Singapura Keluarkan Peringatan Warganya Jadi Korban Asap Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:21 WIB
Singapura Keluarkan Peringatan Warganya Jadi Korban Asap Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera
ilustrasi Singapura - lowongan kerja di Singapura lulusan SMA (Freepik)
baca 10 detik
  • Singapura terancam kabut asap jika kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan semakin memburuk.

  • NEA memantau titik panas dan menyiapkan imbauan harian jika indeks PSI memburuk.

  • Curah hujan Singapura pada akhir Agustus 2026 diprediksi berada di bawah rata-rata normal.

Suara.com - Singapura berpotensi diterjang kabut asap lintas negara jika titik kebakaran hutan dan lahan di Sumatera serta Kalimantan terus membesar. Angin kencang yang bertiup ke arah utara berisiko membawa kepulan asap pembakaran tersebut langsung menyeberangi selat menuju wilayah perkotaan.

Pemerintah Singapura kini menaikkan status pemantauan kualitas udara di seluruh wilayahnya guna mengantisipasi penurunan derajat kesehatan warga secara mendadak. Langkah sigap ini diambil mengingat pola cuaca kering diperkirakan masih akan mendominasi kawasan Asia Tenggara dalam beberapa waktu ke depan.

Kondisi monsun barat daya yang sedang berlangsung memperbesar peluang masuknya polusi udara dari Indonesia ke wilayah tetangga. Perubahan arah angin harian menjadi faktor krusial yang menentukan seberapa parah paparan asap akan melanda kawasan pemukiman.

Ilustrasi Singapura (Unsplash)
Ilustrasi Singapura (Unsplash)

Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura mengonfirmasi keberadaan titik panas yang memicu kepulan asap pekat di wilayah selatan dan tengah Sumatra serta beberapa area Kalimantan.

“Kondisi kering diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa hari mendatang. Di tengah angin yang bertiup dari arah tenggara atau barat daya, Singapura mungkin akan mengalami kondisi berkabut asap jika kebakaran semakin hebat,” ujar NEA dalam imbauan resminya, sebagaimana dikutip dari Malay Mail.

Ancaman ini membuat otoritas terkait langsung menyiagakan sistem peringatan dini bagi seluruh lapisan masyarakat. Otoritas setempat terus memantau pergerakan angin dan tingkat konsentrasi partikel polutan di udara secara riil setiap jam.

Bagaimana Langkah Imbauan dan Pemantauan Udara Singapura?

Lembaga lingkungan tersebut berjanji untuk terus memantau perkembangan situasi lapangan secara ketat demi keselamatan publik.

"Badan tersebut menyatakan akan terus memantau situasi secara ketat dan memberikan informasi terkini mengenai kabut asap setiap hari jika Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam memasuki kategori tidak sehat," demikian rilis pihak NEA.

baca juga

Meskipun cuaca cenderung kering, hujan deras berdurasi singkat yang disertai petir diprediksi masih akan turun di beberapa titik wilayah pulau tersebut. Fenomena hujan lokal ini diperkirakan terjadi pada waktu menjelang siang hingga sore hari di beberapa kawasan terbatas.

Namun, curah hujan lokal tersebut dinilai tidak cukup kuat untuk menghapus risiko datangnya kabut asap pekat dari luar wilayah. Curah hujan yang minim di kawasan sumber kebakaran tetap menjadi pemicu utama meluasnya sebaran asap.

Pihak otoritas meteorologi memperkirakan pasokan air hujan pada paruh kedua bulan ini berada di bawah batas normal rata-rata.

“Total curah hujan untuk dua minggu kedua bulan Agustus 2026 diperkirakan berada di bawah rata-rata di sebagian besar wilayah pulau tersebut,” tambah laporan resmi NEA.

Kondisi tersebut memperpanjang masa krisis kemarau yang memicu kerentanan lahan gambut dan hutan di wilayah regional. Fenomena alam ini berulang hampir setiap tahun ketika musim kemarau panjang melanda kawasan Asia Tenggara.

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatra dan Kalimantan, telah lama menjadi pemicu utama krisis udara regional. Siklus musim kering yang ekstrem memicu meluasnya titik panas yang sulit dipadamkan akibat kondisi tanah gambut yang mudah terbakar.

Angin Monsun Barat Daya yang bertiup setiap pertengahan tahun secara alami membawa asap hasil pembakaran tersebut menyeberangi Selat Malaka. Akibatnya, negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia sering kali menanggung dampak penurunan kualitas udara yang signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hentikan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Pelatih Singapura Kena Karma

Hentikan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Pelatih Singapura Kena Karma

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:02 WIB

Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sudah Sampai Malaysia, Sekolah di Sarawak Ditutup

Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sudah Sampai Malaysia, Sekolah di Sarawak Ditutup

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:19 WIB

Timnas Indonesia Gigit Jari, Thailand Lolos ke Final Piala AFF 2026 Usai Tekuk Singapura

Timnas Indonesia Gigit Jari, Thailand Lolos ke Final Piala AFF 2026 Usai Tekuk Singapura

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:24 WIB

Terkini

Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini di Tengah Aksi Jual Asing

Proyeksi Teknikal IHSG Hari Ini di Tengah Aksi Jual Asing

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Arah Meja Kerja Pembawa Rezeki Berdasarkan Shio, Cek Panduan dan Tips Menatanya

Arah Meja Kerja Pembawa Rezeki Berdasarkan Shio, Cek Panduan dan Tips Menatanya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Pemprov DKI Kaji TransJakarta Laut, DPRD: Jangan Cuma Jadi Etalase

Pemprov DKI Kaji TransJakarta Laut, DPRD: Jangan Cuma Jadi Etalase

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:29 WIB

KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing dan 2 Pejabat Pemkab Terkait Suhardiman Amby

KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing dan 2 Pejabat Pemkab Terkait Suhardiman Amby

Riau | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Buntut Sel Mewah! Bebas Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Kembali Ditahan di Lapas Tangerang

Buntut Sel Mewah! Bebas Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Kembali Ditahan di Lapas Tangerang

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Jelang Balapan, Para Pembalap MotoGP Cek Lintasan Mandalika

Jelang Balapan, Para Pembalap MotoGP Cek Lintasan Mandalika

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Menperin Minta Penerapan SNI Dievaluasi, Biar Tak Jadi Beban Industri Ekspor

Menperin Minta Penerapan SNI Dievaluasi, Biar Tak Jadi Beban Industri Ekspor

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Selama Ini Petani Cuma Kebagian Ampas, Gubernur Lampung Rombak Rantai Pasok Kakao Rp150 T

Selama Ini Petani Cuma Kebagian Ampas, Gubernur Lampung Rombak Rantai Pasok Kakao Rp150 T

Lampung | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Merck Perkuat Bisnis Obat Resep di Tengah Berakhirnya Kontrak dengan P&G

Merck Perkuat Bisnis Obat Resep di Tengah Berakhirnya Kontrak dengan P&G

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:46 WIB

388 Warga Terdampak! Kebakaran di Kramat Pulo Senen Hanguskan 83 Rumah Tinggal

388 Warga Terdampak! Kebakaran di Kramat Pulo Senen Hanguskan 83 Rumah Tinggal

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:45 WIB

×