Anomali Desil Ancam Penerima KIP, Selly Gantina Desak Pembentukan Timsus Evaluasi Data BPS

Bangun Santoso

Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:45 WIB
Anomali Desil Ancam Penerima KIP, Selly Gantina Desak Pembentukan Timsus Evaluasi Data BPS
Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina. (foto ist)
baca 10 detik
  • Selly Andriany Gantina mendesak pembentukan timsus pada 25 Agustus 2026 untuk mengevaluasi data desil BPS.
  • Anomali data desil yang tidak sesuai realita lapangan mengancam hak penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar.
  • Pemerintah diminta tidak menggunakan desil secara kaku dan memperbaiki mekanisme verifikasi data bantuan sosial secara berkala.

Suara.com - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriany Gantina mendesak pembentukan timsus mengevaluasi data desil secara masif. Langkah ini sebagai respon anomali desil yang terjadi dan mengancam penerima KIP.

Selain itu, Selly meragukan kualitas data, metodologi, proses pemutakhiran, hingga verifikasi sistem Badan Pusat Statistik (BPS) dalam penentuan desil masyarakat.

“Hasil sistem bertentangan dengan fakta yang kasat mata di lapangan, yang harus diperiksa adalah kualitas datanya, metodologinya, proses pemutakhirannya, dan mekanisme verifikasinya,” kata Selly Gantina dalam siaran persnya, Selasa (25/8/2026).

Sebelumnya sejumlah masyarakat mulai menemukan adanya perbedaan data desil dengan realita lapangan.

Salah satunya Timbul (49) tukang becak di Kulon Progo, Yogyakarta yang tercatat desil nya berubah dari 1 ke 9.

Temuan ini mengancam anaknya yang kini diterima kuliah lantaran tak mendapatkan beasiswa.

Selain meragukan data dan mendorong timsus, Selly meminta pemerintah tidak menggunakan desil sebagai ‘vonis tunggal’ untuk menentukan seseorang layak atau tidak mendapatkan perlindungan sosial. Sebab mengancam hak dan keberlanjutan program perlindungan sosial masyarakat.

Termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang tentunya akan berimbas. Ia melihat jika perubahan desil diterapkan secara kaku kepada penerima yang sudah berada dalam program, negara justru berpotensi dirugikan.

“Anak-anak yang sebelumnya sudah dinyatakan layak, sudah menerima manfaat, bahkan ada yang sebelumnya tercatat sebagai penerima KIP, tiba-tiba status desilnya berubah menjadi tinggi karena pemutakhiran DTSEN,” terangnya sembari menegaskan persoalan administrasi data mengancam bantuan mahasiswa.

baca juga

Berkaca dari fakta di lapangan, legislator dari Dapil Jabar VIII Cirebon - Indramayu melihat masih terdapat kesenjangan antara kondisi riil masyarakat dengan data yang terbaca dalam sistem.

Bahkan dalam aplikasi panduan pembaruan data ekonomi keluarga yang dikhususkan bagi calon penerima KIP, proses verifikasi harus melihat banyak sekali variabel: identitas keluarga, koordinat tempat tinggal, kondisi dan status rumah, luas bangunan, lantai, dinding, atap, sanitasi, sumber air dan listrik, pengeluaran keluarga, pendapatan, kepemilikan aset, sampai kondisi anggota keluarga.

“Artinya, data kemiskinan dan kerentanan sosial memang tidak sesederhana angka desil. Karena itu, kasus seorang tukang becak yang masuk desil 9, sementara seorang lurah justru berada di desil 8, harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengevaluasi kualitas pemadanan dan pembaruan data,” beber Selly.

Meski demikian, mantan Plt Bupati Cirebon itu memahami DTSEN merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun satu basis data sosial-ekonomi yang lebih terintegrasi.

Karena itu, sebaik apa pun sistem digital yang dibangun, pada akhirnya data tetap bergantung pada manusia yang menginput, memverifikasi, memadankan, dan memperbaruinya.

