Bukan Pengupas Bawang, Berapa Upah Susanah Sebagai Penjahit Kain Majun?

Agung Pratnyawan

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:51 WIB
Bukan Pengupas Bawang, Berapa Upah Susanah Sebagai Penjahit Kain Majun?
Susanah, ibu asal Bogor yang disebut dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo. [YouTube/ Sekretariat Presiden]
baca 10 detik
  • Susanah bekerja sebagai penjahit kain majun di Bogor.
  • Upah Susanah yang sebenarnya hanya 700 rupiah per kilogram.
  • Penghasilan harian Susanah dari menjahit berkisar 14.000 rupiah saja.

Suara.com - Berapa sebenarnya penghasilan Susanah, sosok yang belakangan ramai dibicarakan warganet? Jawabannya jauh dari kesan yang muncul di publik.

Perempuan asal Bogor ini hanya mengantongi upah sekitar Rp700 per kilogram dari pekerjaannya sebagai penjahit kain majun, dengan penghasilan harian yang tak sampai Rp15.000.

Selain sebagai penjahit kain majun, Susanah bekerja sampingan membersihkan alat makan MBG

Nama Susanah mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial setelah disebut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Jumat (14/8) lalu.

Dalam pidato tersebut, Presiden menyinggung sosok buruh bernama Susanah yang disebut mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram.

Pernyataan itu langsung memicu gelombang reaksi di X dan TikTok.

Banyak warganet mempertanyakan kebenaran angka tersebut, sementara sebagian lain menjadikannya bahan candaan soal "pekerjaan impian" bergaji selangit yang jauh melampaui standar upah minimum mana pun.

Namun setelah ditelusuri, fakta di lapangan berbeda jauh dari narasi yang beredar.

Profesi Asli Susanah: Penjahit Kain Majun, Bukan Pengupas Bawang

baca juga
Susanah, ibu asal Bogor yang disebut dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo. [YouTube/ Sekretariat Presiden]
Susanah, ibu asal Bogor yang disebut dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo. [YouTube/ Sekretariat Presiden]

Susanah adalah perempuan berusia 38 tahun, warga Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Ia tidak pernah bekerja sebagai pengupas bawang seperti yang disebutkan dalam pidato kenegaraan.

Wina, kakak ipar Susanah, memberikan klarifikasi langsung soal pekerjaan sehari-hari adiknya.

"Dia sehari-hari kerja sebagai penjahit kain majun," ujar Wina, Senin (17/8/2026).

Kain majun merupakan kain perca bekas yang biasa digunakan untuk kebutuhan industri, jauh berbeda dari bawang yang disebut dalam pidato.

Selain menjahit, Susanah juga memiliki pekerjaan sampingan di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Dia kerja juga bersih-bersih alat makan MBG," tambah Wina.

Suaminya sendiri bekerja sebagai kuli bangunan lepas dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara Susanah masih menanggung biaya sekolah dua orang anak.

Berapa Sebenarnya Upah Susanah dari Menjahit Kain Majun?

Kondisi rumah Susanah yang beralamat di RT 01 RW 04, Kampung Ciuncal, Situsari, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, Jawa Barat. [Dziharul Islam Nusantara/Suara.com].
Kondisi rumah Susanah yang beralamat di RT 01 RW 04, Kampung Ciuncal, Situsari, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, Jawa Barat. [Dziharul Islam Nusantara/Suara.com].

Inilah yang membuat pernyataan di podium negara jomplang dengan kenyataan: Susanah hanya menerima upah sekitar Rp700 per kilogram kain majun yang ia jahit.

Bukan Rp700 ribu seperti yang disebutkan dalam pidato kenegaraan.

Selisih tiga angka nol ini mengubah total kisahnya, dari cerita sukses ekonomi menjadi potret perjuangan hidup yang berat.

Dengan upah tersebut, rata-rata penghasilan harian Susanah hanya berkisar Rp14.000, tergantung banyaknya kain yang berhasil ia selesaikan dalam sehari.

Angka ini jauh dari cukup untuk menopang kebutuhan rumah tangga, apalagi biaya pendidikan dua anaknya yang masih bersekolah.

Fakta ini otomatis mementahkan kesan "kesejahteraan mendadak" yang sempat viral akibat kesalahan penyebutan angka dalam pidato kenegaraan.

Bagaimana dengan Upah Buruh Pengupas Bawang Sesungguhnya?

Sebagai pembanding, upah buruh pengupas bawang di daerah lain pun jauh dari angka ratusan ribu, apalagi jutaan rupiah.

Di Klungkung, Bali, misalnya, Kadek Astiani, salah satu buruh pengupas bawang, mengungkapkan bahwa ia hanya menerima sekitar Rp1.000 per kilogram bawang.

"Kalau bisa mengupas bawang 100 kilogram sehari, cuma bisa bawa Rp100 ribu," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Pengupas Bawang Tapi Penjahit Kain Majun, Profil Susanah Ibu Tangguh dari Bogor

Bukan Pengupas Bawang Tapi Penjahit Kain Majun, Profil Susanah Ibu Tangguh dari Bogor

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram

Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:57 WIB

Momen Prabowo Sebut Upah Buruh Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kilo di Sidang DPR-DPD

Momen Prabowo Sebut Upah Buruh Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kilo di Sidang DPR-DPD

Video | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:50 WIB

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:24 WIB

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

×