Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 25 September 2026 | 13:04 WIB
Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?
Pemerintah Indonesia resmi mengamankan pijakan hukum internasional baru untuk menumpas jaringan kejahatan digital yang kerap beroperasi dari luar negeri. (Antara)
baca 10 detik
  • Indonesia menandatangani Konvensi Siber PBB untuk memberantas kejahatan digital lintas negara secara efektif.

  • Menlu Sugiono menegaskan konvensi ini memperkuat penegakan hukum atas judi online dan pornografi anak.

  • Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan proses ratifikasi agar konvensi ini berlaku dalam hukum nasional.

Suara.com - Pemerintah Indonesia resmi mengamankan pijakan hukum internasional baru untuk menumpas jaringan kejahatan digital yang kerap beroperasi dari luar negeri. Langkah strategis ini terwujud setelah Menteri Luar Negeri Sugiono menandatangani Konvensi PBB tentang Kejahatan Siber di New York.

Kesepakatan global pertama di bawah naungan PBB ini memegang peran krusial dalam mempersempit ruang gerak para pelaku tindak pidana siber transnasional. Instrumen ini sekaligus menjadi fondasi utama penegak hukum domestik untuk mengejar pelaku penipuan hingga judi daring.

"Bagi Indonesia, Konvensi ini penting untuk memperkuat upaya pencegahan dan kriminalisasi tindak pidana siber di tingkat nasional, sekaligus menjadi dasar bagi penegak hukum RI dalam memperkuat kerja sama internasional untuk memerangi kejahatan siber, termasuk penipuan dan perjudian daring, serta pornografi anak," kata Sugiono.

Penandatanganan dokumen bersejarah tersebut menempatkan Indonesia ke dalam deretan 90 negara yang berkomitmen membendung kejahatan digital secara bersama-sama. Sejauh ini, tercatat sudah ada tiga negara yang menuntaskan tahapan ratifikasi.

Diplomasi Indonesia dalam pembentukan traktat ini sebenarnya telah berlangsung intensif sejak Komite Ad Hoc dibentuk tujuh tahun lalu. Perwakilan diplomatik RI di Wina bahkan dipercaya menduduki posisi penentu sebagai negosiator dan pelapor khusus selama perundingan.

Pemerintah kini mulai menyusun pemetaan regulasi internal guna memuluskan proses pengesahan konvensi ke dalam hukum nasional. Penyesuaian aturan dalam negeri menjadi syarat mutlak agar mekanisme kerja sama ekstradisi maupun berbagi data intelijen siber berjalan optimal.

Aturan internasional ini baru akan berlaku efektif 90 hari setelah negara ke-40 menyerahkan dokumen ratifikasi resmi mereka ke PBB. Ketentuan batas minimum tersebut ditujukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur hukum para anggota.

Kedatangan Menlu Sugiono di Markas Besar PBB sendiri merupakan bagian dari agenda memimpin delegasi Indonesia pada Sidang Majelis Umum. Selain menandatangani konvensi, Sugiono menghadiri sederet agenda diplomasi tingkat tinggi sejak awal pekan.

Sebagai puncaknya, Menlu dijadwalkan menyampaikan pidato resmi perwakilan Indonesia dalam sesi Debat Umum Majelis Umum PBB akhir pekan ini. Pidato tersebut bakal menegaskan posisi serta sikap politik luar negeri Indonesia di panggung dunia.

baca juga

Penandatanganan Konvensi Siber PBB ini merespons maraknya kasus penipuan berbasis internet, judi online, dan kejahatan digital yang mengeksploitasi celah perbatasan negara. Proses perumusan konvensi telah rampung sejak akhir 2024 sebelum akhirnya dibuka untuk penandatanganan resmi oleh negara-negara anggota PBB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Duel Timnas Indonesia vs Malaysia, Tan Cheng Hoe Minta Skuadnya Tidak Panik

Jelang Duel Timnas Indonesia vs Malaysia, Tan Cheng Hoe Minta Skuadnya Tidak Panik

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 11:39 WIB

Jelang Lawan Singapura, John Herdman Beri Sinyal Luke Vickery Bakal Jadi Senjata Timnas Indonesia

Jelang Lawan Singapura, John Herdman Beri Sinyal Luke Vickery Bakal Jadi Senjata Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 11:29 WIB

Marselino Ferdinan Dicoret dari Timnas Indonesia, Bintang Singapura Ungkap Pesan Kecewa

Marselino Ferdinan Dicoret dari Timnas Indonesia, Bintang Singapura Ungkap Pesan Kecewa

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 11:19 WIB

Terkini

Ternyata, 64 Persen Pelaku UMKM Indonesia adalah Perempuan

Ternyata, 64 Persen Pelaku UMKM Indonesia adalah Perempuan

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 13:02 WIB

Review Ketok Mejik, Warisan Bengkel dan Palu Sakti

Review Ketok Mejik, Warisan Bengkel dan Palu Sakti

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 13:00 WIB

Sentil Kementerian PU, Lazarus Singgung Fenomena Perbaikan Jalan Jadi Cepat Jelang Presiden Datang

Sentil Kementerian PU, Lazarus Singgung Fenomena Perbaikan Jalan Jadi Cepat Jelang Presiden Datang

Video | Jum'at, 25 September 2026 | 13:00 WIB

Muncul Dua Gumuk Dekat Anak Krakatau, Badan Geologi Minta Warga Jaga Jarak

Muncul Dua Gumuk Dekat Anak Krakatau, Badan Geologi Minta Warga Jaga Jarak

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:58 WIB

Perawatan Kecantikan Bukan Sekadar Tren, Ini Pentingnya Memilih Sesuai Kebutuhan Pasien

Perawatan Kecantikan Bukan Sekadar Tren, Ini Pentingnya Memilih Sesuai Kebutuhan Pasien

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:57 WIB

Tak Hanya Terumbu Karang, Pengerukan Pasir Laut Bisa Ganggu Kehidupan Kerapu Sunu

Tak Hanya Terumbu Karang, Pengerukan Pasir Laut Bisa Ganggu Kehidupan Kerapu Sunu

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:55 WIB

Mas Bechi Bebas Bersyarat, LPSK Minta Korban Tak Ragu Lapor Jika Kembali Dapat Ancaman

Mas Bechi Bebas Bersyarat, LPSK Minta Korban Tak Ragu Lapor Jika Kembali Dapat Ancaman

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:54 WIB

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:52 WIB

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:50 WIB

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 12:49 WIB

×