- Pemerintah akan mengaktifkan kembali penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, mulai September 2026 mendatang.
- Pelaku industri pariwisata Lembang optimistis kebijakan tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara berkat akses perjalanan lebih efisien.
- Pembukaan kembali bandara diharapkan mampu menekan biaya transportasi serta memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi wilayah Bandung Raya.
Suara.com - Rencana pemerintah mengaktifkan kembali penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, disambut positif oleh pelaku industri pariwisata di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Mereka optimistis kebijakan tersebut akan mempermudah akses wisatawan sekaligus mengerek kembali jumlah kunjungan, terutama dari mancanegara.
Public Relations Floating Market Lembang, Intania Setiati, mengatakan keberadaan penerbangan langsung ke Bandung akan memangkas waktu tempuh wisatawan yang selama ini harus mendarat di bandara lain sebelum melanjutkan perjalanan ke Lembang.
"Harapan kami tentu saja dengan adanya penerbangan langsung ke Bandara Husein Sastranegara minat wisatawan mancanegara ke Lembang kembali meningkat karena secara akses jadi lebih mudah," kata Intania, Sabtu (4/7/2026), dikutip dari ANTARA.
Ia mengungkapkan, sebelum seluruh penerbangan komersial dipindahkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati pada 2023, wisatawan asing dari Malaysia, Singapura, Jepang, China, dan sejumlah negara lainnya menjadi kontributor penting kunjungan wisata ke kawasan Lembang.
"Wisatawan mancanegara sejak sebelumnya sudah menjadi penyumbang kunjungan di sini. Ada dari Malaysia, Singapura, Jepang, China dan beberapa negara lainnya," ujarnya.
Menurut Intania, reaktivasi Bandara Husein menjadi momentum untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata Bandung Raya yang sempat terdampak akibat akses perjalanan yang lebih panjang setelah perpindahan penerbangan ke Kertajati.
Ia meyakini penerbangan langsung ke Bandung tidak hanya menghemat waktu perjalanan, tetapi juga menekan biaya transportasi wisatawan sehingga berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan.
"Pengunjung berpotensi bisa meningkat lagi kalau ada penerbangan langsung ke Bandung karena bisa memangkas biaya dan waktu. Harapan kami nanti penerbangan internasional juga dibuka kembali bersamaan dengan penerbangan domestik," katanya.
Optimisme tersebut sejalan dengan tren pemulihan sektor wisata di Bandung Barat. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat, sebanyak 83.014 wisatawan mengunjungi 15 objek wisata pada Mei 2026. Mayoritas kunjungan tercatat di kawasan Lembang, Parongpong, dan Cisarua yang menjadi destinasi unggulan daerah.
Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar bandara tersebut kembali melayani penerbangan komersial mulai September 2026. Kebijakan itu ditujukan untuk memperkuat konektivitas, mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, serta menggerakkan perekonomian Bandung Raya.
Menyambut potensi peningkatan wisatawan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat terus memperkuat penerapan program Sapta Pesona di destinasi wisata. Pemerintah juga melakukan pemetaan potensi dan karakteristik objek wisata sebagai dasar pengembangan sekaligus strategi promosi daerah.
Sementara itu, Pemerintah Kota Bandung menyatakan siap mendukung operasional kembali Bandara Husein melalui penyediaan infrastruktur pendukung dan koordinasi lintas instansi agar penerbangan komersial dapat berjalan optimal saat kembali dibuka.