“Jangan sampai kita memiliki sistem yang canggih, tetapi data yang masuk tidak menggambarkan kondisi masyarakat yang sebenarnya,” tambah dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masuk Desil 3 Belum Tentu Dapat Bansos, Begini Cara Menentukannya

Masuk Desil 3 Belum Tentu Dapat Bansos, Begini Cara Menentukannya

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:29 WIB

Warga Miskin Bisa Tak Dapat Bansos, Asosiasi Buruh Minta Klasifikasi Desil Dievaluasi Total

Warga Miskin Bisa Tak Dapat Bansos, Asosiasi Buruh Minta Klasifikasi Desil Dievaluasi Total

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Jadi Polemik, BPS Ungkap Alasan Warga Ekonomi Rendah Masuk Kelompok Desil Tinggi

Jadi Polemik, BPS Ungkap Alasan Warga Ekonomi Rendah Masuk Kelompok Desil Tinggi

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:21 WIB

Gen Z dan Milenial Punya Peran Kuat , Ini Pesan dari Keponakan Prabowo

Gen Z dan Milenial Punya Peran Kuat , Ini Pesan dari Keponakan Prabowo

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 07:40 WIB

BPS Jelaskan Mengapa Bisa Masuk Desil Tinggi Meski Merasa Ekonomi Pas-pasan

BPS Jelaskan Mengapa Bisa Masuk Desil Tinggi Meski Merasa Ekonomi Pas-pasan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:36 WIB

Bahlil Jawab Isu Pembatasan Pertalite: Masih Dikaji, Belum Ada Perubahan!

Bahlil Jawab Isu Pembatasan Pertalite: Masih Dikaji, Belum Ada Perubahan!

Video | Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Terkini

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Hitung Biaya Operasional Mobil Listrik vs Bensin Mana Lebih Hemat

Hitung Biaya Operasional Mobil Listrik vs Bensin Mana Lebih Hemat

Otomotif | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Mahfud MD: Dicari Sampai Mati, Tak Ada Ijazah Gibran

Mahfud MD: Dicari Sampai Mati, Tak Ada Ijazah Gibran

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:04 WIB

Pasangan Sering Mabar? Hati-Hati Terjebak Gaslighting dan Perselingkuhan Emosional

Pasangan Sering Mabar? Hati-Hati Terjebak Gaslighting dan Perselingkuhan Emosional

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Pertamina Buka Camping Ground, Jadi Alternatif Akomodasi Nonton Pertamina Grand Prix of Indonesia

Pertamina Buka Camping Ground, Jadi Alternatif Akomodasi Nonton Pertamina Grand Prix of Indonesia

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Diduga Hilang Fokus, Honda Scoopy Oleng Hantam Pikap L300 di JLS Sampang: Perempuan Tewas

Diduga Hilang Fokus, Honda Scoopy Oleng Hantam Pikap L300 di JLS Sampang: Perempuan Tewas

Jatim | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:55 WIB

AI Bikin Serangan Siber Makin Otomatis, Investasi Keamanan Siber di Indonesia Diprediksi Melonjak

AI Bikin Serangan Siber Makin Otomatis, Investasi Keamanan Siber di Indonesia Diprediksi Melonjak

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:53 WIB

Soroti Perundungan Pemain Timnas Indonesia, John Herdman: Kami Bukan Brasil

Soroti Perundungan Pemain Timnas Indonesia, John Herdman: Kami Bukan Brasil

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:46 WIB

5 Zodiak Paling Drama yang Suka Cari Perhatian dan Ungkit Masa Lalu

5 Zodiak Paling Drama yang Suka Cari Perhatian dan Ungkit Masa Lalu

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Persija Jakarta Bidik Kemenangan Keempat Beruntun, Dony Tri Pamungkas Peringatkan PSIM

Persija Jakarta Bidik Kemenangan Keempat Beruntun, Dony Tri Pamungkas Peringatkan PSIM

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:39 WIB

×