cukup apabila tidak disertai perubahan cara pandang terhadap perempuan.

Komisioner Komnas Perempuan Sri Agustini mengatakan, sebagai pejabat publik, Om Zein memiliki tanggung jawab atas setiap pernyataan maupun karya yang disampaikan kepada masyarakat.

"Permintaan maaf harus dibarengi dengan bagaimana dia memperbaiki komunikasi dan cara pandangnya terhadap perempuan. Itu menjadi penting karena bagaimanapun beliau adalah pejabat publik yang harus mempertanggungjawabkan apa yang disampaikannya kepada publik," kata Sri Agustini kepada Suara.com melalui sambungan telepon, Jumat (3/7/2026).

Menurut Sri, polemik lagu tersebut tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai persoalan pilihan kata atau gaya komunikasi. Sebab, pernyataan seorang pejabat publik memiliki pengaruh besar dalam membentuk cara pandang masyarakat, budaya birokrasi, hingga arah kebijakan negara.

"Ketika seorang pejabat menyampaikan pernyataan yang merendahkan dan mendiskreditkan harkat serta martabat perempuan, termasuk di dalamnya melecehkan dan melakukan objektifikasi terhadap perempuan, dampaknya tidak hanya berhenti di ruang komunikasi publik," ujarnya.

Sri menilai pernyataan seperti itu berpotensi melegitimasi diskriminasi berbasis gender, memperkuat bias dalam pelayanan publik, hingga menghambat upaya negara mewujudkan kesetaraan dan perlindungan hak-hak perempuan.

"Karena itu, persoalan ini harus dipahami sebagai isu hak asasi manusia dan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, bukan sekadar persoalan pilihan kata atau gaya komunikasi," ucapnya.

Ia menambahkan, polemik tersebut semestinya menjadi momentum untuk memperkuat pengarusutamaan perspektif gender dalam penyelenggaraan pemerintahan, terutama di kalangan pejabat publik.

Sebelumnya, Om Zein telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, khususnya perempuan, atas polemik lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat. Ia menjelaskan lagu tersebut ditulis pada 2020 ketika dirinya mengaku masih memiliki cara pandang yang berbeda dan menyebut dirinya saat itu masih "nakal".

baca juga

Lagu tersebut menuai kontroversi karena liriknya dinilai mengandung muatan seksis dan merendahkan martabat perempuan. Polemik itu memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk somasi dari kelompok masyarakat sipil. Kementerian Dalam Negeri juga telah memanggil Om Zein untuk memberikan klarifikasi.

Bagi Komnas Perempuan, kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap ucapan maupun karya yang disampaikan pejabat publik memiliki dampak luas terhadap masyarakat. Karena itu, perubahan cara pandang terhadap kesetaraan gender dinilai jauh lebih penting daripada sekadar menyampaikan permintaan maaf.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan

Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:02 WIB

Lagu 'Lalaki Langit' Bupati Purwakarta, Potret Seksisme yang Dinormalisasi

Lagu 'Lalaki Langit' Bupati Purwakarta, Potret Seksisme yang Dinormalisasi

Your Say | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:10 WIB

Bupati Purwakarta Minta Maaf  Soal Lagu 'Lalaki Langit', Bantah Rendahkan Wanita

Bupati Purwakarta Minta Maaf Soal Lagu 'Lalaki Langit', Bantah Rendahkan Wanita

Video | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:21 WIB

Terkini

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:32 WIB

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:30 WIB

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:24 WIB

Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor

Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:19 WIB

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:12 WIB

Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek

Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:07 WIB

Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?

Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:06 WIB

Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'

Nasib Pedagang Buah Kramat Jati: Niat Cari Nafkah Malah Dimaki Perwira Polisi Gegara 'Ngeyel'

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:03 WIB

Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan

Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:02 WIB

Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog di Kalsel, Dukung Penguatan Penyimpanan Pangan Nasional

Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog di Kalsel, Dukung Penguatan Penyimpanan Pangan Nasional

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:48 WIB

×