- Daratan baru seluas 30,3 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau akibat akumulasi material vulkanik.
- Petugas menyatakan daratan tersebut berada dalam pemantauan dan belum tentu menjadi pusat erupsi baru.
- Status Gunung Anak Krakatau diturunkan menjadi Waspada, sementara warga dilarang beraktivitas dalam radius dua kilometer.
Suara.com - Daratan baru seluas sekitar 30,3 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), Lampung Selatan, Indonesia.
Kemunculan daratan tersebut memicu spekulasi di tengah masyarakat Indonesia namun juga jadi perhatian media luar negeri.
Salah satu media Malaysia menyoroti daratan baru yang berada di antara Pulau Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung.
"Area tersebut diduga terbentuk dari akumulasi material vulkanik yang keluar selama aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau," ulas media Malaysia, Sinar Harian.
Sementara itu, Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Suwarno, membenarkan keberadaan daratan tersebut.
Menurut Suwarno, daratan itu bukan muncul secara tiba-tiba setelah satu kali letusan. Material vulkanik telah terakumulasi seiring meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Ya, hasil daripada letusan sebelumnya. Kira-kira 30,3 hektare,” kata Suwarno.

Muncul Saat Aktivitas Anak Krakatau Meningkat
Kemunculan daratan tersebut mulai terlihat setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan. Kondisi itu terjadi setelah status gunung api tersebut dinaikkan menjadi Level III atau Siaga pada 2 Juli 2026.
Meski menjadi perhatian, Suwarno menegaskan daratan baru tersebut masih berada dalam pemantauan petugas.
Lokasinya juga masih termasuk kawasan kompleks Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung.
Kemunculan daratan kemudian memunculkan spekulasi bahwa kawasan tersebut dapat menjadi titik awal terbentuknya gunung berapi baru.
Istilah “cucu Krakatau” pun mulai digunakan untuk menggambarkan kemungkinan tersebut.
Namun, dugaan itu belum memiliki dasar yang cukup.
Suwarno menjelaskan Gunung Anak Krakatau memiliki sistem saluran magma di bawah permukaan. Magma secara alami akan mencari rekahan yang lebih mudah untuk menjadi jalur keluarnya material vulkanik.