- Daratan baru seluas 30,3 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau akibat akumulasi material vulkanik.
- Petugas menyatakan daratan tersebut berada dalam pemantauan dan belum tentu menjadi pusat erupsi baru.
- Status Gunung Anak Krakatau diturunkan menjadi Waspada, sementara warga dilarang beraktivitas dalam radius dua kilometer.
Akan tetapi, kemunculan daratan baru tidak otomatis menunjukkan adanya saluran magma baru di lokasi tersebut.
Pihak berwenang juga belum dapat memastikan apakah terdapat pergerakan magma menuju kawasan daratan baru itu.
Kemungkinan area tersebut menjadi pusat erupsi baru juga masih belum diketahui.
Sementara itu, status Gunung Anak Krakatau justru mengalami penurunan.
Statusnya diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) pada Senin setelah evaluasi menunjukkan adanya penurunan aktivitas erupsi, gempa, serta perubahan bentuk gunung.
Meski statusnya turun, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.
Warga dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.