IESR Ingatkan Pengurangan Subsidi BBM Tak Cukup dengan Kendaraan Listrik: Mengapa?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 24 Agustus 2026 | 14:19 WIB
IESR Ingatkan Pengurangan Subsidi BBM Tak Cukup dengan Kendaraan Listrik: Mengapa?
Ilustrasi Kendaraan Listrik ( Pexels/Smart-me AG )

Suara.com - Pemerintah berencana mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap dengan mempercepat elektrifikasi transportasi dan memberikan insentif bagi kendaraan listrik produksi dalam negeri.

Rencana tersebut mendapat respons positif dari Institute for Essential Services Reform (IESR). Lembaga kajian energi itu menilai elektrifikasi transportasi berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi sekaligus membantu memperbaiki kualitas udara di perkotaan.

Namun, IESR mengingatkan bahwa pengurangan subsidi BBM tidak cukup hanya dengan mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Ada sejumlah prasyarat yang perlu disiapkan agar kebijakan tersebut tidak justru menambah beban kelompok masyarakat yang rentan.

Dalam tanggapannya terhadap pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto terkait RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, IESR menyebut pengurangan subsidi BBM perlu dilakukan secara terencana.

Ilustrasi kendaraan listrik [Foto: ANTARA]
Ilustrasi kendaraan listrik [Foto: ANTARA]

“Pengurangan subsidi BBM harus dibarengi dengan perlindungan terhadap kelompok rentan, peningkatan kualitas transportasi publik, pembangunan infrastruktur pengisian daya yang merata, serta ketersediaan energi listrik bersih yang semakin dominan dalam sistem tenaga listrik nasional,” tulis IESR dalam keterangan resminya pada 14 Agustus.

Bukan sekadar mengganti kendaraan

Elektrifikasi transportasi merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM. Dengan semakin banyak kendaraan menggunakan listrik, kebutuhan BBM di sektor transportasi diharapkan ikut berkurang.

Kebijakan ini juga berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Namun, di sisi lain, meningkatnya jumlah kendaraan listrik akan membuat kebutuhan listrik ikut bertambah.

Di sinilah persoalan lain muncul. Menurut IESR, manfaat elektrifikasi transportasi tidak akan optimal apabila listrik yang digunakan kendaraan listrik masih didominasi pembangkit berbahan bakar fosil.

baca juga

“Tanpa dekarbonisasi sektor kelistrikan, manfaat penuh elektrifikasi transportasi tidak akan optimal,” kata Fabby Tumiwa, Chief Executive Officer IESR dalam keterangannya baru-baru ini. 

Artinya, peralihan dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik perlu berjalan beriringan dengan perubahan sumber energi untuk menghasilkan listrik.

Jika listrik yang digunakan untuk mengisi baterai masih banyak berasal dari pembangkit fosil, pengurangan emisi dari sektor transportasi tidak akan maksimal.

Karena itu, IESR menilai percepatan kendaraan listrik perlu ditempatkan sebagai bagian dari agenda transisi energi yang lebih luas. Pengembangan energi terbarukan menjadi penting agar pertumbuhan kebutuhan listrik tidak sekaligus memperkuat ketergantungan terhadap pembangkit fosil.

Infrastruktur pengisian daya juga perlu disiapkan

Selain sumber listrik, ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi tantangan lain.

Pemerintah perlu memastikan stasiun pengisian kendaraan listrik tersedia secara merata agar masyarakat tidak menghadapi keterbatasan ketika beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak.

Persoalan ini menjadi semakin penting jika elektrifikasi transportasi ingin diterapkan dalam skala besar. Tanpa jaringan pengisian daya yang memadai, penggunaan kendaraan listrik dapat menjadi kurang praktis bagi sebagian masyarakat.

IESR juga menilai peningkatan kualitas transportasi publik perlu berjalan bersamaan dengan pengurangan subsidi BBM.

Dengan demikian, kebijakan transportasi tidak hanya mendorong masyarakat mengganti kendaraan pribadi berbahan bakar minyak dengan kendaraan listrik, tetapi juga menyediakan pilihan mobilitas yang aman, terjangkau, dan lebih efisien.

Hal ini terutama penting bagi kelompok masyarakat yang berpotensi paling terdampak ketika subsidi BBM dikurangi.

Memastikan transisi tidak membebani masyarakat

Pengurangan subsidi BBM pada dasarnya merupakan kebijakan yang memiliki dampak lebih luas daripada sektor energi. Perubahan harga BBM dapat memengaruhi biaya transportasi dan pada akhirnya berdampak pada pengeluaran rumah tangga.

Karena itu, IESR menilai pemerintah perlu memperhitungkan kemampuan masyarakat dalam mengakses kendaraan listrik maupun transportasi publik.

Transisi energi bukan hanya persoalan mengganti teknologi, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Di sisi lain, elektrifikasi transportasi dapat membuka peluang bagi pengembangan industri kendaraan listrik nasional. Kebijakan untuk mendorong kendaraan listrik produksi dalam negeri berpotensi memperkuat industri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Namun, manfaat tersebut akan lebih besar jika pertumbuhan kendaraan listrik diikuti peningkatan porsi energi terbarukan dalam sistem kelistrikan nasional.

Dengan begitu, kendaraan listrik tidak sekadar mengganti sumber energi dari BBM menjadi listrik, tetapi menjadi bagian dari perubahan sistem energi menuju sumber yang lebih bersih.

Untuk APBN 2027, IESR mendorong pemerintah memperkuat agenda transisi energi melalui peningkatan investasi energi terbarukan dan efisiensi energi, serta penguatan instrumen pembiayaan hijau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa RAPBN 2027 Dinilai Belum Cukup Mendukung Ekonomi Hijau?

Mengapa RAPBN 2027 Dinilai Belum Cukup Mendukung Ekonomi Hijau?

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Pabrik Baterai PT CATIB di Karawang Sudah Beroperasi Meski Belum Diresmikan Presiden Prabowo

Pabrik Baterai PT CATIB di Karawang Sudah Beroperasi Meski Belum Diresmikan Presiden Prabowo

Otomotif | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:05 WIB

Cara Mudah Cari SPKLU Terdekat Pakai MyPertamina dan PLN Mobile

Cara Mudah Cari SPKLU Terdekat Pakai MyPertamina dan PLN Mobile

Otomotif | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Terkini

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:48 WIB

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Sumsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:54 WIB

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×