Tak Mau Jadi Korban Kabut Asap, Malaysia Akan Bantu Atasi Kebakaran Hutan Kalimantan

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:09 WIB
Tak Mau Jadi Korban Kabut Asap, Malaysia Akan Bantu Atasi Kebakaran Hutan Kalimantan
Ilustrasi Kebakaran Hutan (dok.Pexels/ Saravanan Narayanan)
baca 10 detik
  • Malaysia dan Indonesia menyepakati pertukaran wilayah udara demi melancarkan operasi penyemaian awan buatan.

  • Ancaman super El Nino memperparah risiko kebakaran hutan di kawasan lahan gambut Asia Tenggara.

  • Pengawasan titik api dilakukan secara agresif untuk menghentikan praktik pembakaran lahan secara ilegal.

Suara.com - Ancaman super El Nino 2026 mendorong Malaysia dan Indonesia membuka wilayah udara bagi operasi cuaca darurat. Kesepakatan ini bertujuan mematikan potensi kabut asap lintas batas sebelum menyebar luas ke permukiman.

Manuver lintas teritorial ini menjadi babak baru mitigasi iklim di kawasan Asia Tenggara. Kedua negara kini bersiap mengerahkan armada pencegah kebakaran hutan langsung ke pusat kemunculan titik api.

Pertukaran data titik panas berlangsung seketika menyusul hasil kesepakatan pejabat lingkungan senior ASEAN. Strategi agresif ini muncul menanggapi prediksi musim kemarau yang jauh lebih parah pada tahun ini.

Kondisi lahan Perhutani BKPH Bojonglopang, RPH Nangka Tepus, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (10/8/2026). [Sulabumiupdate/Istimewa]
Kondisi lahan Perhutani BKPH Bojonglopang, RPH Nangka Tepus, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (10/8/2026). [Sulabumiupdate/Istimewa]

Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia Datuk Arthur Joseph Kurup memimpin langsung inisiatif pengamanan ini. Dia memastikan Jakarta mendukung penuh perluasan kerja sama pengawasan kawasan hutan rawan terbakar.

Agensi penegak hukum dari kedua belah pihak mendapat tugas baru menindak tegas pelaku pembakaran terbuka. Patroli darat dan udara akan beroperasi intensif sepanjang puncak krisis musim kemarau.

Mengapa Wilayah Udara Menjadi Kunci Atasi Kabut Asap?

Akses batas negara meniadakan hambatan birokrasi saat awan potensial terdeteksi di wilayah tetangga. Pesawat penyemai awan kini leluasa bermanuver mengejar target demi menjatuhkan hujan buatan secara presisi.

"Kami juga berbagi wilayah udara jika kami perlu melakukan operasi penyemaian awan. Kami dapat saling berbagi wilayah udara dan mungkin aset kami," ungkap Arthur, dikutip dari Asianews, Jumat (21/8/2026).

Pernyataan strategis tersebut dia sampaikan usai membuka Konferensi Internasional Kehutanan Tropis 2026 hari Selasa lalu. Keputusan radikal ini membuktikan ancaman krisis iklim menuntut kolaborasi yang mendobrak batas kaku teritorial.

baca juga

Kesadaran bersama mulai terbentuk bahwa polusi udara selalu mengabaikan garis peta negara mana pun. Asap tebal dari satu lokasi pasti merusak kualitas udara serta mengancam kesehatan di wilayah sebelahnya.

"Kita perlu mengakui bahwa kabut asap adalah masalah yang tidak hanya dihadapi oleh satu negara. Ini adalah isu regional. Apa yang terjadi di negara tetangga kita juga akan berdampak pada kita," tambahnya.

Bagaimana Nasib Asia Tenggara Hadapi Kemarau Ekstrem?

Sistem pemantauan canggih milik Departemen Meteorologi Malaysia saat ini beroperasi penuh mengamankan langit negara-negara ASEAN. Arthur membeberkan keberhasilan teknologi ini pada pertemuan tingkat tinggi regional pekan lalu.

Malaysia sedang berjuang melewati fase awal menuju badai super El Nino yang sangat menyengat. Kondisi cuaca ini merampas curah hujan secara ekstrem dan melipatgandakan sebaran titik api.

"Dan itu akan menyebabkan lebih banyak kabut asap," tegas Arthur menyoroti kondisi udara saat ini. Polusi pekat mulai mengepung kawasan Sarawak selatan dan merayap ke sebagian semenanjung Malaysia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review Kadet 1947: Saat Sejarah Perang Dikemas Penuh Humor, Romansa, dan Tanpa Kesan Kaku

Review Kadet 1947: Saat Sejarah Perang Dikemas Penuh Humor, Romansa, dan Tanpa Kesan Kaku

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau

Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 05:30 WIB

Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya

Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:51 WIB

Terkini

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:15 WIB

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 00:56 WIB

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

×