- Donald Trump berambisi maju Pilpres AS 2028 meski terhalang aturan konstitusi dua periode.
- Amendemen ke-22 Konstitusi AS membatasi masa jabatan presiden maksimal sebanyak dua periode.
- Donald Trump mempertimbangkan JD Vance dan Marco Rubio sebagai kandidat pimpinan Partai Republik.
Arah dukungan sang presiden dikenal sangat dinamis dan kerap berubah sesuai situasi politik terkini. Perubahan konstelasi dukungan internal masih sangat mungkin terjadi menjelang 2028.
Selain dua nama utama, Trump turut melirik jajaran menteri kabinetnya sebagai kandidat potensial pimpinan partai. Menteri Keuangan Scott Bessent serta mantan Menteri Dalam Negeri Kristi Noem masuk dalam bursa suksesi.
Apa Latar Belakang Pembatasan Kekuasaan Presiden AS?
Pembatasan dua periode dalam Amendemen ke-22 Konstitusi AS dirancang untuk mencegah konsentrasi kekuasaan berkepanjangan pada satu individu. Aturan ini disahkan demi menjaga prinsip demokrasi dan kesinambungan kepemimpinan nasional.
Konstruksi hukum tersebut kini menjadi pilar utama pembendung ambisi politik Trump untuk kembali berlaga di Pilpres 2028. Diskusi mengenai suksesi kekuasaan Partai Republik pun semakin memanas menjelang akhir masa jabatannya.